My WordPress Blog

Mohan Hazian Akui Pelecehan, Minta Maaf dan Mundur dari Thanksinsomnia

Pengakuan Mohan Hazian atas Tindakan Pelecehan Seksual

Mohan Hazian, seorang influencer sekaligus pendiri brand Thanksinsomnia, akhirnya mengakui perbuatannya setelah sebelumnya membantah tuduhan pelecehan seksual yang menimpa dirinya. Pengakuan ini dilakukan melalui media sosialnya, di mana ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan mengakui kesalahannya tanpa mencoba membenarkan tindakan yang telah dilakukannya.

Dalam surat pengakuan tersebut, Mohan menjelaskan bahwa tindakan tidak pantas yang ia lakukan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Ia menyadari bahwa tindakan tersebut telah melanggar batas antara profesional dan ranah pribadi, yang berdampak pada para pihak terkait.

Pengunduran Diri dari Jabatan di Thanksinsomnia

Bersamaan dengan pengakuan tersebut, Mohan juga secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari seluruh jabatan di perusahaan yang ia dirikan, Thanksinsomnia. Keputusan ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban langsung atas tindakan yang telah dilakukannya terhadap korban pelecehan seksual.

“Sebagai konsekuensi langsung dari tindakan yang saya lakukan, saya dengan ini menyatakan mengundurkan diri,” ujarnya dalam pernyataannya. Ia menegaskan bahwa pengunduran diri ini mencakup semua jabatan, peran profesional, dan keterlibatan publik yang ia emban saat ini di Thanksinsomnia.

Mohan juga menyampaikan penyesalan mendalam atas dampak yang telah ditimbulkan oleh perbuatan tersebut. Ia kembali memohon maaf kepada pihak-pihak yang terkena dampak dari tindakannya.

Perjalanan Awal Mohan Hazian

Sebelum menjadi pengusaha sukses, Mohan Hazian memiliki latar belakang yang cukup unik. Ia lahir di Lampung pada tanggal 4 Februari 1990, sehingga usianya baru saja menginjak 36 tahun. Sebelum berbisnis di bidang fesyen, Mohan sempat bekerja di restoran dan juga pernah mencoba berbagai pekerjaan lain seperti menjadi karyawan outlet fesyen terkenal di Senayan, nge-band, kurir, ikut casting FTV, hingga menjadi sales rokok di Jakarta.

Pada tahun 2003, Mohan mulai mengadu nasib di Jakarta dan memulai bisnisnya dengan mendirikan brand fesyen Thanksinsomnia. Saat pertama kali meluncurkan merek tersebut, ia hanya menjual tas dan hoodie di forum jual beli Kaskus. Ia memanfaatkan relasinya untuk menitipkan barang dagangan di toko temannya. Pada masa itu, belum ada marketplace yang mendukung seperti sekarang.

Mohan mengaku pernah menumpang menyimpan barang-barang di warnet yang dijaga temannya. Setelah itu, ia menyewa kamar kos dan kemudian menyewa rumah cukup besar untuk dijadikan kantor dan gudang.

Pengakuan Korban AM di Media Sosial X

Diketahui bahwa Mohan Hazian diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan. Dugaan ini disampaikan oleh terduga korban yang memiliki akun berinisial AM di media sosial X. AM mengklaim bahwa Mohan melecehkan dia pada bulan Mei 2025.

Korban mengaku sedang mendapat pekerjaan sebagai talent untuk photoshoot atau videoshoot salah satu brand. Pada saat photoshoot, korban merasa ada hal aneh. Setelah photoshoot selesai, korban diberi ajakan makan malam oleh pelaku. Di tengah perjalanan, korban dibawa masuk ke area photoshoot, tempat pelaku melancarkan aksi pelecehan.

AM berusaha melawan dengan cara mendorong, mencakar, dan memukul pelaku. Namun, korban akhirnya mencoba menenangkan diri dan terlihat baik di depan pelaku agar bisa keluar dengan selamat. Setelah peristiwa tersebut, korban mengalami trauma dan setiap kali melihat wajah pelaku, ia merasa ingin muntah.

Penutup

Mohan Hazian kini telah mengakui kesalahannya dan siap menerima konsekuensi dari tindakannya. Ia juga menyatakan bahwa ia akan terus belajar dan berbenah diri untuk menjadi lebih baik di masa depan.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *