My WordPress Blog
Budaya  

Profil Sherina Munaf, Artis yang Marah Lihat Gajah Jadi Alat Bantu Bersihkan Kayu di Banjir Aceh



Sherina Munaf, seorang artis ternama Indonesia, menyampaikan protes keras terhadap tindakan yang dianggap tidak etis, yaitu penggunaan gajah sebagai alat berat untuk membersihkan puing kayu pasca banjir di Aceh. Dalam cuitannya, ia mengecam tindakan tersebut dengan mengirimkan “Surat Terbuka untuk BKSDA Aceh” dan menyampaikan kekhawatiran atas penggunaan hewan tersebut dalam situasi darurat.

Sebelumnya, video viral menunjukkan gajah Sumatra yang membersihkan gelondongan kayu di wilayah banjir Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Tindakan ini dilakukan oleh tim gabungan untuk membersihkan puing-puing kayu yang mengganggu pemukiman warga. Namun, Sherina merasa bahwa tindakan ini sangat tidak manusiawi dan tidak sesuai dengan prinsip perlindungan satwa liar.

Profil Sherina Munaf

Sherina Munaf, atau dikenal dengan nama panggilan Sinna, adalah seorang artis, penyanyi, penulis lagu, komposer, dan model ternama di Indonesia. Ia lahir pada 11 Juni 1990, dan merupakan putri dari pasangan Triawan Munaf dan Luki Ariani. Sherina adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ia lulus dari British School Jakarta dan kemudian melanjutkan studi di University of Sydney.

Karier Sherina dimulai pada tahun 1999 ketika ia merilis album pertamanya yang berjudul “Andai Aku Besar Nanti”. Album ini berisi lagu-lagu yang diciptakan oleh Elfa Secioria. Nama Sherina mulai naik daun setelah menjadi pemeran utama dalam film Petualangan Sherina, yang menjadi salah satu film anak-anak terpopuler di Indonesia pada masa itu.

Meski begitu, Sherina memutuskan vakum dari dunia entertainment pada awal 2003 setelah merilis album My Life pada tahun 2002. Alasannya adalah untuk fokus pada pendidikannya. Empat tahun kemudian, ia kembali aktif di dunia musik dengan merilis album dewasa pertamanya bernama Primadona. Selanjutnya, ia juga merilis album kedua dengan tema Gemini pada tahun 2010.

Selain itu, Sherina kembali mengambil peran di layar lebar dengan berakting dalam film-film seperti Wiro Sableng 212, yang dibintangi oleh Vino G. Bastian dan Marsha Timothy, serta Petualangan Sherina 2.

Kecaman terhadap Penggunaan Gajah untuk Bersihkan Puing Kayu Pasca Banjir Aceh

Baru-baru ini, Sherina Munaf memberikan kritikan tajam terhadap pihak yang menggunakan gajah sebagai alat berat untuk membersihkan puing kayu pasca banjir Aceh. Menurutnya, tindakan tersebut tidak etis dan melanggar prinsip perlindungan satwa liar.

Dalam unggahannya di media sosial, Sherina menulis:

“Negara, pemerintah seharusnya bersyukur masyarakat sipilnya punya inisiatif, kepedulian dan jiwa kemanusiaan sebesar ini. Ini nilai plus sebuah negara lho. Gotong-royong bahu membahu dan sat set bergerak.”

Ia juga mengunggah foto seekor gajah yang digunakan untuk memindahkan batang kayu besar dengan tulisan tegas: “Gajah Bukan Alat Berat!”. Tak hanya itu, Sherina juga menulis surat terbuka untuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

“Sudahlah manusia rusak rumah mereka, mereka pula yang harus membereskan semuanya,” tulis Sherina.

“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas penggunaan gajah untuk membantu pembersihan jalan pasca bencana di Aceh. Namun, gajah bukan alat berat. Mereka adalah makhluk cerdas, sosial, dan penuh perasaan, yang justru selama ini paling terdampak ketika habitat mereka hilang dan terfragmentasi,” lanjut unggahan Sherina.

Dalam surat terbukanya, Sherina menyampaikan tiga poin solusi, antara lain:
* Prioritaskan alat berat resmi dari instansi terkait seperti BPBD, PU, atau TNI.
* Libatkan relawan dan organisasi kemanusiaan.
* Fokuskan BKSDA pada pemulihan habitat dan mitigasi konflik antara manusia dan satwa.

“Kami yakin BKSDA Aceh memiliki niat baik yang sama: menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa dan memulihkan daerah terdampak secepat mungkin. Karena itu, kami berharap rencana ini dapat ditinjau kembali demi kebaikan seluruh makhluk yang terdampak,” tulis Sherina.



Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *