My WordPress Blog
Budaya  

Ramai Mencari Durian ke Baduy: Buah Alami dengan Rasa Manis Lebih Segar

Wisatawan Ramai Berkunjung ke Kawasan Baduy Saat Libur Panjang

Pada libur panjang Isra Mikraj, kawasan wisata Baduy di Banten menjadi tujuan utama bagi banyak wisatawan. Mereka datang untuk menikmati panorama alam yang asri dan juga mencoba durian khas Baduy yang terkenal lezat.

Anas, seorang guru dari salah satu SMA di Tangerang, mengatakan bahwa kunjungan ini dilakukan bersama rombongan sekolah. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi kepada siswa tentang kehidupan masyarakat Baduy yang masih mempertahankan kearifan lokal serta menjaga alam dan lingkungan.

Menurut Anas, kawasan Baduy memiliki kondisi alam yang sangat menarik dengan topografi perbukitan yang hijau dan asri. Selain itu, saat ini kawasan tersebut sedang memasuki musim panen durian, sehingga menjadi daya tarik tambahan bagi para pengunjung.

Selain para pelajar, banyak wisatawan lain yang datang ke kawasan Baduy. Salah satunya adalah Armanto, seorang warga Jakarta yang bersama rombongan teman kerjanya ingin melepaskan kepengapan di ibu kota. Ia mengaku kawasan Baduy memberikan ketenangan dan kenyamanan yang langka di tengah kesibukan kota besar.

Para wisatawan biasanya berjalan kaki melalui hutan dan jalan setapak menuju jembatan bambu Gajeboh. Jembatan ini dibangun hanya dengan menggunakan ikat pohon aren tanpa memakai besi, sehingga menambah keunikan kawasan ini.

Ramon, seorang pelajar SMA dari Jakarta, mengatakan bahwa kunjungan ke kawasan Baduy bertujuan untuk melihat kehidupan masyarakat adat di Banten. Menurutnya, kehidupan masyarakat Baduy sangat sederhana tetapi alamnya tetap terjaga, memberikan pelajaran penting tentang cinta terhadap lingkungan.

Sekretaris Desa Kanekes, Sarmedi Sarpin, menyebutkan bahwa selama akhir pekan ini jumlah pengunjung ke kawasan Baduy mencapai 4.500 hingga 6.000 orang. Kebanyakan dari mereka datang bersama rombongan, baik untuk berkunjung maupun berburu durian.

Berburu Durian di Kawasan Baduy Dalam

Durian khas Baduy tidak hanya bisa ditemukan di kawasan Baduy Luar, tetapi juga di Baduy Dalam. Namun, perjalanan ke kawasan ini cukup menantang. Seorang wisatawan berkesempatan menjajaki kawasan Baduy Dalam pada Jumat (16/1/2026). Perjalanan dari pintu masuk Terminal Ciboleger memakan waktu sekitar tujuh jam, karena medan yang sulit dan hujan yang terus-menerus mengguyur.

Pengalaman berkunjung ke Baduy Dalam saat musim kemarau, seperti pada Agustus 2025, lebih mudah karena perjalanan bisa ditempuh dalam waktu kurang dari lima jam. Namun, saat musim hujan, jalanan menjadi licin dan memperpanjang waktu perjalanan.

Semakin mendekati Baduy Dalam, hutan semakin sepi. Hanya beberapa kelompok trip yang masih berjalan sambil membawa ransel. Jelang malam, jalanan semakin becek dan curam. Cahaya matahari mulai redup, hutan gelap, dan bunyi jangkrik mulai terdengar.

Setelah melewati rasa lelah, akhirnya sampailah di perkampungan Baduy Dalam. Di sana, wisatawan menginap di rumah warga, seperti rumah Ayah Samid. Di sini, mereka disuguhi durian yang aromanya sangat harum meski belum dibelah.

“Buah durian di sini tumbuh alami di hutan, tanpa pupuk kimia, jadi rasanya lebih manis,” kata Ayah Samid sambil membelah buah durian menggunakan golok. Daging durian yang legit dan berwarna kuning pucat memberikan sensasi rasa yang luar biasa.

Berkunjung ke Baduy Dalam memberikan pengalaman unik yang berbeda dibandingkan dengan Baduy Luar. Namun, bagi yang ingin merasakan pengalaman ini, sebaiknya hindari berkunjung saat musim hujan, karena jalanan licin dan waktu perjalanan akan lebih lama.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *