My WordPress Blog
Bisnis  

Babak Baru Juara Dunia Paralimpik Ni Nengah Widiasih di Bisnis Babi Guling

Kehidupan Baru Ni Nengah Widiasih, dari Olahraga ke Dunia Kuliner

Ni Nengah Widiasih dikenal sebagai salah satu atlet disabilitas yang memiliki prestasi luar biasa di dunia powerlifting. Dikenal dengan julukan “Wonder Woman” asal Bali, ia telah membuktikan kekuatannya dengan mengangkat beban ratusan kilogram. Kini, ia menapaki langkah baru dalam hidupnya, yaitu menjajal dunia bisnis kuliner.

Di sebuah sudut Kota Denpasar, Nengah Widiasih sedang menciptakan narasi baru dalam hidupnya. Bukan lagi tentang rekor angkatan, melainkan tentang aroma rempah, memori akan ibunya, dan keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman. Ia baru saja meresmikan warung Babi Guling Balah Men Bingin di Jalan Pralina No 21, Denpasar Timur.

Langkah ini menjadi awal baru bagi Widiasih setelah menjalani rutinitas latihan dan kompetisi sejak kelas 6 SD. Dalam sejarah olahraganya, ia telah mencatatkan diri sebagai atlet yang mampu meraih dua medali di dua edisi Paralimpiade. Puncaknya, ia menyabet medali perak di Paralimpiade Tokyo 2020 kelas 41 kg dan medali perunggu di Paralimpiade Rio de Janeiro 2016.

Di tingkat Asia, Widi sering kali berada di podium dengan koleksi medali perak di Asian Para Games Incheon 2014, Jakarta 2018, hingga Hangzhou 2022. Sementara di Asia Tenggara, ia menjadi “ratu” yang tak tergoyahkan dengan rentetan medali emas ASEAN Para Games sejak edisi 2011 hingga 2023.

“Prestasi itu proses panjang. Saat ini, ranking terbaik saya setelah World Champ di Mesir adalah dengan angkatan 101 kilogram,” ujar Widi saat dijumpai Tribun Bali di warung Babi Guling miliknya pada Selasa 17 Februari 2026.

Catatan 101 kg ini bukan sekadar angka, melainkan simbol kekuatan fisik yang kini ia transformasikan menjadi kekuatan tekad dalam berbisnis. Darah kuliner mengalir deras di tubuh perempuan kelahiran 12 Desember 1992 ini. Ayahnya, yang dikenal dengan sebutan Belawa (ahli memasak hidangan tradisional Bali untuk upacara) di Karangasem, adalah sosok di balik dapur utama Babi Guling Balah Men Bingin.

“Bapak saya itu chef. Di kampung, kalau ada orang hajatan nikah, konsultasinya pasti ke Bapak,” kenang Widi. Namun, yang membuat warung ini begitu emosional adalah namanya. Men Bingin adalah nama panggilan almarhumah ibundanya yang telah berpulang satu setengah tahun lalu.

“Saya ingin nama Ibu tetap hidup. I want her name to live forever,” ungkapnya. “Masakan ini dibuat langsung oleh Bapak. Beliau memasak bukan seperti untuk pelanggan, tapi seperti sedang memasak untuk anak-anak dan istrinya. Penuh cinta,” imbuh Widi sembari tersenyum.

Meski persaingan babi guling di Denpasar sangat ketat, Widi percaya diri dengan ciri khas Karangasem yang strong. Menu andalannya adalah Babi Guling Suna Cekuh dan Lawar Merah hidangan autentik. “Jujur, saya tidak tahu resepnya karena tidak pernah masuk urusan dapur. Saya di balik layar saja,” selorohnya tertawa.

Baginya, bisnis ini adalah cara “istirahat” sejenak dari beban besi, meski jiwanya tetap berada di pelatnas. Di balik senyum ramahnya di warung, Widi tengah bergelut dengan cedera serius pada bagian scapula (tulang belikat) yang sempat dislokasi dan otot yang sobek. Cedera ini membuatnya harus berstrategi, termasuk menaikkan kelas ke 45 kg demi asupan nutrisi pemulihan yang lebih maksimal.

“Cedera itu sudah jadi bagian hidup atlet. Terakhir di Mesir, saya sudah mati rasa karena kram parah,” ungkap dia. Namun, targetnya sudah jelas yakni Asian Para Games Nagoya 2026 di Jepang dan kualifikasi menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.

Sebagai sosok yang sering dijuluki “Maria Londa-nya Bali” di dunia disabilitas, Widi juga menyimpan kegelisahan soal regenerasi. Ia berharap keberhasilannya, baik di arena olahraga maupun bisnis, bisa memotivasi generasi muda Bali untuk tidak takut bermimpi besar.

“Besar harapan saya, bisnis ini bisa menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Kita bersaing sehat, sama-sama ingin maju,” tutupnya.

Dari panggung dunia hingga ke meja makan, Widiasih membuktikan bahwa kekuatan seorang juara tidak hanya terletak pada beban yang mampu ia angkat, tetapi pada seberapa besar ia mampu menghidupkan cinta bagi keluarganya dan kebermanfaatan bagi sesama.

Daftar Prestasi Utama Ni Nengah Widiasih :

  • Paralimpiade: Medali Perak (Tokyo 2020), Medali Perunggu (Rio 2016).
  • Asian Para Games: Medali Perak (2014, 2018, 2022).
  • ASEAN Para Games: Multi-Medali Emas (2011, 2013, 2015, 2017, 2022, 2023).
  • World Rankings: Best Lift 101 kg.
  • World Cup: Medali Emas (Bangkok 2020, Thailand 2021).

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *