My WordPress Blog
Budaya  

Renungan Harian Obor Pemuda GMIM: Satu Tujuan, Satu Keyakinan, Satu Pikiran

Renungan Harian Obor untuk Pemuda GMIM

Pembacaan Alkitab hari ini berada dalam 1 Korintus 1:10-17. Tema renungan kali ini adalah Seia Sekata, Erat Bersatu dan Sehati Sepikir. Melalui ayat ini, kita diingatkan akan pentingnya kesatuan dalam komunitas gereja.

Mengapa Konflik Terjadi di Gereja?

Gereja seharusnya menjadi tempat di mana orang-orang percaya berkumpul, memuji Tuhan, saling peduli, dan saling menguatkan. Namun, sayangnya, banyak jemaat yang merasa kecewa karena konflik atau pertikaian yang terjadi di dalam gereja. Ada jemaat yang tidak suka dengan majelis, atau sebaliknya. Bahkan, konflik bisa terjadi antar jemaat, antar panitia, maupun antar pemimpin.

Gereja yang ideal adalah gambaran surga yang akan datang. Namun, dalam kenyataannya, kita sering melihat bahwa gereja justru penuh dengan perpecahan. Banyak orang memilih untuk keluar dari gereja, sementara yang lain tetap bertahan dan mencoba melakukan perubahan secara perlahan-lahan.

Konflik dalam Gereja Kuno

Alkitab menyatakan bahwa konflik dalam gereja sudah ada sejak zaman awal. Contohnya, dalam jemaat Korintus, terdapat perselisihan karena adanya golongan-golongan yang merasa lebih baik daripada yang lain. Mereka menyebut diri sebagai golongan Paulus, Kefas, Apolos, atau bahkan Golongan Kristus.

Kota Korintus memiliki posisi strategis karena letak pelabuhannya yang menguasai persimpangan internasional. Hal ini membuat masyarakatnya sangat beragam, termasuk dalam kehidupan persekutuan jemaat. Keberagaman ini juga memengaruhi cara mereka berinteraksi satu sama lain, sehingga memicu munculnya perpecahan.

Pentingnya Kesatuan dalam Gereja

Sobat Obor, konflik yang mewarnai gereja dari zaman ke zaman menunjukkan bahwa tidak ada gereja yang sempurna. Setiap gereja pasti pernah mengalami konflik. Namun, kita harus ingat bahwa gereja adalah kumpulan orang-orang berdosa yang sedang dalam proses pengudusan. Oleh karena itu, konflik tidak dapat dihindari.

Hendaknya kita saling mengasah satu sama lain, belajar rendah hati, memaafkan, dan saling menguatkan. Menjaga kesatuan dalam komunitas merupakan kunci pertama untuk hidup dalam kasih dan damai. Dengan cara: seia sekata, sepikir, saling mengasihi, penyayang, rendah hati, serta tidak membalas jahat dengan jahat.

Kuasa Anak-anak Allah

Setiap orang yang percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi diberi kuasa menjadi anak-anak Allah dan warga kerajaan sorga. Oleh karena itu, kita harus menjaga komunitas gereja dengan cara meminimalkan hal-hal yang bisa merusak kesatuan.

Rahasia hidup dalam kasih dan damai adalah dengan berusaha meminimalkan hal-hal yang dapat merusak komunitas. Rasul Paulus memberi nasihat agar kita dalam perkumpulan seia-sekata, jangan ada perpecahan, tapi harus erat bersatu dan sehati sepikir (ayat 1).

Dengan demikian, kesatuan akan terwujud jika kita memandang Yesus sebagai satu-satunya pemersatu kita. Yesus harus menjadi pusat yang lebih tinggi dari pendapat maupun tradisi kita. Kita harus meninggikan Dia di atas segala sesuatu. Amin.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *