My WordPress Blog

Pertempuran Dulce 1979: Tembakan Elit AS vs Senjata Alien

Peristiwa Mengerikan di Bawah Tanah Dulce, New Mexico

Pada tahun 1979, sebuah peristiwa misterius terjadi di bawah Archuleta Mesa, sebuah area yang dikenal sebagai tempat persembunyian bagi sesuatu yang jauh lebih mematikan dari imajinasi manusia. Kejadian ini kemudian dikenal dalam kalangan para peneliti ufologi sebagai “The Dulce Battle 1979”. Di kedalaman ribuan kaki di bawah kota kecil Dulce, New Mexico, ketenangan perut Bumi pecah oleh suara mesin bor dan jeritan kematian.

Peristiwa ini diungkap dalam beberapa buku, termasuk “Real Aliens, Space Beings, and Creatures from Other Worlds” yang ditulis oleh Brad Steiger dan Sherry Hansen Steiger pada tahun 2011. Salah satu tokoh yang paling mengguncang para pemerhati UFO adalah Phil Schneider, seorang ahli geologi dan ahli bahan peledak yang belajar secara otodidak.

Pengakuan Phil Schneider tentang Fasilitas Rahasia

Phil Schneider mengklaim bahwa ia telah bekerja di 13 dari 129 fasilitas bawah tanah yang menurutnya dibangun oleh pemerintah AS sejak Perang Dunia II. Ia menyatakan bahwa makhluk luar angkasa humanoid abu-abu bekerja berdampingan dengan teknisi Amerika di fasilitas bioteknologi di Dulce, New Mexico. Menurut Schneider, pada tahun 1979, kesalahpahaman muncul antara alien dan penduduk Bumi, yang akhirnya memicu pertempuran hebat.

Dalam pertempuran tersebut, enam puluh enam agen Secret Service, FBI, dan Black Berets tewas, bersama dengan sejumlah alien abu-abu. Selama pertempuran, Schneider terkena tembakan senjata laser di dadanya, yang ia rasa kemudian menyebabkan kankernya. Jika pengakuannya benar, maka ia jelas telah melanggar kode etik tutup mulut yang diberlakukan pada semua personel utama proyek anggaran rahasia (black-budget). Hukuman atas kesalahan tersebut diduga adalah terminasi (pembunuhan).

Senjata Plasma dan Konfrontasi Mengerikan

Schneider mengungkap bahwa alien menggunakan senjata plasma. Dari awal, ia curiga pada operasi rekayasa tersebut setelah melihat kehadiran Baret Hijau dan Pasukan Khusus yang berjaga sangat ketat. Ketakutannya berubah menjadi horor nyata ketika mata bor raksasa menembus rongga bumi dan ia langsung berhadapan dengan sosok alien setinggi 2 meter.

“Baunya busuk dan berwarna abu-abu,” kenangnya dalam sebuah kesaksian yang pernah diterbitkan oleh The Epoch Times. Dalam kondisi terjepit dan ketakutan, Schneider menarik pistolnya dan melepaskan tembakan yang menewaskan dua alien. Namun, makhluk asing lainnya tidak tinggal diam. Sebutir bola laser-plasma melesat, menghantam tangannya hingga memutuskan jari-jarinya. Di tengah kekacauan itu, seorang prajurit Baret Hijau menerjang bahaya untuk menyelamatkannya.

Pertempuran Hebat dan Korban Besar

Serangan ini memicu respons brutal dari pasukan elit Green Berets dan Delta Force yang bersiaga di lokasi. Hari itu, pertempuran meletus dengan hebat. Di lorong-lorong itu, peluru manusia beradu dengan teknologi senjata cahaya yang melampaui zaman. Pertempuran tersebut menjadi ajang pembantaian yang mengerikan. Berdasarkan pengakuan Schneider dalam ceramah-ceramahnya pada tahun 1995, senjata api konvensional milik tentara Amerika Serikat seolah tak berdaya menghadapi presisi senjata energi alien.

Konfrontasi itu berakhir dengan 66 personel militer Amerika Serikat tewas. Schneider merupakan satu dari hanya tiga orang yang berhasil keluar hidup-hidup dari neraka bawah tanah itu, diselamatkan oleh seorang prajurit yang mengorbankan nyawa demi mendorongnya ke lift evakuasi.

Anggaran Hitam dan Pangkalan Bawah Tanah

Schneider bukan sekadar bercerita tentang satu lubang di New Mexico. Ia mengungkap keberadaan 1.477 pangkalan bawah tanah di seluruh dunia, dengan 129 di antaranya berada di Amerika Serikat. Proyek raksasa ini diduga menelan biaya fantastis, setara dengan 17 miliar dolar AS atau sekitar Rp270 triliun atau lebih untuk setiap pangkalan. Ia menegaskan bahwa dana tersebut berasal dari “Anggaran Hitam” (Black Budget) yang disembunyikan dari lembaga pemerintah lainnya dan publik, mencakup hampir 25 persen dari Produk Nasional Bruto.

Kehilangan Phil Schneider dan Kontroversi

Namun, keberanian Schneider menjadi advokat transparansi harus dibayar mahal. Ia percaya bahwa orang-orang di dalam pemerintahan sedang berusaha membungkamnya. Phil Schneider mengklaim bahwa pangkalan Dulce adalah fasilitas tujuh tingkat. Keberaniannya mengungkap rahasia ini harus dibayar mahal. Pada Januari 1996, Schneider ditemukan tewas di apartemennya di Oregon dengan kawat piano melilit lehernya. Meski otoritas resmi menyatakan ia bunuh diri, komunitas peneliti UFO percaya bahwa itu adalah operasi pembungkaman terencana—sebuah eksekusi bagi mereka yang berani menyingkap tirai perang rahasia di perut Bumi.

Legenda dan Skeptisisme

Di sisi lain, skeptisisme tetap membayangi. Ilmuwan politik Michael Barkun berpendapat bahwa instalasi rudal bawah tanah yang dibangun selama Perang Dingin-lah yang memicu desas-desus hingga menjadi legenda pangkalan alien. Pro dan kontra ini terus bergulir, namun bagi warga Apache Jicarilla di New Mexico, legenda Dulce Base kini menjadi berkah tersendiri yang digunakan untuk mendorong sektor pariwisata daerah mereka.

Bukti dan Dokumentasi

Menurut buku Project Beta (2005) karya Greg Bishop, Bennewitz mendokumentasikan aktivitas aneh di Dulce yang melibatkan kolaborasi gelap antara pemerintah dan entitas asing dalam proyek eksperimen genetika hibrida manusia-alien. Paul Bennewitz, seorang fisikawan yang mengklaim telah menyadap transmisi elektronik dari pangkalan tersebut. Jurnalis investigasi Linda Moulton Howe dalam bukunya An Alien Harvest (1989) dan Glimpses of Other Realities (1998) mendokumentasikan klaim serupa mengenai aktivitas non-manusia di bawah New Mexico.




Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *