My WordPress Blog
Budaya  

Cara Mandi dan Keramas Sebelum Puasa Ramadhan 2026 Menurut Ajaran Nabi Muhammad SAW

Tata Cara Mandi dan Keramas Sebelum Puasa Ramadhan

Mandi dan keramas sebelum puasa Ramadhan merupakan salah satu ritual yang dilakukan oleh umat Islam sebagai persiapan menjelang bulan suci. Meskipun tidak wajib, tata cara ini dianggap sebagai amalan sunnah yang memiliki makna spiritual. Ritual ini bertujuan untuk membersihkan jiwa dan raga agar siap menjalani ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan.

Niat

Sebelum melakukan mandi dan keramas, niat merupakan hal pertama yang harus dibaca. Niat dapat dilakukan dalam hati atau diucapkan secara lisan. Bacaan niatnya adalah:

“نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِدُخُولِ رَمَضَانَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى”

Artinya: “Aku berniat mandi menjelang atau sebelum Ramadhan sunnah karena Allah Ta’ala.”

Niat ini diperlukan agar setiap tindakan yang dilakukan memiliki tujuan yang jelas dan sesuai dengan ajaran agama.

Langkah-Langkah Mandi dan Keramas

  1. Membersihkan Telapak Tangan

    Bersihkan telapak tangan sebanyak tiga kali secara bergantian, seperti saat berwudhu. Tujuannya adalah agar tangan terhindar dari najis sebelum memulai ritual mandi.

  2. Membersihkan Kemaluan

    Setelah tangan bersih, selanjutnya membersihkan kemaluan hingga dubur menggunakan sabun. Hal ini dilakukan agar kotoran yang mungkin masih menempel dapat dibersihkan.

  3. Mencuci Kedua Tangan dengan Sabun

    Setelah membersihkan kemaluan, cuci kembali kedua tangan dengan sabun dan bilas hingga bersih. Ini dilakukan untuk menghindari sisa kotoran di bagian tangan.

  4. Berwudhu

    Setelah itu, lakukan wudhu seperti biasanya sebelum salat. Wudhu ini menjadi langkah penting dalam menyucikan diri sebelum melanjutkan ritual mandi.

  5. Mengguyur Keseluruhan Badan

    Setelah berwudhu, guyurkan air ke seluruh tubuh mulai dari ujung rambut hingga pori-pori kulit. Pastikan semua bagian tubuh terkena air.

  6. Keramas

    Mulailah dengan mengguyur kepala sebanyak tiga kali. Selanjutnya, gunakan jari-jari yang sudah basah untuk menyela pangkal rambut hingga kulit kepala terbasahi. Jika kulit kepala sudah terasa basah, ulangi mengguyur dari atas kepala sebanyak tiga kali.

  7. Bilas Tubuh

    Saat membilas tubuh, mulailah dari bagian kanan, lalu lanjutkan ke bagian kiri. Pastikan semua bagian tubuh terkena air secara merata.

  8. Baca Doa Sesudah Mandi

    Setelah selesai mandi dan keramas, baca doa keluar dari kamar mandi. Anda juga bisa membaca doa berikut:

“اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ”

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa nabi Muhammad adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.”

Dalil Mandi dan Keramas

Meskipun tidak ada dalil langsung dari Al Quran atau hadis yang secara eksplisit menyebutkan tata cara mandi dan keramas sebelum puasa Ramadhan, tradisi ini didasarkan pada kebiasaan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa beliau pernah mandi sebelum salat subuh setelah berhubungan dengan istrinya. Hal ini menunjukkan bahwa mandi besar adalah sunnah dalam kondisi tertentu.

Selain itu, Rasulullah SAW juga memiliki kebiasaan mandi sebelum melakukan ibadah seperti salat Jumat dan salat Id. Oleh karena itu, mandi sebelum puasa Ramadhan dianggap sebagai bentuk persiapan spiritual dan fisik.

Tradisi Mandi dan Keramas dalam Munggahan di Jawa Barat

Di Jawa Barat, ritual mandi dan keramas juga menjadi bagian dari tradisi munggahan. Munggahan adalah upacara penyambutan bulan Ramadhan yang dilakukan oleh masyarakat Sunda. Arti kata munggahan sendiri berasal dari Bahasa Sunda yang berarti “naik”, yang menggambarkan proses naik ke bulan suci yang lebih tinggi.

Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT dan sebagai persiapan mental serta spiritual. Masyarakat Sunda juga memaknai munggahan sebagai cara untuk menghindari perbuatan tidak baik selama menjalani puasa. Biasanya, ritual munggahan dilakukan dengan doa bersama, ziarah ke makam, berkumpul dengan keluarga, atau bahkan mandi di sungai atau sumber air yang dikeramatkan.

Ritual ini tidak hanya berupa kebersihan jiwa, tetapi juga kebersihan fisik. Salah satu bentuknya adalah mandi keramas dan membersihkan rumah, masjid, atau kuburan. Tradisi ini tetap dilestarikan sebagai simbol menyucikan diri sebelum memasuki bulan mulia.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *