My WordPress Blog

Benarkah Picky Eater Disebabkan Genetik? Ini Temuan Studi

Peran Genetik dalam Perilaku Picky Eating pada Anak

Setiap orang tua pasti pernah menghadapi situasi sulit saat si Kecil menolak makan. Mulai dari menolak sayur, menutup mulut rapat-rapat, hingga hanya ingin makan menu yang itu-itu saja. Hal ini sering kali membuat orangtua merasa khawatir dan bersalah, seolah ada yang salah dalam cara mengasuh atau memberi makan anak.

Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa perilaku picky eating tidak sepenuhnya disebabkan oleh pola asuh atau kebiasaan makan di rumah. Faktor genetik juga berperan besar dalam membentuk kecenderungan anak untuk memilih-milih makanan. Artinya, jika si Kecil sulit makan, belum tentu karena Mama kurang kreatif menyajikan menu atau kurang sabar menghadapi waktu makan. Dalam banyak kasus, faktor bawaan dari lahir bisa memengaruhi seberapa sensitif anak terhadap rasa atau tekstur makanan tertentu.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai peran genetik dan lingkungan dalam perilaku picky eating:

Benarkah Picky Eater Dipengaruhi Genetik?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti di University College London menemukan bahwa perilaku picky eating dapat diwariskan secara genetik. Studi ini melibatkan lebih dari 4.800 anak kembar di Inggris.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak kembar identik yang memiliki 100 persen kesamaan gen menunjukkan perilaku makan yang jauh lebih mirip dibandingkan anak kembar non-identik yang hanya berbagi 50 persen gen. Artinya, faktor genetik memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan makan anak, termasuk kecenderungan untuk menolak makanan tertentu.

Menurut para peneliti, perbedaan ini tidak disebabkan oleh pola asuh yang berbeda, melainkan oleh variasi genetik yang membuat anak memiliki tingkat sensitivitas berbeda terhadap rasa, aroma, dan tekstur makanan. Karena itu, mereka menekankan bahwa perilaku picky eating bukanlah hasil dari “kesalahan” orangtua, melainkan kombinasi dari faktor bawaan dan lingkungan.

Faktor Lingkungan Tetap Berperan, Tapi Tidak Dominan

Meskipun genetik memiliki pengaruh besar, bukan berarti lingkungan tidak berperan sama sekali. Lingkungan tempat si Kecil tumbuh, seperti pola makan keluarga, rutinitas makan bersama, serta cara orangtua memperkenalkan makanan baru juga dapat memengaruhi seberapa parah picky eating pada anak.

Selain itu, lingkungan yang positif saat makan juga membantu. Hindari memaksa si Kecil untuk menghabiskan makanan atau membuat waktu makan menjadi situasi penuh tekanan. Sebaliknya, ciptakan suasana yang menyenangkan dan bebas stres agar si Kecil lebih mudah menerima makanan baru.

ASI Eksklusif Dapat Mengurangi Risiko Picky Eating

Selain faktor genetik dan lingkungan, faktor nutrisi awal juga punya pengaruh besar terhadap kebiasaan makan anak. Menurut studi, bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan memiliki risiko 75% lebih rendah untuk mengalami neofobia makanan atau ketakutan mencoba makanan baru dibandingkan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif.

Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ASI tidak hanya penting untuk tumbuh kembang fisik, tetapi juga berperan dalam membentuk kebiasaan makan yang lebih baik di kemudian hari. Rasa dan aroma beragam yang terkandung dalam ASI membantu bayi mengenali berbagai cita rasa sejak dini, sehingga mereka lebih terbuka terhadap variasi makanan saat masa MPASI.

Kapan Picky Eating Perlu Diwaspadai?

Perlu Mama tahu, picky eating pada umumnya merupakan fase normal dalam tumbuh kembang anak, terutama di usia 1 hingga 3 tahun. Namun, jika perilaku ini berlangsung terlalu lama hingga memengaruhi berat badan, pola pertumbuhan, atau menyebabkan stres berlebih di rumah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi. Beberapa tanda yang perlu Mama perhatikan:

  • Anak menolak hampir semua jenis makanan
  • Kehilangan berat badan atau menunjukkan tanda-tanda kekurangan nutrisi seperti lesu, kulit kering, dan gangguan tidur.
  • Dalam beberapa kasus, picky eating yang ekstrem bisa menjadi gejala dari kondisi lain seperti gangguan makan anak atau pediatric feeding disorder yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Tips untuk Membantu Anak Picky Eater

Meski picky eating bisa dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan, bukan berarti tidak ada yang bisa dilakukan, ya, Ma. Justru, peran orangtua sangat penting dalam membantu si Kecil belajar menikmati berbagai jenis makanan dengan cara yang positif. Mama bisa mencoba beberapa langkah sederhana ini di rumah:

  • Berikan contoh positif

    Si Kecil cenderung meniru perilaku orangtuanya. Jika Mama dan Papa makan dengan beragam menu sehat, si Kecil akan lebih mudah mengikuti.

  • Perkenalkan variasi sejak masa MPASI

    Mama bisa mulai memperkenalkan berbagai rasa dan tekstur makanan agar si Kecil terbiasa dengan variasi menu. Semakin beragam makanan yang dicoba sejak dini, semakin kecil kemungkinan anak menjadi picky eater di kemudian hari.

  • Tawarkan makanan dalam porsi kecil

    Hindari menumpuk piring dengan makanan baru, karena bisa membuat anak kewalahan. Sajikan sedikit demi sedikit agar si Kecil tidak merasa terpaksa mencoba.

  • Ciptakan suasana makan yang menyenangkan

    Hindari tekanan atau paksaan. Jadikan waktu makan sebagai momen kebersamaan agar si Kecil lebih rileks dan menikmati makanannya.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *