Tradisi Ziarah Kubur Menjelang Puasa Ramadhan
Ziarah kubur merupakan salah satu tradisi yang rutin dilakukan oleh masyarakat Indonesia menjelang bulan puasa Ramadhan. Tradisi ini memiliki makna mendalam, yaitu untuk mendoakan arwah keluarga besar yang telah lebih dulu menghadap sang ilahi agar selalu diberikan tempat terbaik dan diampuni segala dosanya. Namun, sebelum melaksanakan ziarah kubur, ada beberapa tata cara dan adab yang perlu diketahui oleh setiap muslim.
Berikut adalah beberapa cara dan adab yang bisa diikuti apabila Anda akan melangsungkan ziarah kubur di Bulan Syaban menjelang Puasa Ramadhan 1447 Hijriyah.
Tata Cara Ziarah Kubur Menjelang Puasa Ramadhan
1. Berwudhu Terlebih Dahulu
Sebelum berangkat ke perkuburan, dianjurkan untuk melakukan wudhu terlebih dahulu dari rumah. Setelah itu, berniat untuk menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW dan mendoakan para ahli kubur. Wudhu membantu membersihkan diri secara fisik dan spiritual sebelum melakukan ibadah.
2. Mengucapkan Salam
Ketika sampai di areal perkuburan, peziarah dianjurkan menyampaikan salam untuk ahli kubur. Berikut bacaannya:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
Assalaamu’alaikum ahlad diyaari minal mukminin wal Muslimati wa inna insya Allahu bikum laahiquun, Nas alullaha lana walakumul ‘aafiyah.
Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai ahli kubur dari kalangan orang-orang mukmin. Dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah buat kami dan kalian akan keselamatan.”
Atau dengan ucapan berikut:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
Asslamua’alaykum Daaro Qoumim Mukminina, wa Inna Insya Allah Bikum Laa hiquun.
Artinya: “Keselamatan untuk kalian, wahai penghuni rumah kaum mukminin. Kami insya Allah akan menyusul kalian.” (HR Muslim No 249)
3. Tidak Duduk di Atas Kuburan
Setiap peziarah dianjurkan mencari tempat nyaman di sisi kuburan. Tidak dibenarkan duduk di atas kuburan atau batu nisan agar tidak menyakiti ahli kubur. Dalam satu Hadits riwayat Al-Bukhari disebutkan bahwa orang yang meninggal dunia (ahli kubur) dapat mendengar suara sandal orang-orang yang mengiringinya, saat mereka meninggalkan kuburnya.
4. Membaca Istighfar (3 Kali)
Dianjurkan membaca kalimat istighfar sebagai wujud penghambaan kepada Allah.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
AstaghfirulloHal ‘Adzim, Alladzi La ilaha Illa Huwal hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi.
Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
5. Membaca Surah Al-Fatihah untuk Penghuni Kubur
Dianjurkan membaca Surah Al-Fatihah yang pahalanya diniatkan untuk ahli kubur. Berikut kalimat pengantarnya:
اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Surat Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…” (Membaca Al-Fatihah).
6. Mengirim Al-Fatihah untuk Orang Tua Atau Keluarga
Sebelum berdoa dianjurkan mengirim Surat Al-Fatihah kepada orang tua atau keluarga yang meninggal dunia. Berikut lafaznya:
Al-Fatihah ila Ruuhi Abi…Bin… (sebutkan nama Ayah atau suami), Lahul Faatihah.
Lanjutkan dengan membaca ayat-ayat berikut:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Bismillahir Rahmanir Rahim. Alhamdu lillahi Rabbil ‘Aalamin. Arrahmaanirrahiim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash-shirraatal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim, Ghairil Maghduubi ‘Alaihim wa Ladh-dhaalliin. (QS Al-Fatihah ayat 1-7)
7. Membaca Ayat-ayat Al-Qur’an
Beberapa ayat yang dianjurkan dibaca antara lain:
– Awal Surat Al-Baqarah ayat 1-5
– Ayat Kursi
– Dua Ayat Terakhir Al-Baqarah
– Surat Al-Ikhlas 3 kali
– Surat Al-Falaq 1 kali
– Surat An-Nas 1 kali
– Membaca Tahlil dan Sholawat Nabi
8. Doa untuk Ahli Kubur
Berikut beberapa doa yang bisa dibaca:
اللهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, afiatkan dia dan maafkanlah dia.” Untuk perempuan, kata ganti “Hu” dengan “Ha”.
اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ بِالقُرْآنِ العَظِيْمِ رَحْمَةً وَاسِعَةً، وَاغْفِرْ لَهُ مَغْفِرَةً جَامِعَةً يَا مَالِكَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah rahmat yang luas kepadanya (arwah ahli kubur) dengan berkat Al-Qur’an yang agung, ampunilah ia dengan ampunan yang luas, wahai Penguasa dunia dan akhirat, Tuhan sekalian alam.”
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ فِيْ قَبْرِهِ الرَّحْمَةَ وَالضِّيَاءَ وَالنُّوْرَ، وَالبَهْجَةَ وَالرَوْحَ وَالرَيْحَانَ وَالسُّرُوْرَ، مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ البَعْثِ وَالنُّشُوْرِ، إِنَّكَ مَلِكٌ رَبٌّ غَفُوْرٌ
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah di kuburnya (almarhum fulan) rahmat, sinar, cahaya, kegembiraan, kesenangan, keharuman, dan kebahagiaan sejak hari ini hingga hari kebangunan dan kebangkitan. Sungguh, Engkau penguasa, Tuhan yang Maha pengampun.”
اللَّهُمَّ اِنَّهُ نَزَلَ بِكَ وَاَنْتَ خَيْرُ مَنْزُوْلٍ بِهِ وَاَصْبَحَ فـَـقِـيْرًا اِلـَى رَحْمَتِكَ، وَاَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ وَقـَـدْ جِئْنَاكَ رَاغِبِيْنَ اِلـَـيْكَ شُفـَـعَاءَ لـَـهُ، اللـّٰهُمَّ اِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِيْ اِحْسَانِهِ وَاِنْ كـَانَ مُسِيْئًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ وَلـَـقـِّـهِ بِرَحْمَتِكَ رِضَاكَ وَقِهِ فِتْنَةَ اْلقـَـبْرِ وَعَــَذابَهُ وَافْسَحْ لـَـهُ فِيْ قـَــبْرِهِ وَجَافِ اْلاَرْضَ عَنْ جَنْبَيْهِ وَلـَــقِّـهِ بِرَحْمَتِكَ اْلاَمْنَ مِنْ عَذَابِكَ حَتَّى تَبْعَثَــهُ آمِنًا اِلـَى جَنَّتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Artinya: “Ya Allah, dia kembali kepada-Mu. Engkau adalah sebaik-baik tempat kembali. Ia membutuhkan rahmat-Mu. Sementara Engkau tidak perlu menyiksanya. Kami mendatangi-Mu seraya mengharap kepada-Mu agar dapat memberikan syafa’at baginya. Ya Allah, jika ia orang baik, maka tambahkanlah kebaikannya. Jika ia orang jahat, maka maafkanlah keburukannya. Pertemukan ia dan ridha-Mu berkat rahmat-Mu. Peliharalah ia dari fitnah dan azab kubur. Lapangkanlah kuburnya. Jauhkanlah dinding bumi dari kedua sisi badannya. Pertemukanlah ia dan keamanan berkat rahmat-Mu dari azab-Mu hingga Engkau membangkitkannya dalam keadaan aman menuju surga-Mu berkat rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Pengasih.”











