Ustaz Abdul Somad Beri Panduan Doa untuk Pedagang Muslim
Dalam upaya mencari penghasilan tambahan, banyak orang memilih membuka usaha, berdagang, atau merintis bisnis kecil-kecilan. Namun bagi umat Islam, kerja keras saja tidak cukup. Rezeki yang dicari juga harus membawa keberkahan, ketenangan hati, dan dijauhkan dari cara-cara yang dilarang oleh agama.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam salah satu kajian yang diunggah melalui kanal YouTube Dakwah Islamiyah. Dalam ceramahnya, UAS mengingatkan agar para pedagang muslim tidak tergoda menggunakan cara-cara mistis seperti penglaris, pesugihan, maupun mendatangi dukun demi melancarkan usaha.
“Gunakan doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an. Jangan pakai penglaris. Itu dilarang oleh Allah SWT,” tegas Ustaz Abdul Somad.
Menurutnya, keberhasilan usaha bukan ditentukan oleh jimat, ritual tertentu, atau bantuan makhluk halus, melainkan oleh doa, keikhlasan, serta usaha yang dilakukan secara halal dan penuh tawakal kepada Allah SWT. UAS menekankan bahwa doa bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dalam ikhtiar seorang muslim. Dengan memulai usaha dengan doa, seseorang mengakui bahwa sumber rezeki sejatinya berasal dari Allah SWT.
Lima Doa Pendek Agar Usaha Lancar dan Dagangan Laris
Dalam kajian tersebut, Ustaz Abdul Somad membagikan lima doa pendek dari Al-Qur’an yang dianjurkan untuk diamalkan setiap kali membuka usaha, baik toko, warung, lapak, maupun ruko.
-
Surah Al-Fatihah (Dibaca 1 Kali)
Arab:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الْرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Latin:
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭal-lażīna an‘amta ‘alaihim ghairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn.
Artinya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. -
Surah Al-Ikhlas (Dibaca 3 Kali)
Arab:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Latin:
Qul huwallāhu ahad. Allāhus-samad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad.
Artinya:
Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya. -
Surah Al-Falaq (Dibaca 1 Kali)
Arab:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Latin:
Qul a‘ūdzu birabbil-falaq. Min sharri mā khalaq. Wa min sharri ghāsiqin iżā waqab. Wa min sharrin-naffāṡāti fil-‘uqad. Wa min sharri ḥāsidin iżā ḥasad.
Artinya:
Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki. -
Surah An-Naas (Dibaca 1 Kali)
Arab:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
مَلِكِ النَّاسِ
إِلَـٰهِ النَّاسِ
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin:
Qul a‘ūdzu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min sharri al-waswāsi al-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.
Artinya:
Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia. -
Ayat Kursi (Dibaca 1 Kali)
Arab:
اللَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ
لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ
مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ
وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ
وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا
وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Artinya:
Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Mahahidup dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dia Mahatinggi lagi Mahabesar.
Ustaz Abdul Somad menegaskan, jika doa-doa tersebut diamalkan secara rutin setiap membuka usaha, insyaAllah rezeki akan dilapangkan, usaha diberkahi, dan dagangan menjadi lancar tanpa harus melanggar syariat. “Yang penting niatnya baik, jalannya halal, dan dibuka dengan doa. Allah akan cukupkan rezeki bagi hamba-Nya yang bersyukur,” tutup UAS.
Berdoa sebelum berjualan bukan sekadar kebiasaan, melainkan bentuk pengakuan bahwa segala rezeki berasal dari Allah SWT. Dengan mengamalkan doa-doa pendek dari Al-Qur’an, seorang muslim tidak hanya mencari keuntungan dunia, tetapi juga menjaga keberkahan dan ketenangan hati dalam berdagang.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











