Kondisi Mencekam di Tamiang, Aceh Setelah Banjir
Artis ternama Zaskia Adya Mecca mengalami emosi yang sangat dalam setelah melihat kondisi daerah Tamiang, Aceh pasca banjir. Ia menunjukkan kekecewaan terhadap tindakan-tindakan yang dinilai merusak lingkungan, seperti penebangan hutan yang berlebihan.
Zaskia turun langsung menjadi relawan untuk bantuan banjir di Sumatra. Ia mengunjungi beberapa daerah yang belum mendapatkan bantuan. Salah satu lokasi yang ia kunjungi adalah Tamiang, sebuah kabupaten terpencil di Aceh.
Saat tiba di Tamiang, Zaskia tidak bisa menahan air mata dan emosinya. Pasalnya, daerah tersebut mengalami dampak banjir yang cukup parah. Banyak akses jalan dan listrik terputus, serta banyak kayu gelondongan yang memenuhi wilayah tersebut.
Selain itu, banyak korban banjir yang masih belum menerima pasokan makanan atau air bersih. Melihat situasi ini, hati Zaskia seolah hancur.

Melalui akun Instagramnya @zaskiaadyamecca, Zaskia membagikan suasana yang mencekam di Tamiang. Ia tampak tertunduk lesu sambil menangis saat melihat para korban banjir. Emosinya tidak bisa lagi dikontrol, sehingga ia menyentil pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan.
Ia bertanya bagaimana cara memperbaiki bencana besar ini. Dalam unggahannya, ia menulis:
“PUAS KALIAN YANG MENGGUNDULKAN HUTAN ?! Bisa tidur nyenyak? Bisa tenang baik2 saja hatinya? Bahagia dengan harta yang kalian dapatkan dari itu semua? Pembebasan lahan, Pembakaran hutan, penebangan pohon, tambang2.”
Ia juga menyebutkan bahwa ratusan ribu masyarakat harus menderita akibat keegoisan mereka. Korban jiwa, kehilangan harta benda, luka-luka, dan isolasi akibat akses terputus adalah konsekuensi dari tindakan tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa bantuan terasa sangat lambat.
Perjuangan Sebagai Relawan

Zaskia menjelaskan perjuangan berat sebagai relawan. Ia mengaku sulit menembus kegelapan dan akses yang begitu sulit di Tamiang. Oleh karena itu, ia meminta pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas dengan mendatangkan alat-alat berat agar akses bisa kembali dibuka.
Ia juga meminta tindakan dilakukan dengan cepat sebelum jumlah korban jiwa semakin bertambah. Contohnya, sebuah pesantren dengan hampir seribu santri memiliki pekarangan belakang yang 5 hektar dipenuhi lumpur padat dan bongkahan kayu. Semua rusak total. Ia bertanya siapa yang akan merapihkannya.
“Titik2 terdampak seperti ini banyak sekali, puluhan, bahkan ratusan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa relawan siap bergerak cepat, memberikan waktu, tenaga, dan hartanya. Namun, membuka akses terputus tidak mudah.
Zaskia mengatakan dampak banjir bandang dan longsor di Tamiang sangat besar. Meski ia dan rekan-rekannya membawa bantuan sejumlah 3 truk, rasanya tidak cukup mengatasi masalah di tempat tersebut.
“Putus asa rasanya ku semalam disini bersama bebrapa relawan mandiri… membawa bantuan 3 truk besarpun rasanya tidak mengatasi secara besar atas beratnya dampak yang mereka dapatkan,” tulis Zaskia sembari membubuhkan emoji menangis.
Ajakan Untuk Segera Bertindak
Lebih lanjut, Zaskia meminta pemerintah dan pihak berwenang segera bergerak. Menurutnya, banyak titik-titik banjir yang belum terakses bantuan. Ia mengungkapkan emosinya setelah masuk ke Tamiang yang baru terbuka aksesnya.
“Apa kabar dengan titik2 yang belum bisa di akses sama sekali sampai saat ini?” tanyanya. Ia juga menyampaikan bahwa masih banyak yang harus kita bantu.
“Masih banyak sekali yang harus kita bantu.. ayo gerak! Yang ada kelonggaran waktu, tenaga juga materi.. kita sama2 bergerak,” tulis Zaskia.











