My WordPress Blog
Bisnis  

Pengrajin Gneteng Majalengka Antusias tapi Hadapi Tantangan!

Peluang Besar bagi Pengusaha Genteng di Majalengka

Intruksi pemerintah terkait penggunaan genteng sebagai atap bangunan, baik untuk bangunan milik pemerintah daerah maupun masyarakat, memberikan harapan baru bagi para pengrajin dan pengusaha genteng di Kabupaten Majalengka. Sejumlah pelaku usaha menganggap bahwa kebijakan ini bisa menjadi momen penting untuk membangkitkan kembali industri mereka yang sebelumnya sempat terpuruk.

Hedy Hardian, salah satu pengusaha genteng di wilayah tersebut, menyampaikan bahwa instruksi Presiden RI ini merupakan peluang besar bagi dirinya dan rekan-rekannya. Namun, ia juga menyadari bahwa tidak semua pengusaha siap mengambil peluang ini. Banyak dari mereka yang sebelumnya memiliki pabrik besar kini harus menutup usaha akibat persaingan yang ketat dan sulitnya menjaga kualitas produk.

“Peluang ini menjadi kesempatan besar bagi pengusaha genteng untuk bangkit kembali, hanya apakah para pengusahanya siap atau tidak,” ujar Hedy. Ia menambahkan bahwa banyak pengusaha yang sudah terpuruk hingga bangkrut dan menjual pabriknya atau membiarkan pabriknya ambruk.

Pabrik yang Masih Beroperasi

Menurut Hedy, saat ini hanya dua pabrik dengan 10 mesin yang masih beroperasi, sementara beberapa pabrik lainnya sedang tutup. Ia mengaku bahwa keluarganya langsung diajak berdialog setelah ada pernyataan dari Presiden, untuk memanfaatkan peluang ini dalam menghidupkan kembali sejumlah pabrik yang telah ditutup.

Hedy meyakini bahwa kebijakan Presiden akan direspons oleh Menteri Perumahan Rakyat. Jika hal itu benar, maka permintaan genteng akan sangat tinggi, bahkan mungkin saja tidak bisa dipenuhi oleh para pengusaha Jatiwangi.

Dampak Kebijakan SE Bupati

Pada tahun 2025 lalu, adanya Surat Edaran (SE) Bupati tentang penggunaan genteng untuk sekolah-sekolah dan gedung pemerintah memberikan dampak yang signifikan. Pabrik-pabrik genteng justru kewalahan karena pesanan meningkat drastis. Menurut Hedy, pada tahun itu ada ribuan ruang kelas yang dibangun dengan atap menggunakan genteng lokal.

Namun, ia juga menyampaikan bahwa ada masalah dalam penggunaan genteng. Banyak sekolah yang menggunakan beberapa merek genteng dalam satu atap bangunan, padahal setiap merek memiliki ukuran yang berbeda-beda. Hal ini bisa menyebabkan retakan dan kebocoran di kemudian hari.

Masalah dengan Genteng Kereweng

Hedy juga menyebutkan bahwa ada banyak genteng kereweng yang sebenarnya tidak diperbolehkan digunakan. Genteng kereweng dapat menyebabkan kebocoran karena retakannya, meskipun telah dipolet (ditutup). Masalah ini bisa memengaruhi kualitas bangunan dan keselamatan pengguna.

Kesiapan Pengusaha

Untuk memaksimalkan peluang ini, Hedy menekankan bahwa pengusaha harus siap secara modal, bahan baku, dan siap memantau industri mereka agar kualitas tetap terjaga. Selain itu, aparat penegak hukum juga perlu memahami kesiapan bahan baku genteng.

Bahan Baku yang Melimpah

Menurut Hedy, bahan baku genteng saat ini masih cukup melimpah. Tanah yang sudah digali 10 tahun lalu bisa diambil bagian atasnya atau dikupas. Pengambilan tanah hanya dilakukan pada bagian atas, sehingga lokasi galian bisa berpindah-pindah.

Namun, Hedy juga khawatir jika izin pengambilan bahan baku ini terlalu rumit atau mahal. Hal ini bisa membuat biaya produksi tidak sebanding dengan nilai jual genteng. Di sisi lain, jika tidak berizin, aparat penegak hukum akan langsung datang mengintervensi, yang bisa menyulitkan pengusaha, terutama yang usahanya masih kecil.

Harapan dari Pengusaha Lain

Pengusaha lain, Ila, menyambut baik jika ada pemimpin yang benar-benar peduli dengan nasib pengusaha genteng. Menurutnya, saat ini banyak masalah yang dihadapi para pengusaha, mulai dari persaingan hingga regulasi yang kurang jelas.

“Saya harap pemerintah lebih serius dulu dan mengerti masalah yang sedang dihadapi masyarakat genteng Jatiwangi,” ungkap Ila.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *