Dealer Pertama Lepas di Dunia Diresmikan, Ada di Kelapa Gading Nih
Lepas, merek mobil asal Tiongkok yang merupakan sub-brand dari Chery, baru saja meresmikan dealer pertamanya di dunia. Lokasi dealer ini berada di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Peresmian ini menjadi langkah penting bagi Lepas dalam memperluas pasar globalnya.
Lepas merupakan akronim dari kata “Leopard” dan “Passion”, yang mencerminkan semangat dan kecepatan yang ingin dibawa oleh merek ini. Sub-brand ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2025 lalu. Dealer perdana Lepas yang dikelola oleh PT Mitra Auto Strategi (MAS) ini berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
“Dealer ini merupakan awal bagi Lepas karena kami merencanakan untuk membuka sekitar 40 dealer di Indonesia hingga akhir 2026,” jelas Ricky He, Country Director Lepas Indonesia kepada media.
Indonesia dipilih sebagai fondasi awal pengembangan Lepas di tingkat global. Oleh karena itu, negara ini menjadi tempat peluncuran produk pertama Lepas, yaitu Lepas L8, pada November 2025 lalu.
“Ini merupakan strategi global dari pusat karena melihat negara ini memiliki populasi usia muda besar dan penerimaan terhadap merek baru yang kuat,” terang Ricky. Menurutnya, populasi usia muda Indonesia menjadi potensi besar bagi Lepas yang menargetkan segmen profesional muda. Riset Lepas menunjukkan bahwa para profesional muda ini sangat tertarik dengan fitur dan teknologi yang ditawarkan.
Hampir segera setelah peresmian dealer ini, Lepas akan membuka dealer tambahan di daerah Sunter, tidak jauh dari lokasi saat ini.

Lepas Kelapa Gading merupakan dealer eksklusif dengan layanan 3S (Sales, Service, Spare Part). Luas bangunan dealer ini mencapai 1.400 meter persegi, berdiri di atas lahan seluas 1.600 meter persegi. Area pamer mobil bisa menampung lima mobil sekaligus, dilengkapi lounge untuk konsumen, serta workshop yang mampu melayani perawatan berkala hingga 20 mobil per hari.
“Alasan kami bekerja sama dengan Lepas adalah karena satu kata, yaitu trust. Kami percaya dengan kualitas premium yang dimiliki oleh merek ini,” ujar Direktur PT MAS, Djunaedi Hadiwidjaja.
PT MAS sudah mulai melakukan pembicaraan mengenai pembukaan dealer Lepas sejak 2024. Mereka juga sempat melihat langsung peluncuran perdana sub-brand dan mobil pertama Lepas di Wuhu, Tiongkok pada April 2025 lalu.
“Mobilnya cantik sekali, bahkan ada yang bilang mirip dengan sports car asal Jerman,” kata Djunaedi.

Lepas L8 merupakan mobil jenis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Mobil ini memiliki panjang 4.688 mm, lebar 1.871 mm, tinggi 1.694 mm, dan wheelbase 4.800 mm. Suspensi depan menggunakan MacPherson, sedangkan suspensi belakang menggunakan Multi-link. Rem depan dan belakang sudah menggunakan cakram, serta pelek alloy 19 inci yang dibalut ban 235/50R19.
Mesin bensin Lepas L8 menggunakan 4-silinder 1.500 cc turbo yang mampu menghasilkan tenaga 140 dk dengan torsi puncak 215 Nm. Sementara itu, motor listriknya bisa menghasilkan tenaga 201 dk dan torsi puncak 310 Nm. Baterainya menggunakan Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan kapasitas 18,4 kWh, yang dapat menjalankan mobil dalam mode EV (Electric Vehicle) hingga 100 km. Baterai ini bisa diisi dayanya melalui DC Fast Charging dari 30% hingga 80% dalam waktu 90 menit.

Teknologi atau fitur unggulan Lepas L8 yang telah diungkap antara lain Automated Parking Assist (APA) dan Remote Parking Assist (RPA). APA berfungsi memarkirkan mobil secara otomatis tanpa bantuan pengemudi atau tukang parkir. Saat parkir, mobil akan mengontrol sendiri arah putaran setir, pedal gas, dan rem. Sementara itu, RPA memungkinkan pengemudi memarkirkan atau mengeluarkan mobil dari jarak jauh menggunakan remote kunci mobil.
Lepas L8 saat ini masih dalam masa pre-book dengan harga Rp589.000.000. Harga resmi akan diumumkan pada IIMS 2026 yang akan digelar pada Februari 2026.

Dengan hadirnya Lepas di Indonesia, khususnya di Kelapa Gading, diharapkan dapat memberikan alternatif baru bagi konsumen mobil yang menginginkan kendaraan dengan teknologi canggih dan desain modern. Posisi Indonesia sebagai pasar utama bagi Lepas juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperluas pangsa pasar di Asia Tenggara.

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











