My WordPress Blog

Iqbal Damanik, Korban Teror Bangkai Ayam, Diduga Akibat Kritik Banjir Sumatera

Teror Bangkai Ayam yang Menggemparkan Aktivis Lingkungan

Seorang aktivis lingkungan bernama Iqbal Damanik menjadi korban teror berupa kiriman bangkai ayam, yang diduga merupakan balasan atas kritiknya terhadap pemerintah mengenai banjir di Sumatera. Aksi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kebebasan berpendapat dan keselamatan para aktivis lingkungan di Indonesia.

Penemuan Bangkai Ayam yang Menakutkan

Bangkai ayam ditemukan di teras rumah Iqbal pada Selasa pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Tidak ada pembungkus yang menyelimuti benda tersebut. Di kaki ayam itu, terdapat plastik berisi secarik kertas dengan pesan ancaman yang mengintimidasi:

“JAGALAH UCAPANMU APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU, MULUTMU HARIMAUMU”.

Iqbal mengaku sempat mendengar suara benda jatuh pada dini hari, namun baru menyadari adanya kiriman tersebut pada pagi hari. Setelah menemukan bangkai ayam tersebut, ia langsung mendokumentasikan temuannya dan melaporkannya melalui kanal resmi Greenpeace Indonesia.

Diduga Terkait Kritik Pemerintah

Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia, menilai aksi ini sebagai bentuk intimidasi terhadap aktivis lingkungan. Menurutnya, tidak sulit untuk menghubungkan kiriman bangkai ayam ini dengan upaya pembungkaman terhadap orang-orang yang gencar menyampaikan kritik atas situasi Indonesia saat ini.

“Kami melihat ada kemiripan pola, sehingga kami menilai ini adalah teror yang terjadi secara sistematis terhadap orang-orang yang banyak mengkritik pemerintah ihwal penanganan bencana Sumatera,” ujar Leonard.

Iqbal memang aktif menyuarakan analisisnya terkait penyebab banjir di Sumatera melalui media sosial, termasuk isu deforestasi dan alih fungsi lahan. Kritik yang disampaikan oleh aktivis ini sebenarnya muncul dari keprihatinan dan solidaritas terhadap para korban bencana.

Latar Belakang Sosok Iqbal Damanik

Iqbal Damanik lulusan Sarjana Komunikasi dari Universitas Sumatera Utara (USU) pada 2012. Ia memulai perjalanan kariernya di dunia penelitian dan aktivisme lingkungan dengan fokus yang konsisten.

Pada Mei 2013, ia mulai bekerja sebagai Peneliti untuk Pengawas Otonomi Regional hingga April 2016. Setelah itu, ia bergabung dengan LSM Article 33 Indonesia sebagai Asisten Peneliti hingga Desember 2016. Pengalaman ini menjadi fondasi penting sebelum ia menempuh peran strategis di sektor energi.

Pada Februari 2017, Iqbal bergabung dengan Auriga Nusantara sebagai Direktur Tambang dan Energi, dan bertahan di posisi tersebut hingga Februari 2021. Kariernya kemudian beralih ke aktivisme lingkungan ketika ia menjadi Aktivis Hutan di Greenpeace mulai Maret 2021.

Dedikasinya diakui, sehingga pada Agustus 2024 ia diangkat sebagai Aktivis Hutan Senior hingga Juli 2025. Sejak Juli 2025, Iqbal menempati posisi penting sebagai Manajer Iklim dan Energi, memimpin berbagai inisiatif untuk melindungi lingkungan.

Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai salah satu aktivis yang vokal dalam menyuarakan isu-isu lingkungan. Salah satu perjuangan terbesarnya adalah memastikan agar kawasan Raja Ampat tetap aman dan tidak dijadikan lokasi tambang nikel.

Tanggapan Greenpeace Indonesia

Greenpeace Indonesia menegaskan bahwa tindakan intimidasi ini tidak akan menghentikan langkah mereka dalam menyuarakan isu keadilan iklim dan hak asasi manusia. “Upaya teror tak akan membuat kami gentar. Greenpeace akan terus bersuara untuk keadilan iklim, HAM, dan demokrasi,” tutup Leonard.

Hingga berita ini diturunkan, motif dan pelaku di balik rangkaian teror di Jakarta dan Aceh ini masih menjadi misteri. Publik mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas demi menjamin rasa aman dan melindungi kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *