Profil Pevita Pearce
Pevita Pearce adalah seorang artis Indonesia yang dikenal dengan ketakutan terhadap suara token listrik. Pengalaman menegangkan ini membuatnya sempat mengira suara tersebut adalah bom. Siapa sebenarnya Pevita Pearce?
Pevita Cleo Eileen Pearce, lebih dikenal sebagai Pevita Pearce, lahir pada 6 Oktober 1992. Ia merupakan seorang model dan aktris ternama di tanah air. Pevita memulai kariernya di dunia hiburan melalui sinetron “Mutiara Hati” sebagai Tara, sebelum beranjak ke layar lebar.
Pada tahun 2008, Pevita mendapat peran utama dalam film “Lost in Love” sebagai Tita. Di usia 16 tahun, ia dinominasikan sebagai Aktris Terbaik pada Festival Film Indonesia 2008, menjadi nominator termuda dalam sejarah penghargaan pemeranan utama. Rekor ini sebelumnya dipegang oleh Laudya Cynthia Bella untuk film “Virgin” pada 2005.
Namun, rekor Pevita kemudian dipecahkan pada 2011 oleh tiga aktris muda yang masing-masing berusia 12, 14, dan 15 tahun. Meski begitu, prestasi Pevita tetap menjadi bukti bakat luar biasanya sejak usia muda.
Pevita juga dikenal lewat film “Denias, Senandung di Atas Awan” pada 2006 sebagai Angel. Film ini menjadi awal kariernya di dunia perfilman setelah sebelumnya ia tampil dalam sinetron.
Selain karier di bidang hiburan, Pevita juga memiliki latar belakang keluarga yang menarik. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara, dengan ayah yang berasal dari Wales, Inggris, dan ibu dari Banjarmasin. Pevita pernah menjalin hubungan dengan Anindyo Baskoro, personel grup band RAN, namun hubungan tersebut berakhir pada 2012.
Pada 2012, Pevita memutuskan untuk melanjutkan studinya di New York, khususnya dalam bidang teater. Namun, pada 2016, ia didiagnosis memiliki tumor di payudaranya dan harus menjalani operasi di Rumah Sakit Prince Court Medical Hospital, Kuala Lumpur, Malaysia.
Kekhawatiran Pevita Pearce terhadap Bunyi Token Listrik
Baru-baru ini, Pevita Pearce menjadi sorotan karena pengalamannya panik mendengar bunyi misterius di rumahnya. Dalam unggahan Instagram Stories-nya, ia mengungkapkan bahwa suara tersebut membuatnya merasa takut dan mengira ada bahaya.
Pevita menyebutkan bahwa sejak pagi hari, ia terus mendengar bunyi “tut-tut-tut” yang tidak berhenti. Karena tidak tahu sumber suara tersebut, pikirannya langsung dipenuhi oleh berbagai kemungkinan buruk. Ia bahkan mengira suara itu seperti hitungan mundur bom atau tanda ledakan.
“Jadi dari pagi tadi itu ada bunyi-bunyi yang bikin aku takut banget, karena tut tut tut tut,” ujarnya dalam video.
Setelah menelusuri asal suara, Pevita akhirnya menyadari bahwa bunyi tersebut berasal dari meteran listrik prabayar di rumahnya. Suara itu menandakan pulsa token listriknya hampir habis dan perlu diisi ulang.
Kesadaran ini justru membuat Pevita tertawa atas kepanikannya sendiri. Ia juga membagikan cerita lucu tentang letak kWh meter yang terlalu tinggi, sehingga ia harus menggunakan tangga untuk mengaksesnya.
“Mas token, kenapa itu dipasang tinggi banget? Aku kan enggak sampai, aku (jadinya) harus naik tangga,” ujarnya sambil tertawa.
Pevita Pearce, dengan segala keunikan dan pengalaman hidupnya, terus menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dari kariernya di dunia hiburan hingga momen lucu dan menegangkan, ia selalu menunjukkan sikap yang positif dan humoris.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











