
Lokasi dan Batas Wilayah Kecamatan Cijulang
Cijulang adalah salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Daerah ini memiliki sejarah panjang yang terkait dengan jalur kereta api Banjar-Cijulang pada masa penjajahan Belanda. Kecamatan Cijulang berbatasan dengan beberapa wilayah administratif, yaitu Kecamatan Cigugur di utara, Cimerak di barat, serta Parigi di timur, sementara di selatan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
Karakteristik Geografis Cijulang
Topografi Cijulang terdiri dari dataran dan perbukitan dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 0 hingga 142 meter di atas permukaan laut. Daerah ini terdiri dari tujuh desa, yaitu Desa Batukaras, Ciakar, Cibanten, Cijulang, Kertayasa, Kondangjajar, dan Desa Margacinta.
Berdasarkan data dari laman pangandarankab.go.id, jumlah penduduk Kecamatan Cijulang saat ini mencapai 28.278 jiwa, dengan rincian 13.594 laki-laki dan 14.324 perempuan. Perinciannya antara lain:
- Desa Ciakar: 2.573 jiwa
- Desa Cibanten: 2.721 jiwa
- Desa Kertayasa: 4.225 jiwa
- Desa Batukaras: 5.433 jiwa
- Desa Cijulang: 6.475 jiwa
- Desa Kondangjajar: 3.649 jiwa
- Desa Margacinta: 3.202 jiwa
Asal Usul Nama Cijulang dan Sejarahnya
Menurut literatur yang ada, nama Cijulang berasal dari bahasa Sunda, yaitu “Ci” yang berarti “air” dan “Julang” yang berarti “burung julang”. Dengan demikian, Cijulang dapat diartikan sebagai “air burung julang”.
Daerah ini telah dihuni oleh manusia sejak zaman prasejarah, seperti dibuktikan oleh peninggalan arkeologi yang menunjukkan keberadaan manusia purba di sana. Pada abad ke-15, Islam mulai masuk ke Cijulang dan daerah sekitarnya, yang tampak dari adanya situs-situs bersejarah seperti masjid dan makam kuno.
Pada abad ke-19, Cijulang menjadi bagian dari wilayah kolonial Belanda. Belanda membangun infrastruktur seperti jalan dan pelabuhan untuk memperlancar perdagangan dan eksploitasi sumber daya alam. Cijulang sudah ada sejak 15 Januari 1815, di bawah pemerintahan Raden AA Wiradikusuma. Pada saat itu, nama yang digunakan adalah Desa Cijulang.
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Cijulang menjadi bagian dari Kabupaten Ciamis. Kemudian pada tahun 2012, Cijulang menjadi bagian dari Kabupaten Pangandaran yang baru dimekarkan.
Potensi Wisata dan Pengembangan Cijulang
Saat ini, Cijulang dikenal sebagai daerah wisata yang memiliki pantai indah dan alam yang masih terjaga. Salah satu destinasi populer adalah Pantai Batukaras dan Green Canyon yang menarik banyak wisatawan untuk berkunjung.
Selain itu, ada rencana tambang emas kolonial di wilayah Batukaras, Cijulang, dan Cimerak, yang berkaitan dengan pembangunan jalur kereta api Banjar-Cijulang.
Cerita dalam Babad Cijulang
Sejarah Cijulang tercatat dalam Babad Cijulang, sebuah naskah kuno yang menceritakan tentang peradaban manusia dan asal-usul tempat tersebut. Naskah ini ditulis dalam bahasa Arab Pagon dengan campuran Sunda dan Jawa. Babad Cijulang menceritakan tentang proses penciptaan semesta dan perjalanan peradaban manusia di Cijulang.
Naskah ini berisi informasi tentang Sajarah Besar, Sajarah Alit, dan Siluman Silemin, serta kisah perjalanan Aki Gede dan Nini Gede. Aki Gede dan Nini Gede konon merupakan karuhun orang Cijulang yang berasal dari daerah Kedungrandu Banyumas, Jawa Tengah.
Kisah Nini Gede dan Aki Gede tidak telepas dari empat saudaranya yaitu Sembah Jangpati (berkuasa di Ciamis), Sembah Jangraga (berkuasa di Karang Simpang), Sembah Jangsinga (berkuasa di Panjalu), dan Sembah Janglangas (berkuasa di Cijulang). Nama-nama tersebut semuanya putra dari Sunan Raja Mandala. Itulah sebabnya, beberapa cerita dalam Babad Kacijulangan menyiratkan bahwa warga Cijulang memiliki keturunan Sunan Raja Mandala.
Babad Cijulang juga menyimpan pesan-pesan (Uga) yang dilontarkan oleh leluhur Cijulang, seperti “Cijulang Ngadeg Ku Anjeun, Parigi bakal ngajadi, Pangandaran boga ngaran”.
Selain itu, Babad Cijulang juga mencatat bahwa Nusawiru (tempat yang sekarang menjadi bandara) dulunya bernama Gunung Amparan, yang konon merupakan tempat berkumpulnya makhluk gaib. Masih di kawasan Bandara Nusawiru, kini sedang dibangun jembatan ikonik Sodongkopo yang menghubungkan Kota Kecamatan Cijulang dengan Pantai Batukaras. Jembatan ini konon akan diresmikan oleh Gubernur Jabar KDM di bulan Desember 2025 ini.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











