Kabar Duka: Lucky Widja, Vokalis Element, Meninggal Dunia
Lucky Widja, vokalis band Element, meninggal dunia pada Minggu malam, 25 Januari 2026, di Rumah Sakit Halim, Jakarta Timur, pukul 22.26 WIB. Kepergian sosok yang dikenal sebagai salah satu ikon musik Indonesia ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan sejawat, serta para penggemarnya.
Sebelum dikenal sebagai musisi, Lucky terlebih dahulu menapaki dunia hiburan sebagai model. Ia kerap tampil di sejumlah majalah remaja pada era 1990-an. Selain itu, ia juga pernah menjajal dunia akting dan tampil dalam beberapa film atau sinetron Indonesia. Namanya mulai dikenal luas setelah bergabung dengan band Element, yang dibentuk pada tahun 1997.
Profil Singkat Lucky Widja
Lucky Widja memiliki nama lengkap Lucky Widjatmoko. Ia lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 1 September 1976. Sebagai sosok multitalenta, Lucky tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, dan produser musik, tetapi juga mantan model Indonesia. Karier musiknya melejit setelah menjadi vokalis Element, yang membawanya ke puncak kesuksesan.
Bersama Element, Lucky menjadi sosok sentral di balik kesuksesan band tersebut menembus pasar musik arus utama Indonesia. Lagu-lagu pop romantis mereka sangat dekat dengan pengalaman emosional pendengarnya. Beberapa album yang telah dilahirkan oleh Lucky bersama Element antara lain: Hanyalah Cinta (1999), Kupersembahkan Nirwana (2001), Paradoks (2002), Dialog (2004), Resonansi (2006), dan Terang (2008).
Beberapa lagu yang masih dikenang hingga kini antara lain “Rahasia Hati”, “Cinta Sejati”, “Cinta Tak Bersyarat”, “Ku Persembahkan Nirwana”, dan “Maaf Dari Surga”. Lagu-lagu tersebut tidak hanya menjadi hits pada masanya, tetapi juga bertahan sebagai referensi musik pop Indonesia lintas generasi.
Kiprah Profesional dan Karier Solo
Selain berkiprah bersama Element, Lucky juga sempat mengeksplorasi karier solo, serta terlibat dalam berbagai proyek musik di luar Element. Tidak hanya sebagai penyanyi, ia juga aktif dalam proses kreatif, termasuk penulisan lagu dan pengembangan musikalitas Element.
Beberapa peran profesional yang pernah dijalani oleh Lucky antara lain:
* Pendiri Band Element (1999)
* Co-founder MS Musik Indonesia (sejak Juli 2019)
* Chief Executive Officer The Bencoole (Juli 2021–Agustus 2022)
* Head of Business Development Rans Music (September 2018–April 2020)
* Head of Creative Pendulum Arta Media (April 2015–November 2019)
Kehidupan Pribadi
Lucky Widja menikahi Aleima Sharuna pada tahun 2013. Keduanya dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Alzion Vardhana Wijadiputra. Lucky dan Aleima menjalani rumah tangga dengan harmonis dan jauh dari kabar miring.
Riwayat Penyakit
Di tengah kariernya yang cemerlang, Lucky sempat menghadapi tantangan besar terkait kondisi kesehatannya. Pada 2022, ia didiagnosis mengidap tuberkulosis ginjal, penyakit langka yang menyerang saluran kemih secara menyeluruh. Kondisi tersebut membuat berat badannya turun drastis, dari sekitar 84 kilogram menjadi sekitar 62 kilogram.
Ia mengungkapkan hal ini dalam obrolan dengan Ferdy Tahier pada tahun 2023. “Gue kena sakit agak aneh, sangat jarang sebenarnya, gue kena TB ginjal,” ujarnya. “Tuberkulosis ginjal, di seluruh bagian bawah badan, ginjal, ureter, kandung kemih, uretra, kena semua, semua saluran kencing ke bawah kena semua.”
Meski sedang berjuang melawan penyakit, Lucky tetap menjalani pengobatan rutin dan tetap manggung bersama Element.
Meninggal Dunia
Setelah berjuang melawan sakitnya, Lucky Widja dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (25/1/2026) malam. Melalui unggahan rekan satu band sekaligus sahabat dekatnya, Ferdy Tahier, melalui Instagramnya, pada Senin (26/1/2026), ia menyinggung almarhum kini telah terbebas dari rasa sakit yang diidapnya selama ini.
Dalam unggahannya, Ferdy menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian Lucky, sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan musik Element. “Selamat jalan sahabat gw, ade gw, partner gw di panggun, lo udah tenang, ga sakit lagi, ga butuh cuci darah lagi, ga perlu oxygen lagi, lo happy skrg, bisa muda lagi,” tulis Ferdy Tahier.
Sejumlah musisi serta rekan seprofesi turut menyampaikan belasungkawa dan doa melalui media sosial, mengenang sosok Lucky sebagai pribadi yang ramah dan berdedikasi tinggi terhadap musik.
Jenazah Lucky Widja disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan Haji Tholib, Cipete Utara, Jakarta Selatan. Dari informasi yang beredar, almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Senin, 26 Januari 2026, setelah pelaksanaan Salat Dzuhur.
Kepergian Lucky Widja menjadi kehilangan besar bagi industri musik nasional. Karya dan suaranya akan terus hidup dalam lagu-lagu yang telah ia persembahkan untuk para penikmat musik Indonesia.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











