Proyeksi Harga Emas Dunia pada Tahun 2030
Pada awal tahun 2026, harga emas dunia dan dalam negeri mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Di Indonesia, harga emas Antam menembus angka Rp 3 juta per gram, sedangkan harga global mendekati 5.000 dollar AS per troy ons. Prediksi dari ekonom Hans Kwee mengungkapkan bahwa harga emas bisa melampaui angka tersebut hingga mencapai 10.000 dollar AS per troy ons pada tahun 2030.
Proyeksi ini didorong oleh beberapa faktor utama seperti ketidakpastian ekonomi global, kebijakan moneter yang longgar, serta meningkatnya ketegangan geopolitik. Selain itu, pembelian emas secara masif oleh bank sentral dunia juga turut memperkuat tren kenaikan harga emas.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Hans menjelaskan bahwa berbagai faktor menyebabkan lonjakan harga emas global. Pertama, perlambatan ekonomi dunia yang membuat investor lebih memilih aset lindung nilai seperti emas. Kedua, kebijakan moneter yang longgar, terutama di negara-negara besar, memberikan ruang bagi inflasi yang bisa mendorong permintaan emas.
Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk konflik antara Rusia dan Ukraina, memicu peningkatan permintaan emas sebagai aset aman. Pasca-perang, banyak negara mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS setelah aset dalam bentuk dolar dibekukan.
Rekor Harga Emas di Tahun 2026
Di tengah proyeksi tersebut, harga emas dunia tercatat mencapai 4.957,10 dollar AS per troy ons pada Jumat (23/1/2026). Bahkan, harga sempat menyentuh 4.966,59 dollar AS per troy ons secara intraday. Di dalam negeri, harga emas Antam juga mengalami kenaikan signifikan, dengan harga mencapai Rp 3 juta per gram.
Banyak lembaga keuangan internasional seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank memproyeksikan pertumbuhan harga emas sekitar 20 persen sepanjang 2026. Hal ini menunjukkan bahwa tren kenaikan harga emas masih akan terus berlanjut.
Peringatan Ekonom tentang Investasi Emas
Meski prospek harga emas cerah, ekonom Anton Agus Setyawan menegaskan bahwa keputusan untuk membeli emas harus disesuaikan dengan tujuan investasi masing-masing. Jika tujuannya adalah spekulasi, maka saat ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk membeli emas. Namun, ia juga mengingatkan bahwa potensi penurunan harga tetap ada jika kondisi ekonomi global membaik.
Strategi Bijak dalam Menabung Emas
Nurul Istiqomah, pengamat ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), menilai emas masih relevan sebagai instrumen investasi meskipun harganya tinggi. Ia menyarankan masyarakat untuk membeli emas secara bijak dan terencana, menggunakan dana khusus atau uang dingin.
Menurut Nurul, strategi ini efektif untuk mempersiapkan kebutuhan jangka panjang seperti biaya pendidikan anak, pernikahan, pelunasan haji, atau pembelian rumah. Dana yang digunakan untuk membeli emas tidak boleh digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Alternatif Investasi Emas untuk Masyarakat Berdana Terbatas
Bagi masyarakat dengan dana terbatas, tersedia berbagai alternatif investasi emas seperti tabungan atau cicilan emas yang ditawarkan oleh lembaga keuangan. Skema ini memungkinkan pembelian emas secara bertahap sesuai kemampuan, sambil membantu mengalihkan pengeluaran dari konsumsi tersier.
Namun, Nurul menekankan bahwa kebutuhan dasar harus terpenuhi terlebih dahulu, serta perencanaan keuangan dilakukan secara matang.
Catatan Penting
Perlu dicatat bahwa proyeksi harga emas tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan ekonomi global dan kebijakan keuangan internasional. Oleh karena itu, investor dan masyarakat perlu terus memantau situasi ekonomi secara berkala.











