My WordPress Blog
Bisnis  

Tarik Ulur Bank KBMI Naik Kelas ke KBMI 4



JAKARTA — Sejumlah bank yang termasuk dalam Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3 masih mempertimbangkan secara matang sebelum mengambil langkah untuk naik kelas ke KBMI 4. Meskipun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mendorong agar jumlah penghuni KBMI 4 meningkat, beberapa bank besar memilih untuk mengevaluasi kesiapan mereka dari berbagai aspek, seperti permodalan, profitabilitas, dan momentum yang tepat.

Sebagai salah satu anggota KBMI 3, PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) memiliki rencana untuk terus berkembang, termasuk dalam hal aset. Direktur Utama CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyatakan bahwa pihaknya akan siap naik kelas ke KBMI 4 jika ada peluang dan kesempatan yang memungkinkan. “Jika ada peluang dan kesempatan, kami siap untuk naik kelas ke KBMI 4,” ujarnya saat diwawancarai oleh Bisnis pada Rabu (11/2/2026).

Di sisi lain, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) lebih memilih untuk tidak terburu-buru meskipun memiliki keinginan untuk naik kelas. Perseroan saat ini fokus menjaga imbal hasil ekuitas (ROE) pada kisaran 12%—14%. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa penambahan modal secara agresif bisa berdampak negatif terhadap ROE dan kurang diminati investor. Ia juga menekankan bahwa struktur aset BTN membuat kebutuhan modal relatif efisien, terlihat dari rasio aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) yang lebih rendah dibandingkan bank lain. Dengan demikian, BTN percaya bahwa pertumbuhan aset dan kredit dapat dilakukan tanpa harus segera menambah modal besar.

Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia (Perseroan) Tbk. (BRIS) juga memiliki ambisi untuk naik kelas ke KBMI 4. Direktur Utama BRIS, Anggoro Eko Cahyo, menyebut bahwa keinginan tersebut tidak hanya datang dari manajemen tetapi juga dari para pemegang saham. Setelah menjadi perusahaan terbuka, perseroan akan memperkuat skala dan jangkauan bisnisnya agar setara dengan bank-bank besar lainnya. Namun, Anggoro menekankan bahwa rencana naik kelas ke KBMI 4 bukanlah target jangka pendek, melainkan rencana jangka menengah. Persiapan untuk hal ini akan dimulai paling lambat tahun ini.

Sebelumnya, OJK berharap jumlah bank yang masuk dalam KBMI 4 akan bertambah dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, hanya empat bank yang memiliki modal inti di atas Rp70 triliun sebagai penghuni KBMI 4, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa upaya konsolidasi perbankan tidak hanya dilakukan terhadap BPR maupun BPD, tetapi juga mencakup bank umum. Ia berharap dalam 2—3 tahun ke depan akan ada tambahan enam bank yang bergeser dari KBMI 3 ke KBMI 4.

OJK mengelompokkan bank berdasarkan KBMI sesuai Peraturan OJK No.12/POJK.03/2021 tentang Konsolidasi Bank Umum. KBMI 1 untuk bank dengan modal inti kurang dari Rp6 triliun, KBMI 2 untuk bank dengan modal inti antara Rp6 triliun hingga Rp14 triliun, KBMI 3 untuk bank dengan modal inti antara Rp14 triliun hingga Rp70 triliun, dan KBMI 4 untuk bank dengan modal inti di atas Rp70 triliun. CIMB Niaga, BTN, dan BSI termasuk dalam KBMI 3 dengan modal inti di kisaran Rp14 triliun—Rp70 triliun.

Pada kuartal III/2025, modal inti CIMB Niaga mencapai Rp51,13 triliun, meningkat 10,26% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp46,37 triliun. Sementara itu, modal inti BTN hingga kuartal III/2025 tercatat sebesar Rp30,63 triliun, tumbuh 5,35% YoY. Total modal inti BSI hingga September 2025 mencapai Rp46,20 triliun, meningkat 13,15% YoY dari Rp40,83 triliun pada September 2024.

Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, menilai bahwa harapan OJK agar jumlah KBMI 4 meningkat cukup realistis. Ia menyatakan bahwa butuh waktu 3—5 tahun bagi bank-bank lain untuk naik kelas ke KBMI 4. Kendati begitu, hal ini sangat tergantung pada komitmen pemegang saham dan pertumbuhan laba perusahaan. Menurutnya, bank seperti CIMB Niaga, Danamon, Permata Bank, dan Bank Mega memiliki peluang tinggi untuk naik ke KBMI 4 karena didukung oleh grup usaha yang besar. Dengan bertambahnya penghuni KBMI 4, persaingan di segmen korporasi akan semakin menarik.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *