My WordPress Blog

Ratu Botani Solo: Warisan Leluhur Jadi Gaya Hidup Modern dan Solusi Kesehatan Masa Depan

Pengalaman dan Perjuangan Yerma Ermaningsih dalam Melestarikan Khasiat Rempah Nusantara

Ratusan botol minuman rempah berbaris rapi di etalase, menyambut hangat kedatangan wartawan di rumah produksi Ratu Botani Solo (RBS), Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah, pada awal Januari 2026 lalu. Bahkan, sebelum kaki melangkah melewati ambang pintu kayu, aroma harum empon-empon segar sudah lebih dulu menyapa indra penciuman.

Sang pemilik, Yerma Ermaningsih, menyambut dengan senyum tulus sembari menawarkan minuman racikan kunyit, jahe merah, hingga garam Himalaya—jadi teman mendengarkan kisah perjuangannya melestarikan khasiat rempah Nusantara.

“Saya belajar meracik herbal sampai Cina di 2005, bolak-balik sampai beberapa tahun,” katanya.

Pulang dari Negeri Tirai Bambu, Yerma kemudian membuka pengobatan alternatif dengan metode pemberian bahan rempah alami kepada para pasien. Kesuksesan tersebut kemudian dilanjutkan dengan mendirikan Ratu Botani, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berfokus pada produksi jamu dan herbal, pada bulan Mei 2021.

Tujuan utamanya adalah mendorong masyarakat mengurangi konsumsi bahan kimia dan mengubah pemikiran semua kalangan bahwa jamu dapat menjadi minuman favorit.

“Misi lainnya, saya ingin memperkenalkan warisan leluhur kepada seluruh masyarakat Indonesia serta mancanegara tentang pentingnya menggunakan bahan-bahan alami untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan,” kata Yerma.

Kini, Ratu Botani telah memiliki 65 macam produk. Tidak hanya minuman jamu tradisional, tetapi juga merambah kebutuhan sehari-hari berbahan dasar rempah, seperti kosmetik, sabun, sampo, handbody, body butter, minyak terapi ratus, lulur, aromaterapi, sambal rempah, dan probiotik. Setiap produk dijual dengan harga antara Rp15.000–Rp150.000.

“Ratu Botani Solo juga mulai merambah ke pengembangan pupuk organik cair maupun granul, menyesuaikan dengan kebutuhan swasembada pangan di Indonesia,” urai perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pawon Rempah Solo (Pareso) ini.

Sementara itu, dalam sebulan kapasitas produksi bervariasi tergantung jenis produk dan segmen pasar, mulai dari 200–500 produk. Proses produksi dilakukan oleh empat karyawan.

Untuk bahan baku, Yerma mendapatkan pasokan dari petani lokal, petani binaan Ratu Botani Solo, serta pemasok terpercaya di Solo Raya.

“Untuk pasarnya sendiri, saya menargetkan semua kalangan masyarakat, baik anak-anak hingga lanjut usia, di berbagai wilayah dalam negeri maupun luar negeri,” tambahnya.

Cerita Berkesan dari Para Pelanggan

Selama menjajarkan produk herbal, Yerma kerap mendapatkan berbagai cerita berkesan dari para pelanggan setianya. Mulai dari hal sepele seperti pasien dengan keluhan batuk, flu, maupun radang yang sembuh setelah mengonsumsi racikan jahe merah kencur kurma (jamecurma).

“Saat itu juga langsung sembuh, plong katanya. Juga untuk stamina, minum RBS Booster yang awalnya ngantuk terus jadi kuat, tenaga dan pikiran lebih segar. Ada pasien ingin menurunkan berat badan minum jahe kunir sirsak (janirsak) booster. Dalam sebulan bisa turun 3–7 kg. Mereka sangat senang,” lanjut Yerma.

Cerita yang lebih serius terjadi ketika Yerma mendapati pasien penderita kanker tiroid yang menjalani terapi rempah-rempah.

“Saya jadwalkan maksimal tiga bulan, alhamdulillah dalam empat minggu sudah hilang. Ada juga yang terkena tumor kista. Saya sarankan USG terlebih dahulu, kemudian kami lakukan terapi. Awalnya diameter kista 25–30 sentimeter, dalam dua bulan tinggal 5–10 sentimeter,” imbuhnya.

Jamu Harus Mengikuti Perkembangan Zaman

Bagi Yerma, menjaga kualitas jamu dan rempah-rempah di masa mendatang sangat krusial agar warisan budaya ini tetap relevan, aman, dan kompetitif di pasar global.

“Mengapa menjaga kualitas jamu dan rempah di Ratu Botani Solo sangat penting? Karena keamanan dan kepercayaan konsumen. Di era digital, transparansi sangat diutamakan,” ungkapnya.

Menurut Yerma, menjaga kualitas melalui standar produksi yang bersih dan bebas bahan kimia obat (BKO) merupakan kunci mempertahankan kepercayaan konsumen yang semakin peduli kesehatan.

Di sisi lain, modernisasi tidak bisa dihindari. Agar mengikuti perkembangan zaman, jamu kini hadir dalam bentuk praktis seperti minuman siap minum (ready-to-drink), sirup, simplisia, kapsul, atau bubuk instan.

Ratu Botani Solo mengutamakan kualitas pengolahan dan memastikan khasiat alami tanaman herbal tidak hilang selama proses modernisasi.

Menjaga kualitas juga berarti memperhatikan rantai pasok, mulai dari pemilihan bibit hingga teknik panen berkelanjutan. Hal ini penting untuk menjaga ekosistem tanaman obat Indonesia tetap lestari bagi generasi mendatang.

Yerma menilai jamu kini bukan sekadar obat tradisional, melainkan bagian dari gaya hidup preventif.

“Untuk mendukung gerakan ini, melalui perkembangan teknologi industri, produksi jamu Ratu Botani Solo mengacu pada standarisasi Direktorat Obat Tradisional BPOM di Indonesia,” tandasnya.

Harus Tetap Jadi Konsumen yang Cerdas

Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr. (Cand.) Dr. Inggrid Tania, M.Si., melihat produk herbal makin digemari, terlebih pascapandemi Covid-19.

“Ada kesadaran betapa pentingnya gaya hidup sehat. Misalnya menyangkut nutrisi dengan mengutamakan asupan bahan-bahan alami atau yang berasal dari tanaman,” katanya saat dihubungi, Senin (6/1/2026).

Terkait penggunaan produk herbal, lanjut Dr Inggrid, masyarakat terbagi menjadi dua kelompok. Pertama, masyarakat yang skeptis atau terlalu tidak percaya terhadap herbal, sehingga menjadi tantangan untuk diedukasi bahwa herbal juga aman dan memberikan khasiat. Kedua, ada yang over percaya terhadap herbal, seakan-akan semua herbal itu pasti aman.

Oleh karenanya, Dr Inggrid mengimbau masyarakat untuk tetap menjadi konsumen yang cerdas dan kritis, serta tidak langsung percaya pada testimoni dari segelintir orang terkait khasiat produk herbal.

“Seakan-akan semua herbal itu pasti aman. Padahal tidak selalu seperti itu. Penting untuk memperhatikan cara mengonsumsi herbal secara tepat. Bagaimana memilih produk herbal, pastikan sudah berizin dan terdaftar di BPOM,” pungkasnya.

Komitmen Zymuno

PT Etos Kreatif Indonesia, produsen produk madu herbal Zymuno turut mendukung tren gaya hidup sehat masyarakat. Zymuno menggabungkan ekstrak daun kelor, meniran hijau, temulawak, dan temu putih, yang memiliki formula untuk mendukung sistem imun secara alami.

Inovasi ini pada akhirnya berbuah manis dengan diraihnya penghargaan Top Innovation Choice Award 2024, yang diselenggarakan oleh Trans N Co Indonesia dan Infobrand.id.

Vice President (VP) Brand Strategy Zymuno, Damayanti mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bahan bakar semangat untuk terus berinovasi di masa depan.

“Kami akan semakin melakukan komitmen untuk selalu melakukan inovasi untuk mencapai produk-produk yang berkualitas dan untuk bisa memenuhi kebutuhan dan kesehatan dari konsumen Indonesia,” katanya, dikutip dari kanal YouTube INFOBRAND TV, yang tayang pada 3 Desember 2024 lalu.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *