My WordPress Blog

Ekonomi Sumbar 2025 Terpuruk, Jauh Di Bawah Bengkulu dan Jambi

Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat 2025 yang Menurun

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) pada tahun 2025 hanya mencapai 3,37 persen secara kumulatif (c-to-c), menempatkan provinsi ini di posisi ke-9 dari 10 provinsi di Pulau Sumatera. Angka ini jauh tertinggal dari pertumbuhan ekonomi provinsi lain seperti Sumut, Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, hingga Kepri.

Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS), capaian ekonomi Sumbar 2025 menunjukkan perlambatan dibandingkan pertumbuhan pada tahun 2024 yang mencapai 4,37 persen. Penurunan laju pertumbuhan ini dipengaruhi oleh dinamika pada berbagai lapangan usaha serta komponen pengeluaran yang membentuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Secara nominal, PDRB Sumatera Barat atas dasar harga berlaku tahun 2025 mencapai Rp89,27 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp51,85 triliun. Dalam struktur ekonomi Sumbar 2025, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih memegang peranan paling dominan dengan kontribusi sebesar 22,12 persen terhadap total ekonomi daerah dan tumbuh sebesar 4,14 persen.

Namun, pertumbuhan pada sektor utama ini tidak diikuti oleh performa positif pada sektor pendukung lainnya seperti Konstruksi serta Transportasi dan Pergudangan. Sektor Konstruksi di Sumatera Barat pada tahun 2025 mengalami kontraksi sebesar 1,40 persen. Hal yang sama terjadi pada sektor Transportasi dan Pergudangan yang tercatat mengalami penurunan sebesar 0,01 persen.

Kontraksi pada dua sektor ini memberikan pengaruh pada agregat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, mengingat keduanya memiliki andil yang cukup besar dalam struktur PDRB Sumbar, yaitu masing-masing 9,47 persen untuk Konstruksi dan 10,68 persen untuk Transportasi.

Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi Antarprovinsi di Pulau Sumatera

Jika melihat perbandingan antarprovinsi di Pulau Sumatera, posisi Ekonomi Sumbar 2025 berada satu tingkat di atas Provinsi Aceh yang tumbuh 2,97 persen. Sementara itu, provinsi lain mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi.

Kepulauan Riau menempati urutan pertama dengan pertumbuhan 6,94 persen, disusul Sumatera Selatan 5,35 persen, Lampung 5,28 persen, Jambi 4,93 persen, Bengkulu 4,80 persen, Riau 4,79 persen, Sumatera Utara 4,53 persen, dan Kepulauan Bangka Belitung 4,09 persen.

Dari sisi produksi, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan paling signifikan di Sumbar adalah Jasa Lainnya yang tumbuh 8,50 persen. Diikuti oleh sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial yang tumbuh sebesar 8,09 persen. Meski tumbuh tinggi, kedua sektor ini memiliki kontribusi yang relatif lebih kecil dibandingkan sektor pertanian atau perdagangan dalam struktur ekonomi Sumbar.

Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, yang merupakan kontributor terbesar kedua (16,65 persen), tercatat tumbuh sebesar 3,71 persen.

Dinamika Pengeluaran dan Impor

Melihat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan Ekonomi Sumbar 2025 banyak didorong oleh komponen Impor Luar Negeri yang melonjak hingga 34,15 persen. Namun, dalam perhitungan PDRB, komponen impor berfungsi sebagai pengurang. Di sisi lain, ekspor luar negeri juga mengalami kenaikan sebesar 17,16 persen.

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT), yang mencakup lebih dari separuh PDRB Sumbar (51,50 persen), hanya tumbuh tipis sebesar 1,65 persen sepanjang tahun 2025. Penurunan terjadi pada komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi yang terkontraksi sebesar 1,83 persen.

Selain itu, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) juga tercatat mengalami kontraksi sebesar 2,13 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya penurunan aktivitas belanja negara dan investasi fisik di wilayah Sumatera Barat selama periode tahun 2025.

Pertumbuhan Triwulanan dan Tahunan

Pertumbuhan ekonomi secara triwulanan menunjukkan bahwa pada Triwulan IV-2025, ekonomi Sumbar tumbuh 0,39 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q). Pada periode ini, lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mengalami lonjakan tertinggi sebesar 18,98 persen.

Secara tahunan (y-on-y), Triwulan IV-2025 terhadap Triwulan IV-2024 tumbuh 1,69 persen, dengan sektor Jasa Keuangan memimpin pertumbuhan sebesar 15,58 persen.

Struktur Ekonomi Nasional dan Regional

Perekonomian nasional secara umum tumbuh lebih tinggi dibandingkan wilayah Sumatera Barat. PDB Indonesia tahun 2025 tumbuh 5,11 persen dengan penggerak utama dari sisi produksi adalah Jasa Lainnya (9,93 persen) dan dari sisi pengeluaran adalah Ekspor Barang dan Jasa (7,03 persen).

Di tingkat regional, Pulau Jawa masih mendominasi ekonomi nasional dengan kontribusi 56,93 persen dan pertumbuhan 5,30 persen.

Kesenjangan Pertumbuhan Ekonomi

Data Ekonomi Sumbar 2025 menggambarkan bahwa ketergantungan pada sektor primer seperti pertanian masih sangat kuat. Namun, melambatnya sektor-sektor sekunder seperti konstruksi dan industri pengolahan (yang hanya menyumbang 8,55 persen) menjadi faktor yang memengaruhi posisi Sumatera Barat dalam klasemen pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.

Kesenjangan antara laju pertumbuhan Sumbar dengan provinsi tetangga seperti Jambi dan Riau terlihat cukup jelas pada angka statistik tahunan ini.

Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi di Pulau Sumatera Tahun 2025

  • Kepulauan Riau 6,94 persen
  • Sumatera Selatan 5,35 persen
  • Lampung 5,28 persen
  • Jambi 4,93 persen
  • Bengkulu 4,80 persen
  • Riau 4,79 persen
  • Sumatera Utara 4,53 persen
  • Kepulauan Bangka Belitung 4,09 persen
  • Sumatera Barat 3,37 persen
  • Aceh 2,97 persen
  • Rata-rata Sumatera 4,81 persen

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *