My WordPress Blog

Ikut Rally Dakar Tidak Perlu Mobil, Cukup Bawa Badan saja



JAKARTA – Pereli nasional Julian Johan akan mewakili Indonesia dalam ajang balap reli paling bergengsi, yaitu Rally Dakar 2026. Ternyata, untuk ikut dalam ajang ini, tidak perlu memiliki mobil reli sendiri. Cukup membawa badan saja sudah cukup.

Pria yang akrab disapa Jeje tersebut mengungkapkan bahwa dalam keikutsertaannya di Rally Dakar 2026, dia memilih menyewa mobil. Hal ini dilakukan karena alasan tertentu.

“Kami tidak menyiapkan dari Indonesia. Alasannya, jika kita menyiapkan sendiri dari Indonesia, risikonya akan lebih besar,” ujar Jeje saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ketidakpastian dalam pembuatan mobil reli bisa menjadi ancaman besar. “Kita tidak tahu persis bagaimana membangunnya, setting-nya seperti apa, dan itu sangat berisiko. Kami pernah membuat mobil di Indonesia, lalu mengirimkannya dengan biaya mahal ke sana, tetapi ternyata ada yang tidak lolos saat proses scruit-nya,” tambah Jeje.

Jeje menegaskan bahwa orang Indonesia bukan tidak mampu mempelajari regulasi Rally Dakar. Menurutnya, regulasi tersebut bisa dipelajari. Namun, selain waktu, terdapat hal-hal teknis yang detail yang masih belum dikuasai sepenuhnya oleh para pereli Indonesia.

“Jadi, paling bijak dan efisien adalah menyewa mobil reli dari bengkel yang sudah berpengalaman dan telah ikut dalam Dakar setiap tahunnya. Mobil yang disewa pun sudah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk Dakar,” jelas Jeje.

Jeje mendapatkan informasi tentang bengkel tersebut melalui referensi. Di situs resmi Rally Dakar, terdapat halaman khusus yang menampilkan daftar bengkel yang menyediakan mobil reli untuk disewa oleh peserta. Begitu pula untuk kelas motor.

“Kita bisa memilih mobil dari negara mana saja. Ada yang dari Belgia, Belanda, Inggris. Saya memilih dari Perancis, karena Perancis adalah negara yang bisa dikatakan sebagai pemain pertama di Dakar,” ujarnya.

Selain itu, penyelenggara Rally Dakar sendiri juga berasal dari Perancis. Jeje memilih bengkel Compagnie Saharienne karena spesialisasinya di Toyota, sesuai dengan keinginannya menggunakan Land Cruiser 100.

“Fakta menarik lainnya, setelah mempertimbangkan antara bengkel ini dengan opsi lain, saya baru tahu bahwa bengkel tempat saya menyewa mobil ini sebenarnya adalah tempat panitia Dakar membangun mobil untuk surveinya,” kata Jeje.

“Jadi, kurang lebih bengkel ini sudah tahu betul apa yang dibutuhkan, baik secara spesifikasinya maupun setting-nya, karena mereka membangun mobil yang digunakan panitia Dakar untuk membuat trek,” tambah Jeje.

Jeje menjelaskan bahwa penyewaan mobil reli sudah mencakup kebutuhan lainnya, seperti mekanik, truk untuk support, serta manajemen yang mengurus pendaftaran.

“Jadi, dari Indonesia tinggal membawa badan saja. Dengan begitu, fokus kami tidak terlalu terpecah,” ujarnya.

Dalam penyewaan mobil reli, Jeje menambahkan bahwa termasuk suku cadang yang sifatnya fast moving. Namun, tim atau bengkel tersebut tetap menyediakan suku cadang yang slow moving, seperti transmisi, gardan, dan lainnya.

“Untuk menyewa mobil reli untuk Dakar, biayanya hampir Rp 2 miliar. Semua sudah termasuk, kecuali biaya pendaftaran,” ujar Jeje.

Menariknya, Jeje mengatakan bahwa peserta Rally Dakar tidak perlu khawatir dengan bahan bakar. Pasalnya, Pemerintah Arab Saudi akan menanggung biaya bahan bakar secara gratis.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *