My WordPress Blog
Daerah  

3 Berita Paling Dibaca Sumbar: Gempa Beruntun, Jalan Putus Akibat Galodo dan Bantuan Bencana Wakapolri

Gempa Beruntun di Agam, BPBD Sebut Belum Ada Laporan Kerusakan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan akibat gempa bumi beruntun yang melanda wilayah Agam, Sumatera Barat, pada Minggu (28/12/2025) pagi.

Kalaksa BPBD Agam, Rahmad Lasmono, membenarkan adanya kejadian gempa bumi yang getarannya dirasakan oleh masyarakat. Diketahui bahwa gempa pertama terjadi pada pukul 09.11 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,6. Kemudian pada pukul 09.15 WIB berkekuatan 4,7, pukul 09.51 WIB berkekuatan magnitudo 3,2, dan pukul 10.01 WIB berkekuatan magnitudo 2,9.

Rahmad Lasmono mengatakan belum menerima laporan kerusakan rumah pasca gempa bumi. “Sampai saat sekarang belum ada laporan terkait kerusakan rumah pasca gempa,” ungkapnya saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp. Sementara itu kata Rahmad, saat gempa terjadi, masyarakat di Lubuk Basung berlarian ke luar rumah. “Posisi saya di Lubuk Basung, masyarakat berlari ke luar rumah saat terjadi gempa,” ujarnya. “Sedangkan untuk laporan lain, belum ada,” sambung Rahmad. Ia berharap, pasca kejadian gempa bumi di Agam tidak terjadi peristiwa lainnya. “Mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Wali Nagari Sungai Batang, Ahsin juga menuturkan bahwa belum ada laporan kerusakan rumah pasca terjadi gempa di Agam. “Belum ada laporan kerusakan rumah setelah gempa yang terjadi,” katanya yang juga dikonfirmasi via telepon WhatsApp. Tak hanya itu, pihaknya juga belum menerima laporan mengenai longsor pasca gempa bumi di Agam. “Baik laporan kerusakan rumah maupun longsor di Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam belum ada,” sebutnya. “Namun hanya saat gempa, warga sempat keluar rumah,” tambahnya.

Jalan di Nagari Koto Panjang Agam Putus Akibat Galodo Susulan, Mobil Tak Bisa Melintas

Akses jalan di Kelok Ambatam, Kampuang Pisang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, putus akibat galodo susulan yang terjadi Minggu (28/12/2025). Galodo atau banjir bandang kembali menerjang kawasan tersebut setelah hujan deras mengguyur wilayah Kampuang Pisang sejak siang hari.

Warga setempat, Afrinora, mengatakan galodo terjadi sekitar pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB dan berlangsung kurang lebih selama satu jam. Akibat galodo susulan tersebut, material banjir bandang menutup badan jalan sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas sama sekali. “Kondisi jalan putus total, kecuali kendaraan roda dua. Kalau mobil tidak bisa lewat,” kata Afrinora saat dikonfirmasi, Minggu sore.



Minibus Terjebak Pasir dan Batu

Selain jalan putus total, terdapat satu mobil terjebak karena banjir bandang yang terjadi di Kampuang Pisang. “Tetapi penumpang dan sopir sudah berhasil diselamatkan warga secara bersama-sama,” kata Afrinora. Untuk saat sekarang ujar Afrinora, kondisi di daerah tersebut masih hujan dan mobil yang sempat terjebak belum berhasil dievakuasi. Selain membantu pengendara yang melintas menggunakan roda dua, warga juga membersihkan material longsor bersama-sama. “Tak ada rumah yang terdampak akibat galodo kali ini, hanya jalan putus dan satu mobil terjebak,” tambahnya.

Banjir Bandang Susulan

Banjir bandang atau galodo kembali terjadi di Kampuang Pisang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Minggu (28/12/2025). Diketahui, banjir bandang susulan di daerah tersebut berlokasi tepat di Kelok Ambatam, menghubungkan jalan menuju Panta, Matur, Lawang hingga Maninjau. Warga Kampuang Pisang, Afrinora mengatakan banjir bandang susulan kembali menerjang di daerah tersebut akibat hujan deras. “Kejadiannya sekitar pukul 14:00 WIB hingga 15:00 WIB. Kurang lebih berlangsung satu jam,” ungkapnya saat dikonfirmasi via telepon, Minggu (28/12/2025) sore.

Galodo Terjadi 30 Menit Setelah Hujan

Kata Afrinora, hujan deras terjadi di Kampuang Pisang sejak pukul 13:00 WIB. “Setengah jam setelahnya, galodo terjadi sekira pukul 13:30 WIB. Awalnya kecil dan membesar sejak pukul 14:00 WIB,” terangnya. Ia menjelaskan, sebelumnya di Kelok Ambatam, Kampuang Pisang sudah diterjang galodo pada akhir November 2025 lalu. Setelah itu selalu terjadi galodo susulan jika hujan mengguyur daerah tersebut. Namun kali ini, galodo susulan berskala cukup besar dibandingkan sebelumnya. “Sebelumnya galodo susulan sudah sering, setiap hujan pasti terjadi, namun yang besar hari ini,” pungkasnya.

Wakapolri Serahkan Bantuan Logistik dan Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Bencana Sumbar

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo menyerahkan bantuan logistik serta sarana dan prasarana untuk mendukung pemulihan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) yang terdampak bencana alam sebulan lalu. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis dengan melepas ratusan personel Polda Sumbar yang akan menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat.

Kegiatan itu berlangsung di Mapolres Padang Pariaman, Minggu (28/12/2025). Dalam arahannya, Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa penyerahan bantuan tidak hanya dilakukan di Sumbar, tetapi juga di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya. “Penyerahan bantuan ini setelah kami dari Aceh dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Barulah hari ini kami menyerahkan bantuan ke Sumbar melalui Polres Padang Pariaman,” ujar Dedi kepada wartawan.

Ia menjelaskan, bantuan yang diserahkan terdiri dari berbagai kebutuhan, mulai dari logistik, jembatan darurat, alat berat, air bersih, kebutuhan rumah tangga, alat kerja untuk pembersihan rumah, hingga perlengkapan pakaian sekolah.

Polri Bantu Percepatan Pembangunan Huntara



Komjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan, saat ini Polri juga membantu percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara). Dimana, pembangunan huntara ini tersebar di Padang Pariaman, Padang, dan Pesisir Selatan. “Selain itu, kami juga membantu percepatan pembangunan hunian sementara di Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, dan Kabupaten Pesisir Selatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Komjen Pol Dedi menyampaikan bahwa personel Polri saat ini juga difokuskan untuk membantu pembangunan jembatan darurat di sejumlah daerah. Beberapa jembatan tersebut bahkan sudah dapat digunakan meski masih ada beberapa jembatan tahap penyempurnaan. “Pembangunan jembatan darurat ini ada di lima titik. Di Palembayan, Kabupaten Agam progresnya sudah 100 persen. Malalak, Kabupaten Agam, sekitar 80 persen. Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, 75 persen. Sumani, Kabupaten Solok, sudah 100 persen. Sementara di X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, masih tahap persiapan,” jelasnya.

Ia menambahkan, jembatan darurat di Salareh Aia, Palembayan, Agam, saat ini baru dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. “Masyarakat di sana mengusulkan agar jembatan darurat tersebut ditingkatkan menjadi jembatan Bailey sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat,” paparnya. “Pasalnya, di wilayah itu terdapat 284 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 1.136 jiwa, guna mendukung sektor pendidikan hingga ekonomi,” tambahnya.

Polri Siapkan 11 Unit Alat Berat untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana

Dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana, Polri juga menyiapkan sebanyak 11 unit alat berat yang akan disebar ke sejumlah daerah terdampak di Sumbar. “Enam unit alat berat kami sebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Agam, sementara lima unit lainnya di Kabupaten Padang Pariaman,” katanya. Sementara itu, total bantuan yang diserahkan kepada masyarakat pada hari ini mencapai 50 ton. “Total bantuan hari ini sebanyak 50 ton. Bantuan ini akan disalurkan secara tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat. Ini merupakan wujud kehadiran negara dalam penanganan pascabencana Sumbar,” tutupnya.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *