My WordPress Blog
Budaya  

10 Makanan Tahun Baru Imlek yang Diharapkan Bawa Keberuntungan

Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dan Makanan Khas yang Diharapkan Membawa Keberuntungan

Tahun Baru Imlek, perayaan paling penting bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, akan segera tiba. Tahun ini jatuh pada 17 Februari 2026. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan ini tidak lengkap tanpa berbagai hidangan khas yang memiliki makna simbolis dan dipercaya membawa keberuntungan serta kebahagiaan.

Berikut adalah sepuluh makanan khas Imlek yang biasanya disajikan dalam perayaan tersebut:

1. Pangsit (Dumpling)

Pangsit atau dumpling memiliki bentuk yang menyerupai batangan emas Tiongkok kuno. Memakannya melambangkan aliran kekayaan dan keberuntungan yang stabil. Bahan-bahannya meliputi daging cincang, daun bawang, kubis napa atau sawi putih, kulit pangsit, dan jahe. Untuk membuatnya, bungkus daging yang sudah dibumbui dengan kulit pangsit, lalu rebus hingga mengapung atau sekitar 10 menit.

2. Kue Beras Manis atau Kue Keranjang (Nian Gao)

Kue ini melambangkan “melangkah lebih tinggi dari tahun ke tahun”. Nian Gao juga menjadi simbol kemajuan dalam karier, studi, dan pertumbuhan pribadi. Bahan-bahannya meliputi tepung beras ketan, gula merah, dan kurma kering. Untuk menyajikannya, iris kue beras, celupkan ke dalam campuran telur, lalu goreng hingga lunak dengan api kecil-sedang selama sekitar empat menit.

3. Kue Lobak

Lobak dianggap sebagai lambang awal tahun yang cerah dan penuh keberuntungan. Sementara kue lobak melambangkan “naik lebih tinggi” dan “keberuntungan”. Bahan-bahannya termasuk lobak putih (daikon), tepung beras, sosis Cina, jamur, dan udang kering. Kukus lobak yang sudah dicampur tepung, lalu iris dan goreng hingga renyah dan berwarna keemasan menggunakan api sedang selama sekitar lima menit.

4. Udang Telur Asin Emas

Warna emas dari makanan ini melambangkan kekayaan, sementara “udang” dalam bahasa Kanton terdengar seperti tawa yang membawa harapan untuk tahun yang penuh sukacita. Bahan-bahannya meliputi udang besar, kuning telur asin, mentega, dan daun bawang. Goreng udang hingga matang, lalu campur dengan saus kuning telur asin selama 5-8 menit dengan api besar.

5. Poon Choi (Mangkuk Besar)

Poon Choi melambangkan “kelimpahan dan persatuan”. Disajikan dalam baskom atau mangkuk besar mewakili kebersamaan keluarga. Bahan-bahannya meliputi jamur, tiram kering, abalon, brokoli, udang, bebek, fish maw (gelembung ikan), kerang kering, dan daging panggang. Susun bahan-bahan yang sudah dimasak dalam wadah, lalu didihkan dalam saus kaya rasa selama sekitar 20 menit dengan api kecil.

6. Lo Hei (Lemparan Kemakmuran)

Lo Hei melambangkan “keberuntungan yang meningkat”. Cara memakannya dengan mengangkat tinggi-tinggi makanan ini menggunakan sumpit, menandakan kesuksesan yang tumbuh dan kehidupan yang penuh semangat di tahun baru. Lo Hei merupakan hidangan seperti salad yang terdiri dari campuran mentimun, serpihan bonito, wortel parut, pomelo atau jeruk bali, jeruk nipis, biji wijen, lobak putih, udang kering, dan salmon mentah. Tidak perlu dimasak.

7. Ikan Utuh Kukus

Ikan utuh melambangkan “kelebihan setiap tahun”. Mengonsumsinya saat Tahun Baru Imlek sama saja dengan memastikan kekayaan dan sumber daya tetap berlimpah. Bahan-bahannya meliputi cabai iris, daun bawang, daun ketumbar, jahe, dan kecap asin encer.

8. Jamur Rebus dengan Fat Choy

Makanan ini adalah makanan pokok untuk kemakmuran dan bisnis yang baik di tahun depan serta melambangkan “kekayaan dan pasar yang makmur”. Bahan-bahannya meliputi fat choy atau lumut hitam, jamur shiitake, kerang kering, dan tiram kering. Masak bahan-bahan tersebut dalam kaldu saus tiram hingga tekstur empuk dan beraroma. Gunakan api kecil sekitar 45-60 menit untuk memasaknya.

9. Ayam Saus Kecap Mawar

Ayam utuh melambangkan persatuan keluarga dan mencapai tingkat yang baru. Secara keseluruhan, makanan ini melambangkan “keberuntungan dan kemakmuran”. Bahan-bahannya meliputi ayam utuh, daun bawang, cabai, kecap asin premium, bunga lawang, lobak, bawang putih, dan jahe. Rebus ayam utuh dalam larutan kecap asin dan rempah-rempah berkualitas tinggi dengan api kecil-sedang selama 30 menit.

10. Kaki Babi Rebus

Makanan ini melambangkan “kekayaan mudah” dan “tangan yang baik” untuk meraih keberuntungan. Terbuat dari kaki babi, tahu fermentasi merah (Nam Yu), jahe, dan adas bintang atau bunga lawang. Rebus sebentar kaki babi, lalu masak perlahan bersama Nam Yu hingga kulitnya menjadi kenyal, gunakan api kecil selama 90 menit.

Dengan memasak dan menyajikan makanan-makanan ini, masyarakat Tionghoa berharap dapat membawa keberuntungan dan kebahagiaan di tahun mendatang.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *