My WordPress Blog
Bisnis  

Profil Djoko Susanto, Pendiri Alfamart, Ekspansi Bisnis Ritel Modern Terhenti

Penutupan Izin Baru untuk Minimarket di Desa: Dampak pada Bisnis Ritel Besar

Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah penting dalam membatasi pengembangan minimarket modern di desa-desa. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa dengan membangun 80.000 unit koperasi desa hingga akhir tahun 2026, di mana sekitar 29.000 hingga 30.000 unit akan beroperasi pada April 2026.

Program KDMP ini dirancang untuk menjadi alternatif atau bahkan pengganti minimarket berjejaring seperti Indomaret dan Alfamart di wilayah pedesaan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyampaikan bahwa pihaknya meminta pemerintah daerah agar tidak lagi menerbitkan izin baru bagi minimarket modern, khususnya di desa. Namun, ia menegaskan bahwa bisnis ritel yang sudah ada tidak akan ditutup.

Perkembangan Alfamart

Alfamart, salah satu jaringan minimarket terbesar di Indonesia, akan terkena dampak dari kebijakan ini. Alfamart memiliki total 21.120 gerai di seluruh Indonesia, dengan rencana membuka 1.081 gerai baru sepanjang 2025. Direktur Corporate Affairs Alfamart, Solihin, menjelaskan bahwa jumlah pembukaan gerai secara aktual lebih besar, karena penutupan beberapa gerai juga dilakukan sepanjang tahun tersebut.

Penutupan gerai dilakukan karena berbagai alasan operasional, seperti kenaikan biaya sewa, perubahan peruntukan lahan, atau lokasi yang tidak lagi memungkinkan. Meski demikian, jaringan Alfamart tetap tumbuh secara keseluruhan. Pengembangan gerai tidak hanya diarahkan pada ekspansi bisnis, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat melalui berbagai skema kemitraan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Profil Djoko Susanto, Bos Alfamart

Djoko Susanto, pemilik Alfamart, adalah seorang konglomerat ritel Indonesia yang sukses. Ia dikenal sebagai pendiri Alfamart, yang awalnya berdiri sebagai Alfa Toko Gudang Rabat pada tahun 1989. Pada tahun 1994, nama toko tersebut berganti menjadi Alfa Minimart, dan akhirnya menjadi Alfamart.

Bisnis ritel Djoko Susanto mencakup sekitar 18 ribu unit yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Keberhasilannya membuatnya masuk dalam daftar orang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Saat ini, Djoko Susanto menempati posisi 661 orang terkaya di dunia dengan kekayaannya mencapai 4 miliar Dolar AS.

Selain bisnis ritel, Djoko Susanto juga melebarkan sayap bisnisnya di sektor lain, seperti properti dan rokok. Ia memiliki devisi properti Alfaland dan bermitra dengan perusahaan rokok kretek Putera Sampoerna. Ketika Putera menjual bisnis rokoknya ke Philip Morris di tahun 2005, Djoko Susanto juga ikut membeli bisnis ritel tersebut.

Sejarah Alfamart

Sejarah Alfamart dimulai pada tahun 1989 saat Djoko Susanto mendirikan Alfa Toko Gudang Rabat. Pada tahun 2002, Alfamart mengakuisisi 141 gerai Alfa Minimart dan berganti nama menjadi Alfamart. Tahun 2009 menjadi momen penting ketika Alfamart melakukan penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia.

Pengembangan Alfamart terus berlangsung, termasuk ekspansi ke luar negeri seperti Filipina. Pada tahun 2016, Alfamart meluncurkan AlfaMind, virtual store pertama di Indonesia dengan teknologi Augmented Reality. Hingga akhir 2025, Alfamart memiliki total 21.120 gerai di seluruh Indonesia dengan jumlah tenaga kerja sekitar 170.000 orang.

Perkembangan Digital

Perusahaan juga mencatat pertumbuhan ekosistem digital. Jumlah anggota aplikasi Alfagift mencapai 29 juta member pada 2025. Solihin menegaskan bahwa jumlah ini di luar prediksi mereka sebelumnya, dan ke depan Alfamart akan terus melakukan inovasi.

Kesimpulan

Kebijakan pemerintah untuk menyetop izin baru gerai ritel modern di desa akan berdampak pada bisnis ritel besar seperti Alfamart. Namun, Alfamart tetap berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang dengan strategi yang inklusif serta partisipasi masyarakat. Dengan visi yang jelas dan komitmen kuat, Alfamart siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.








Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *