My WordPress Blog

Kondisi menu MBG di HST Kalsel yang memicu protes warga, roti hitam dan telur bau busuk

Masalah Kualitas Makanan di Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Hulu Sungai Tengah

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, kini menjadi sorotan tajam dari masyarakat. Beberapa keluhan terkait kualitas makanan yang diberikan kepada siswa sekolah telah viral di media sosial, termasuk adanya roti yang menghitam, telur berbau, dan paket makanan tanpa minuman.

Beberapa orang tua dan pelajar membagikan kondisi makanan tersebut melalui platform digital, yang langsung menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Keluhan ini tidak hanya menyoroti masalah kualitas makanan, tetapi juga mempertanyakan pengawasan dan kontrol mutu dari pihak pengelola SPPG.

Masalah yang Ditemukan

Salah satu keluhan utama adalah adanya roti yang sudah menghitam dan telur yang diduga busuk. Hal ini membuat sebagian orang tua merasa khawatir akan kesehatan anak-anak mereka. Bahkan, beberapa siswa disebut tidak mendapatkan minuman sama sekali dalam paket makanan mereka.

“Anak kami dapat roti yang sudah menghitam, telurnya bau. Bahkan ada yang tidak dapat minuman sama sekali. Ini kan untuk anak sekolah,” ujar salah satu orang tua siswa, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Selain itu, temuan ini semakin memperkuat kekhawatiran publik tentang 11 unit SPPG yang telah beroperasi di HST. Masyarakat menilai bahwa masalah ini tidak bisa dianggap sebagai kasus kecil atau insidental, melainkan indikasi lemahnya kontrol mutu dan pengawasan distribusi makanan.

Dengan anggaran hingga Rp15.000 per porsi, muncul pertanyaan tentang kesesuaian antara biaya dan kualitas yang diterima. Namun, hingga saat ini, pihak pengelola wilayah SPPG belum memberikan respons resmi atas berbagai keluhan yang berkembang.

Respons Pengelola SPPG

Setelah beberapa hari tidak memberikan jawaban, pihak pengelola akhirnya buka suara. Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG HST, Sadillah, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima berbagai informasi dan masukan dari masyarakat terkait kualitas makanan yang dibagikan kepada pelajar.

“Siap monitor. Terima kasih informasinya. Nanti ada penyampaian setelah kami rakor. Terima kasih,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Sadillah memastikan pihaknya akan melakukan monitoring serta menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk membahas persoalan yang mencuat. Namun hingga kini belum dijelaskan secara rinci langkah teknis evaluasi yang akan dilakukan terhadap 11 unit SPPG yang beroperasi di HST.

Masyarakat berharap rakor tersebut menghasilkan langkah konkret, terutama dalam hal pengawasan kualitas bahan makanan, standar kelayakan konsumsi, serta transparansi pengelolaan anggaran.

Permohonan Maaf dan Penjelasan Anggaran

Akhirnya, Sadillah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas adanya makanan yang ditemukan dalam kondisi kurang baik. Pihak SPPG mengakui terdapat keteledoran dalam proses distribusi dan pengawasan di lapangan.

“Saya secara pribadi dan atas nama perwakilan SPPG di Kabupaten Hulu Sungai Tengah meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat. Kami menyadari ada menu yang menurut sebagian belum memenuhi standar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, temuan seperti roti menghitam dan telur yang rusak disebut sebagai kesalahan teknis yang terjadi saat produksi maupun distribusi. Laporan kejadian tersebut telah disampaikan secara berjenjang ke pemerintah pusat untuk evaluasi dan penentuan sanksi.

Tips Aman Konsumsi MBG

Konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang aman menjadi sorotan penting, terutama dengan adanya laporan kasus keracunan makanan. Berikut adalah beberapa tips yang direkomendasikan:

  • Cek Kondisi Kemasan dan Aroma (Fisik): Pastikan segel utuh dan cium aroma makanan. Jika tercium bau asam, tengik, atau tidak sedap, jangan konsumsi.
  • Periksa Tekstur: Waspada jika sayuran berlendir atau lauk pauk terasa berlendir/tidak segar.
  • Perhatikan Waktu Konsumsi (Maksimal 2 Jam): Makanan disarankan untuk segera disantap, idealnya maksimal 2 jam setelah dimasak.
  • Higiene Sebelum Makan (Cuci Tangan): Pastikan anak-anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum membuka dan memakan makanan MBG.
  • Simpan dengan Benar Jika Tidak Langsung Dimakan: Jika makanan tidak langsung disantap, segera simpan di dalam lemari es (kulkas) atau chiller.
  • Periksa Tanda-Tanda Keracunan: Segera hentikan konsumsi jika terasa mual, pusing, sakit perut, atau muntah.
  • Laporkan Jika Temukan Kejanggalan: Laporkan segera kepada guru atau pengawas sekolah jika menemukan makanan dengan kualitas buruk.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini juga memperketat prosedur keamanan pangan dengan memastikan standar higienis dan sanitasi di setiap Dapur/SPPG.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *