My WordPress Blog
Budaya  

Awal Tahun 2026, Wisatawan Menggusha Kota Lama Semarang

Wisatawan Membanjiri Kota Lama Semarang di Tahun Baru 2026

Tahun 2026 menjadi tahun yang menarik bagi wisatawan yang ingin menjelajahi berbagai destinasi menarik di Indonesia. Salah satu tempat yang kian diminati adalah kawasan Kota Lama Semarang. Berbagai kalangan, mulai dari keluarga hingga anak muda, memilih kawasan ini sebagai tujuan liburan akhir tahun.

Pengalaman Wisatawan Keluarga

Maria (37), salah satu wisatawan yang berkunjung ke Kota Lama Semarang, mengaku datang bersama keluarga besar sebanyak 8 orang. Ia mengatakan bahwa mereka tiba di Semarang pada Selasa, 31 Desember 2025, dan langsung memilih Kota Lama sebagai tujuan utama karena popularitasnya serta suasana yang dinilai cocok untuk bersantai.

“Kami pilih ke Kota Lama karena terkenal ya. Terus kalau sore suasananya bagus,” ujar Maria saat ditemui di kawasan tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa ini pertama kalinya ia berkunjung ke Kota Lama Semarang. Menurutnya, kawasan ini memiliki kesamaan dengan area kota lama di Surabaya, namun dengan jumlah bangunan bersejarah yang lebih banyak.

Selama perjalanannya, Maria mencoba kuliner bakmi godok. Namun, ia masih belum mencoba makanan khas Semarang seperti soto. “Belum coba soto Semarang atau yang lain. Mungkin ada saran-saran?” tanyanya sembari meminta rekomendasi.

Ia juga mengapresiasi keramahan warga setempat. Salah satunya adalah pengemudi transportasi online yang dengan sukarela memberikan arahan dan informasi layaknya pemandu wisata. “Orangnya memang baik kok, kita naik transportasi online acak juga mau jadi guide-nya kita. Udah dua kali, tiga kali dia mau bantu,” katanya.

Meski belum bisa kembali dalam waktu dekat karena kesibukan anak-anak, Maria mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke Kota Lama Semarang.

Anak Muda Jadi Target Utama

Selain wisatawan keluarga, kawasan Kota Lama Semarang juga menjadi daya tarik bagi kalangan anak muda. Mereka datang untuk menikmati suasana, berburu foto, hingga menjajal kafe-kafe yang ada di kawasan tersebut.

Salah satu pengunjung, Rifa (24), mengaku memilih Kota Lama sebagai tempat berkumpul karena memiliki banyak kenangan dan suasana yang mendukung untuk bersantai bersama teman. “Memang nyari kafe buat nongkrong bareng teman-teman,” ujarnya.

Menurut Rifa, Kota Lama Semarang menarik karena memiliki spot favorit untuk berfoto. “Lebih ke foto-foto saja. Belum masuk museumnya, soalnya waktunya enggak pas,” katanya. Ia juga menyebutkan adanya perubahan signifikan di kawasan tersebut dibanding kunjungannya beberapa tahun lalu. Ia menilai kini semakin banyak kafe dan tempat nongkrong baru yang bermunculan.

Photobooth Outdoor yang Viral

Di tengah keramaian itu, satu titik di seberang taman terlihat ramai diserbu pengunjung. Sebuah photobooth outdoor dengan konsep unik bergaya koran vintage kini menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.

Sejumlah wisatawan berdatangan dengan antrean mengular dari depan photobooth yang berada di depan sebuah rumah makan hingga area depan Gedung Marba. Febi (24), wisatawan asal Depok, mengaku datang bersama empat temannya dan awalnya tidak sengaja melihat kerumunan orang di pinggir jalan kawasan Kota Lama. Rasa penasaran pun muncul hingga akhirnya mereka memutuskan untuk ikut mencoba photobooth tersebut.

“Pas lewat di sini tadi kita ngelihat kayak banyak nih mengantre, terus aku lihat, oh ternyata ada photobooth viral yang baru gitu kayak koran,” kata Febi ditemui Tribun Jateng usai menjajal photobooth tersebut, Kamis (1/1/2026).

Menurut Febi, konsep foto dengan latar desain menyerupai halaman koran memberikan kesan vintage yang kuat. Apalagi, kata dia, photobooth ini berada di ruang terbuka sehingga menyatu dengan suasana bangunan tua khas Kota Lama. “Jarang banget ada,” lanjutnya.

Agus Feriyawan (28), petugas jaga photobooth menjelaskan, konsep photobooth tersebut sebelumnya sudah lebih dulu hadir di Surabaya. Semarang menjadi kota terbaru yang dipilih untuk pengembangan, dengan pembukaan sejak 25 Desember 2025 di kawasan Kota Lama. Menurutnya, photobooth ini mengusung konsep foto dengan latar ikon Kota Lama, khususnya Gereja Blenduk, yang dipadukan dengan desain menyerupai halaman koran.

Ia menyebut ada 12 desain berbeda yang bisa dipilih pengunjung sesuai selera. Untuk satu lembar foto, tarif yang dikenakan sebesar Rp35.000. Photobooth tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

Menurut dia, sejak pertama dibuka, antusiasme pengunjung terbilang tinggi, terutama pada hari-hari awal pembukaan. “Kalau saya ngitung kertasnya, itu kalau satu hari kan satu paket itu paling 150 lembar minimal. Ya (rata-rata) hampir 200 – 300 lembar,” bebernya.

Ia menyebut, mayoritas pengunjung berasal dari kalangan muda-mudi yang datang bersama teman. Meski demikian, ada pula keluarga yang ikut mencoba. “Kemarin pas pertama buka tanggal 25 itu paling banyak yang datang dari luar kota dan luar pulau itu Kalimantan, Sumatera, Riau, Aceh, dan Bali,” imbuhnya.


Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *