Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terus mendorong edukasi masif terkait penyakit Kawasaki, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan jantung generasi mendatang. Prof. Dr. dr. Najib Advani, Sp.A, menekankan bahwa kunci utama dari penanganan Kawasaki adalah pemantauan yang cermat dan kesabaran orang tua dalam mengamati perkembangan gejala anak.
Pentingnya Catatan Harian Gejala Karena gejala Kawasaki sering muncul secara bertahap dan tidak sekaligus, Prof. Najib menyarankan orang tua untuk melakukan pemantauan ketat jika anak mengalami demam lebih dari tiga hari. Catatan mengenai kapan ruam muncul, kapan mata mulai memerah, hingga perubahan pada warna bibir sangat membantu dokter dalam menegakkan diagnosis.
Selain demam, pembesaran kelenjar getah bening di leher juga menjadi salah satu dari lima kriteria klinis utama Kawasaki. “Jangan mengabaikan benjolan di leher anak saat ia sedang demam tinggi. Meski tidak selalu muncul bersamaan dengan ruam, itu adalah kepingan puzzle yang penting untuk diagnosis,” ujar Najib.
Langkah yang Harus Diambil Orang Tua Jika ditemukan kombinasi antara demam tinggi selama lima hari, mata merah tanpa belek, bibir merah pecah, dan ruam kulit, Prof. Najib menghimbau agar orang tua tidak hanya fokus pada penurunan panas. Orang tua harus meminta pemeriksaan lebih mendalam kepada tenaga kesehatan mengenai kemungkinan penyakit Kawasaki.
“Kami mengingatkan tenaga kesehatan dan orang tua untuk selalu mempertimbangkan Kawasaki sebagai kemungkinan diagnosis pada anak dengan profil gejala tersebut. Segera lakukan pemeriksaan lanjutan jantung untuk memastikan kondisi pembuluh darah koroner,” tegasnya.
Pesan edukasi ini menjadi krusial karena penyakit Kawasaki bukanlah penyakit infeksi yang menular, melainkan reaksi peradangan sistemik. Dengan deteksi dini dan pemberian terapi imunoglobulin (IVIG) yang tepat pada waktunya, sebagian besar komplikasi jantung pada anak dapat dicegah. Kesadaran kolektif antara orang tua dan praktisi medis menjadi benteng utama dalam melindungi anak-anak dari ancaman jangka panjang penyakit ini.
Apakah Anda ingin saya membuatkan tabel ringkasan mengenai perbedaan gejala penyakit Kawasaki dengan campak dan infeksi virus lainnya agar lebih mudah dipahami?
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."









