Fenomena Angin Kencang di Kabupaten Sleman
Angin kencang yang melanda Kabupaten Sleman sejak Jumat (23/1/2026) petang dan berlanjut hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 19.00 WIB menimbulkan dampak signifikan terhadap masyarakat dan infrastruktur. Fenomena ini dipicu oleh aktivitas angin kencang di lapisan udara atas, yaitu pada tekanan 925 mb (762 meter) di sekitar wilayah Jawa dengan kecepatan berkisar antara 10–45 Knots (18–83 km/jam). Meski tidak langsung berasal dari lokasi siklon, pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana di sekitar Pantai Barat Laut Australia turut memperkuat dinamika atmosfer tersebut.
Fenomena ini bersifat lokal dan sementara, namun tetap berpotensi menimbulkan dampak seperti pohon tumbang, kerusakan ringan bangunan, serta gangguan aktivitas masyarakat. Dalam pernyataannya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, menyebutkan bahwa angin kencang dirasakan di 14 kapanewon, 33 kalurahan, dan 76 padukuhan di Kabupaten Sleman.
Beberapa titik kejadian yang dilaporkan mencakup:
* Pohon tumbang sebanyak 96 pohon
* Kerusakan jaringan listrik sebanyak 18 titik
* Kerusakan fasilitas umum sebanyak 1 titik
* Kerusakan tempat usaha sebanyak 6 titik
* Total ada 117 titik kejadian
Dampaknya juga mengakibatkan dua orang meninggal dunia karena tertimpa pohon tumbang. Selain itu, ada warga yang mengalami luka ringan, sedang, hingga berat. Berdasarkan informasi yang diperoleh, satu luka ringan sudah ditangani PMI Sleman, empat luka sedang dan satu luka berat dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Potensi Angin Kencang Masih Ada
Meskipun fenomena ini telah berlalu, pihak BPBD Kabupaten Sleman masih memperingatkan masyarakat bahwa potensi angin kencang masih bisa terjadi. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho, bangunan yang rentan, saat angin kencang terjadi.
Penyebab Angin Kencang
Sejumlah wilayah di DIY, termasuk Sleman dan Kota Yogyakarta, dilanda angin kencang sejak Jumat (23/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026). Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), angin kencang ini dipengaruhi oleh kemunculan Siklon Tropis Luana di Pantai Barat Laut Australia. Meski lokasinya cukup jauh, kemunculan siklon tersebut berpengaruh secara tidak langsung terhadap kecepatan angin di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk DIY.
Siklon tropis tersebut memicu aktivitas angin kencang di lapisan udara atas yakni 925 mb (762 meter) di sekitar wilayah Jawa dengan kecepatan berkisar antara 10–45 Knots (18–83 km/jam). BMKG pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Warga diharapkan tidak berteduh di bawah pohon atau baliho, bangunan yang rentan, saat angin kencang terjadi. “Untuk beberapa hari ke depan kecepatan angin diprediksi menurun,” jelasnya.
Apa Itu Siklon Tropis Luana?
Asal-usul:
Berawal dari Bibit Siklon Tropis 91S yang berkembang menjadi siklon pada 24 Januari 2026 pukul 01.00 WIB.
Lokasi:
Terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.
Intensitas:
Awalnya cukup kuat, namun diperkirakan melemah menjadi Low dalam 24 jam dan bergerak menjauhi Indonesia ke arah tenggara.
Dampak cuaca:
Hujan sedang hingga lebat di NTT, Bali, NTB, Jawa Timur, dan Jawa Tengah bagian timur. Angin kencang yang terasa hingga Yogyakarta dan sekitarnya. Gelombang tinggi 4–6 meter di perairan Laut Flores, Laut Sumbawa, Selat Alas, Selat Sape, dan Laut Arafuru.
Dampak di Wilayah Indonesia
- Nusa Tenggara Timur (NTT): Hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang berbahaya bagi pelayaran.
- Jawa Timur & Jawa Tengah bagian timur: Angin kencang dan hujan intensitas sedang.
- DIY (Yogyakarta): Angin kencang dilaporkan di Sleman, dipicu oleh dinamika atmosfer yang diperkuat pengaruh siklon.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











