My WordPress Blog
Bisnis  

PTMR dijual ke perusahaan Singapura senilai Rp141,45 miliar



JAKARTA — PT Mitra Pack Tbk. (PTMP) melakukan transaksi divestasi anak usahanya, yaitu PT Master Print Tbk. (PTMR), kepada Deep Source Ptd. Ltd. (DS) dengan nilai transaksi sebesar Rp141,45 miliar atau sebanyak 1,45 miliar saham yang mencakup 76,42% kepemilikan perseroan.

Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan, transaksi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pengelolaan portofolio investasi secara optimal serta penguatan struktur permodalan perseroan.

“Transaksi ini dilakukan berdasarkan pertimbangan komersial yang wajar dan diyakini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi perseroan, antara lain peningkatan likuiditas, efisiensi pengelolaan aset, serta penguatan posisi keuangan perseroan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.

PTMR merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan lainnya, serta perdagangan besar produk lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain. Selain itu, PTMR juga memiliki aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mesin, peralatan, dan barang berwujud lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain, serta perdagangan besar suku cadang elektronik dan bahan serta barang kimia.

Kepemilikan saham PTMR sebesar 0,77% dimiliki oleh Ardi Kusuma, sedangkan sisanya sebesar 22,81% dimiliki oleh publik.

Sementara itu, Deep Source Pte. Ltd. adalah perusahaan asal Singapura yang bergerak di lini usaha perdagangan komoditas bijih besi, bijih nikel, bijih krom, dan bijih mangan. Perusahaan ini merupakan anak usaha langsung dari Deep Source Holdings Limited yang menggenggam 100% saham.

Dalam keterbukaan informasi ini, PTMP juga mengumumkan transaksi pembelian aset tetap milik Ardi Kusuma senilai Rp37,43 miliar, serta melakukan pembelian aktiva dan kewajiban atas PTMR sebesar Rp102,18 miliar.

Manajemen menjelaskan bahwa transaksi pembelian aset tetap dilakukan dalam rangka mendukung kegiatan efektivitas kegiatan operasional dan optimalisasi penggunaan aset. Aset yang akan diperoleh oleh perseroan memiliki nilai strategis serta relevan dengan kebutuhan usaha perseroan saat ini dan di masa yang akan datang.

Sementara itu, transaksi pembelian aktiva dan kewajiban PTMR dilakukan sebagai salah satu langkah strategis perseroan dalam rangka restrukturisasi internal untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan usaha perseroan secara keseluruhan serta dalam kaitannya dengan transaksi akuisisi PTMR.

Pelaksanaan transaksi ini juga bertujuan untuk menyatukan pengelolaan bisnis, aset, dan kewajiban yang sebelumnya berada dimiliki oleh PTMR agar dapat dikelola secara langsung oleh PTMP, sehingga struktur operasional dan keuangan perseroan menjadi lebih optimal dan terintegrasi.

Pelaksanaan transaksi akuisisi PTMR disepakati dalam perjanjian jual beli saham (Conditional Shares Purchase and Agreement) tanggal 11 November 2025 yang dibuat antara PTMP dan Ardi Kusuma selaku penjual dan Deep Source Pte. Ltd. selaku pembeli, kemudian diubah dengan Adendum Perjanjian Jual Beli Saham dalam PT Master Print Tbk. tertanggal 22 Januari 2026.

Sementara itu, pelaksanaan transaksi pembelian aset tetap milik Ardi Kusuma disepakati dalam perjanjian induk tertanggal 23 Januari 2026. Di sisi lain, pelaksanaan transaksi pembelian aktiva dan kewajiban PTMR dituangkan dalam perjanjian induk tertanggal 23 Januari 2026.

Adapun, RUPSLB mengenai rencana transaksi akuisisi PTMR dan RUPSLB Independen mengenai transaksi pembelian aset tetap dan transaksi pembelian aktiva dan kewajiban akan diadakan pada tanggal 3 Maret 2026 pada tempat dan waktu yang akan diperincikan pada Pemanggilan RUPSLB dan RUPSLB Independen yang akan disampaikan pada tanggal 9 Februari 2026.

“Perseroan meyakini bahwa pelaksanaan rencana transaksi ini akan memberikan manfaat ekonomi bagi perseroan, antara lain berupa peningkatan efisiensi operasional, penyederhanaan struktur organisasi, serta penguatan posisi keuangan perseroan secara konsolidasi,” kata manajemen.

Menilik gerak saham emiten di lantai bursa, PTMP ditutup melemah 3,33% ke Rp87 pada perdagangan Jumat (23/1/2026). Kendati terkoreksi, level harga dalam penutupan perdagangan tersebut mencerminkan pertumbuhan 4,82% secara year-to-date (YtD).

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *