My WordPress Blog
Bisnis  

Wahyuni Jual Kue Takjil Murah Rp 1.000 di Gorontalo Saat Ramadan

Kue Tradisional di Gorontalo Tetap Murah Selama Ramadan

Di tengah meningkatnya permintaan masyarakat akan berbagai jenis takjil selama bulan puasa, kota Gorontalo masih menawarkan aneka jajanan kue tradisional dengan harga yang sangat terjangkau. Salah satu contohnya adalah kue-kue yang dijual dengan harga Rp1.000 per potong. Hal ini membuat banyak warga setempat dan bahkan dari luar kota memadati lokasi penjualan tersebut.

Lokasi Penjualan Takjil yang Ramai

Penjualan kue-kue tradisional ini berada di sekitar simpang empat Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau di Jalan Madura, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. Pantauan wartawan pada Sabtu sore menunjukkan bahwa belasan lapak takjil sudah mulai dijajakan di pinggiran jalan trotoar. Sejak awal Ramadan, lapak-lapak kue sederhana ini selalu ramai diserbu pembeli menjelang waktu berbuka puasa.

Pengalaman Penjual dan Pembeli

Wahyuni Pahrun, salah satu penjual kue, mengaku telah bersiap sejak siang hari untuk melayani pembeli. Ia menjelaskan bahwa aktivitas berjualan dilakukan setiap hari selama bulan Ramadan. “Kami mulai dari jam 12.00 siang sudah atur-atur barang. Biasanya ramai itu sore hari, dan sebelum magrib kue sudah habis,” ujar Wahyuni saat diwawancarai.

Ia menyebutkan bahwa berbagai jenis kue tradisional seperti lalampa, cara isi, biapong goreng, lapis pisang, dan aneka kue lainnya disiapkan untuk memenuhi selera masyarakat. Menurutnya, kue lalampa menjadi salah satu yang paling diminati oleh pembeli karena rasanya yang gurih dan harganya yang terjangkau.

Meski semua kue dijual dengan harga serupa Rp1.000, Wahyuni menegaskan bahwa usahanya tetap memberikan keuntungan. “Dari dulu memang kami jual harga seribu. Tidak rugi, masih bisa jalan,” katanya.

Antusiasme Warga

Rahmawati (32), seorang pembeli, mengaku sering membeli kue di lokasi tersebut untuk menu berbuka puasa bersama keluarga. “Murah dan rasanya enak. Dengan Rp10.000 saja sudah bisa dapat banyak, cukup untuk sekeluarga,” ujarnya.

Andi Saputra (27), warga Kota Utara, juga menyampaikan pendapat senada. Ia menilai keberadaan kue serba Rp1.000 sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kebutuhan Ramadan yang meningkat. “Kalau begini kan kita bisa beli banyak tanpa pikir mahal. Apalagi ini makanan tradisional, cocok untuk berbuka,” katanya.

Tips Puasa Saat Bekerja

Selain kue-kue tradisional, ada cerita unik tentang bagaimana dua pegawai minimarket di Gorontalo menjalani puasa. Kasmat Damiti dan Sasmita Amrain mengatakan bahwa puasa tidak mengurangi semangat bekerja. Bagi mereka, aktivitas padat justru membuat puasanya terasa lebih ringan.

Kasmat, karyawan Alfamart, mengaku bahwa rutinitas menata barang, melayani pembeli, dan berpindah dari satu tugas ke tugas lain membuat waktu terasa cepat berlalu. “Kalau cuma diam, rasa haus itu cepat sekali datang. Tapi kalau banyak aktivitas, biasanya lupa,” ujarnya.

Sasmita Amrain juga merasakan hal serupa. Baginya, bekerja saat puasa justru membantu mengalihkan pikiran dari rasa haus. “Kalau diam saja, pasti kepikiran minum. Tapi kalau kerja, jadi lupa,” tuturnya.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *