Festival Paduan Suara Internasional Saint Angela 2026 Berlangsung Meriah di Bandung
Saint Angela International Choir Festival 2026 berlangsung sukses di Bandung dari tanggal 9 hingga 14 Februari. Acara ini menghadirkan partisipasi dari 11 negara, dengan tema utama “Bringing Hearts Together Through Sound”. Ajang ini menampilkan 28 grup paduan suara dan puluhan penyanyi solo, yang menunjukkan bakat luar biasa dalam menyajikan lagu-lagu yang penuh makna.
Di Auditorium Santa Angela, kota Bandung, suara emas anak-anak menggema dengan penuh semangat. Mereka tampil dengan pakaian seragam, memperlihatkan kekompakan dan keseriusan. Dengan napas panjang dan persiapan matang, mereka memulai penampilan dengan nada yang terdengar hati-hati, namun akhirnya stabil dan menyatu sempurna.
Para orang tua hadir di bangku belakang, memandang dengan bangga. Anak-anak mereka berhasil menunjukkan kemampuan luar biasa di ajang internasional. Ketua Yayasan Ursulin Santa Angela, Sr. Korina Ngoe, OSU, menyaksikan langsung setiap penampilan dan merasa sangat bangga akan hasil kerja keras peserta.
Menurutnya, keberhasilan yang terlihat di atas panggung adalah hasil dari persiapan yang sungguh-sungguh. “Mereka luar biasa. Dari sesi pertama sampai sesi kedua, tampil maksimal,” ujarnya saat ditemui.
Festival ini bukanlah yang pertama kali digelar. Sudah empat kali Santa Angela menjadi tuan rumah acara ini. Setelah sempat terhenti karena pandemi, festival kembali berjalan dan menunjukkan geliatnya. Meski bukan agenda tahunan, Sr. Korina memastikan bahwa festival ini akan tetap diadakan pada momen-momen tertentu, sejalan dengan pengembangan Saint Angela Choir yang sudah beberapa kali tampil di panggung internasional.
Kategori dan Proses Seleksi Peserta
Festival Director Saint Angela Internasional Choir Festival 2026, Nicolas Rio menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini terbagi dalam beberapa kategori. Untuk paduan suara anak, terdapat dua kategori: children choir I (di bawah 13 tahun) dan children choir II (di bawah 16 tahun). Sementara itu, untuk solo vokal mencakup kategori remaja hingga dewasa muda.
Total ada 28 kelompok choir, 44 peserta solo, serta 16 peserta komposisi. Untuk kategori komposisi, peserta datang dari berbagai negara seperti Polandia, Spanyol, Selandia Baru, Venezuela, hingga Korea Selatan. Secara keseluruhan, sekitar 11 negara terlibat dalam festival ini.
Proses seleksi tidak instan. Semua peserta wajib mengirim rekaman terlebih dahulu untuk diseleksi sebelum dinyatakan lolos tampil di Bandung.
Makna dan Tujuan Festival
Ajang Internasional yang kembali dihelat ini bertajuk Bringing Hearts Together Through Sound. Tema tersebut selaras dengan kondisi geopolitik saat ini. Dipenuhi konflik dan perpecahan, ia meyakini musik bisa menjadi jalan untuk menyentuh hati manusia.
Festival ini, menurutnya, bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang edukasi. Sebelum lomba dimulai, digelar pula workshop conducting selama beberapa hari bersama juri internasional, serta atelier session latihan gabungan perwakilan peserta dengan juri.

Peran Orang Tua dan Komunitas
Ekosistem di balik Saint Angela Choir tidak berdiri sendiri. Anak-anak, sekolah, pelatih, dan orang tua berjalan bersama. Dalam setiap keberangkatan ke luar negeri, seperti Tokyo pada 2023, Italia pada 2024, hingga konser tur di Taipei pada 2025, peran orang tua sangat terasa.
Bagi Juri Internasional Choir Group, Maria Theresa Vizconde, pemandangan anak-anak bernyanyi bersama selalu menghadirkan haru tersendiri. Mereka bukan hanya mewakili sekolah, melainkan juga komunitasnya. Di dalam paduan suara, kata dia, anak-anak belajar lebih dari sekadar teknik vokal. Mereka belajar disiplin, kerja sama, dan menikmati proses tampil bersama di atas panggung.
Penilaian dan Komentar Juri
Juri Internasional Choir Group, Darius Lim, menilai bahwa penampilan paduan suara yang kuat bukan semata soal kemerduan. Yang membuatnya meyakinkan adalah ketika kelompok mampu mengartikulasikan pesan dan esensi musik lewat setiap detail penampilan. Ia mengaku terkesan melihat begitu banyak kelompok yang tampil dengan sepenuh hati.
Sementara itu, Juri Internasional Choir Group Roni Sugiarto menjelaskan bahwa penilaian dilakukan melalui lima aspek utama: intonasi, sense of rhythm, kualitas vokal, gaya atau interpretasi, serta artistik keseluruhan yang mencakup teknikal dan ekspresi. Ia menilai, para peserta datang dengan persiapan matang. Berbulan-bulan latihan terbayar ketika mereka mampu menyampaikan pesan lagu dengan penuh cinta.
Pentingnya Ego dan Harmoni
Juri Internasional Choir Group Stojan Kuret mengingatkan bahwa pelajaran pertama dalam musik paduan suara adalah saling mendengarkan. Tanpa itu, harmoni tak akan tercipta. “Di dalam paduan suara, ego harus hilang. Kita tidak membutuhkan penyanyi solo, kita membutuhkan kelompok,” katanya. Ia menambahkan, tanggung jawab besar para konduktor dan orang dewasa dalam membimbing anak-anak. Bagi dia, anak-anak ibarat kertas putih dimana arah perkembangan mereka sangat ditentukan oleh bimbingan yang diberikan.











