Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan Berhasil Kendalikan Inflasi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan (Sumsel) telah terbukti berhasil dalam mengendalikan inflasi, berkat peran penting dari Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru, dalam Rapat Koordinasi MBG tahap II yang digelar di Palembang. Menurutnya, meskipun ada tekanan inflasi akibat peningkatan permintaan bahan pangan, Sumsel tetap mampu menjaga stabilitas harga.
“Saat permintaan cabai, sayur, dan kebutuhan dapur naik dampak MBG, kita tidak terdampak karena Alhamdulillah bisa memenuhi kebutuhan itu sendiri karena program GSMP terlaksana selama ini,” ujar Herman Deru. Ia menegaskan bahwa GSMP telah menjadi fondasi utama dalam menjaga ketersediaan pangan di wilayah tersebut.
Saat ini, Sumsel memiliki lebih dari 500 Dapur MBG atau Satuan Pelaksana Pemberi Makanan (SPPG), dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.483.000 jiwa. Angka ini menunjukkan bahwa program ini telah mencapai cakupan yang cukup luas, dan pemerintah daerah berencana untuk memperluas sasaran serta menambah jumlah dapur di tahun mendatang.
Perkembangan Program MBG di Tahap Kedua
Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, Mohammad Wahyu, menyatakan bahwa penyelenggaraan program MBG tahap pertama masih menghadapi berbagai kendala, termasuk masalah kualitas makanan yang mudah basi. Namun, pada tahap kedua ini, terdapat banyak kemajuan dan pencapaian yang signifikan.
Beberapa perbaikan telah dilakukan, seperti meningkatkan standar kesehatan para petugas. Sebelumnya, tenaga yang terlibat hanya mampu memasak, namun kini mereka harus memiliki sertifikat laik hygiene. Proses memasak juga tidak lagi dilakukan pada malam hari, mengingat sebelumnya ditemukan makanan yang basi atau tidak layak dikonsumsi.
Selain itu, BPS merekomendasikan agar menu MBG disusun secara bergiliran dan bervariasi untuk mencegah lonjakan permintaan pada satu komoditas dalam waktu bersamaan. Hal ini bertujuan untuk menghindari potensi kenaikan inflasi.
Penyebaran Program MBG yang Merata
Meski saat ini pelaksanaan MBG masih terpusat di Kota Palembang, Mohammad Wahyu berharap program ini dapat dilaksanakan secara merata di seluruh daerah lainnya. Untuk mewujudkan pemerataan tersebut, diperlukan persiapan yang matang, baik dari sisi dapur maupun aspek pendukung lainnya, mengingat program ini harus berkelanjutan dan tidak boleh terhenti.
Data Pelaksanaan Program MBG di Sumsel
Berikut adalah data pelaksanaan program MBG di beberapa kabupaten/kota di Sumsel:
- Kota Palembang – SPPG: 127 | Murid: 225 ribu
- Ogan Komering Ilir – SPPG: 51 | Murid: 131 ribu
- Ogan Komering Ulu Timur – SPPG: 43 | Murid: 95 ribu
- Ogan Ilir – SPPG: 38 | Murid: 70 ribu
- Banyuasin – SPPG: 31 | Murid: 147 ribu
- Musi Banyuasin – SPPG: 27 | Murid: 135 ribu
- Muara Enim – SPPG: 25 | Murid: 163 ribu
- Kota Lubuk Linggau – SPPG: 22 | Murid: 46 ribu
- Ogan Komering Ulu – SPPG: 23 | Murid: 85 ribu
- OKU Selatan – SPPG: 23 | Murid: 70 ribu
- Empat Lawang – SPPG: 16 | Murid: 42 ribu
- Musi Rawas Utara – SPPG: 15 | Murid: 83 ribu
- Kota Pagar Alam – SPPG: 15 | Murid: 26 ribu
- Ogan Komering Ulu Selatan – SPPG: 9 | Murid: 19 ribu
- Kota Prabumulih – SPPG: 9 | Murid: 33 ribu
- Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) – SPPG: 7 | Murid: 42 ribu
- Lahat – SPPG: 7 | Murid: 71 ribu
Peran GSMP dalam Mengendalikan Inflasi
Program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) berperan penting dalam mengendalikan inflasi. GSMP mendorong setiap rumah tangga untuk menanam bahan pangan secara mandiri, sehingga sebagian kebutuhan dapur dapat terpenuhi dari hasil sendiri. Dengan demikian, lonjakan permintaan bahan pangan di pasar dapat ditekan dan dampak inflasi dapat diminimalkan.
Dengan dukungan kuat dari GSMP dan perbaikan yang terus-menerus dilakukan, program MBG di Sumsel terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











