My WordPress Blog

Anak Menangis, Ibu Kritis Ditolak Rumah Sakit karena Penuh

Penolakan Pasien Lansia di Rumah Sakit Umum Daerah Kumpulan Pane

Seorang pasien lansia bernama Suliyem ditolak untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD Kumpulan Pane, Tebing Tinggi, meskipun dalam kondisi kritis. Kejadian ini memicu reaksi keras dari masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Video Viral Menunjukkan Tangisan Keluarga

Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak seorang anak pasien menangis histeris sambil merekam kondisi ibunya yang terbaring lemas di dalam mobil. Sang ibu, Suliyem, disebut membutuhkan pertolongan medis segera. Namun, pihak rumah sakit menolak memberikan perawatan dengan alasan ruangan penuh.

Video itu juga menunjukkan betapa putus asanya keluarga pasien yang merasa telah ditolak berulang kali saat mencari pertolongan medis. Anak pasien menyampaikan bahwa mereka sudah mencoba berbagai cara, tetapi selalu ditolak. Ia bahkan memohon agar orangtuanya diberi infus, tetapi permintaan tersebut tidak dipenuhi.

Respons Publik dan Kemarahan Warganet

Unggahan video tersebut menuai simpati publik dan memicu kemarahan warganet terhadap pelayanan kesehatan yang dinilai tidak manusiawi. Banyak netizen mengkritik sistem pelayanan rumah sakit yang dinilai tidak responsif terhadap kebutuhan pasien kritis.

Inspektorat Kota Tebing Tinggi Turun Tangan

Setelah video tersebut viral, Inspektorat Kota Tebing Tinggi langsung melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penolakan pasien oleh RSUD Kumpulan Pane. Inspektur Kota Tebing Tinggi, Muhammad Fachri, menyatakan bahwa pihaknya sedang dalam proses pemeriksaan fakta kejadian dan akan memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran prosedur pelayanan kesehatan.

Fachri menyampaikan pernyataannya saat menjenguk Suliyem, yang kini telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Chevani, Tebing Tinggi. Kunjungan tersebut juga dibagikan melalui akun Instagram resmi Pemerintah Kota Tebing Tinggi.

RSUD Kumpulan Pane Siap Jalani Pemeriksaan

Dalam video lanjutan, Direktur RSUD Kumpulan Pane, Lili Marlina, menyatakan kesiapan pihak rumah sakit untuk bekerja sama dalam proses pemeriksaan. Ia menegaskan komitmen manajemen rumah sakit dalam memberikan pelayanan sesuai aturan.

“Kami berkomitmen melakukan pelayanan sesuai dengan aturan yang ada dan kami akan bekerja sama dengan inspektorat terkait apa-apa saja yang dibutuhkan selama pemeriksaan, sehingga kami memberi pelayanan sesuai aturan berlaku dan semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” kata Lili.

Ia juga menyatakan tidak keberatan pernyataannya dikutip untuk kepentingan pemberitaan. Namun, hingga saat ini pihak RSUD Kumpulan Pane belum memaparkan secara rinci kronologi penolakan yang dialami pasien Suliyem. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari inspektorat. Saat ini ada dua pegawai RSUD yang sedang dalam proses pemeriksaan,” ujarnya singkat.

Evaluasi Pelayanan Kesehatan Diperlukan

Kasus ini kembali menyoroti persoalan pelayanan kesehatan, khususnya penanganan pasien kritis di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Masyarakat menuntut adanya evaluasi serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama terhadap pasien dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat tanpa diskriminasi.

Sementara itu, kondisi Suliyem dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit tempatnya dirawat saat ini.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *