My WordPress Blog

Detik-Detik Keluarga Bertahan di Atap Saat Banjir Bandang Menerjang

Banjir Bandang Menghancurkan Rumah Warga di Padang, Sumatera Barat

Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh menyisakan duka mendalam bagi warga setempat. Bencana alam ini menewaskan sebanyak 604 orang hingga Senin (1/12/2025) pukul 17.00 WIB. Ratusan ribu warga terpaksa mengungsi ke berbagai tempat sementara, sementara sebagian korban hilang terseret arus atau tertimbun longsor.

Pengalaman Handoko Saat Banjir Menerjang

Handoko, salah satu warga yang selamat dari banjir di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, menceritakan pengalamannya saat air bah memasuki rumahnya pada Kamis (27/11/2025) pagi. Air mulai masuk dengan ketinggian awal setinggi lutut, namun semakin deras hingga akhirnya ia bersama enam anggota keluarganya harus naik ke atap untuk bertahan selama satu jam.

“Melihat air yang semakin deras, kami langsung naik ke atap,” kata Handoko sambil membersihkan motor yang terendam banjir. Ia mengaku kaget karena tidak pernah menyangka banjir seganas ini akan terjadi, meskipun daerah tersebut biasanya dianggap aman dari bencana.

Dentuman air sangat keras hingga merusak rumah dan memporak-porandakan isinya. Setelah air surut sekitar pukul 08.00 WIB, Handoko dan keluarganya langsung menyelamatkan diri dengan membawa baju yang melekat di tubuh. Tiga motor yang terendam pun dibersihkan, harapan bisa digunakan kembali.

Kini hanya baju berwarna merah bercampur lumpur di badan yang bisa dibawa dan menemani keluar rumah. Banjir besar juga membuat sungai dekat rumahnya semakin besar, serta material lumpur dan kayu masih menyebar di pemukiman.

Dampak Banjir pada Wilayah Sumbar

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar mencatat hingga Jumat (28/11/2025) sore, sebanyak 23 orang meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di provinsi tersebut. Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang disebabkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin, dan kelembapan.

Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, menyampaikan bahwa puluhan korban jiwa tersebar di beberapa daerah, mulai dari Kota Padang, Kabupaten Agam, hingga Kota Padang Panjang. Selain korban meninggal, sebanyak 12 orang masih dilaporkan hilang dan sedang dalam pencarian oleh tim gabungan.

Bencana ini juga menyebabkan 69.239 orang mengungsi yang tersebar di 14 kabupaten dan kota di Sumbar. Sementara itu, jumlah warga terdampak telah mencapai lebih dari 45 ribu jiwa. Daerah-daerah terdampak meliputi Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kabupaten Agam, Kota Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kota Padang Panjang, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, serta Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Korban Meninggal di Aceh, Sumut, dan Sumbar Mencapai 604 Orang

Korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat berdasarkan data sementara hingga Senin (1/12/2025) pukul 17.00 WIB, total korban meninggal dunia akibat bencana di tiga provinsi itu mencapai 604 jiwa.

Sementara itu, jumlah pengungsi yang tersebar di berbagai wilayah di ketiga provinsi tersebut mencapai 635.214 jiwa. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan di Sumatra Utara tercatat 283 jiwa meninggal dunia setelah tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) kembali menemukan korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Korban tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Kota Padangsidimpuan, Deli Serdang, dan Nias. BNPB mencatat jumlah korban hilang mencapai 173 jiwa.

Di Provinsi Aceh, BNPB mencatat sebanyak 156 jiwa meninggal dunia hingga Senin (1/12/2025) sore. Sedangkan 181 jiwa lainnya masih hilang. Korban tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya.

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Barat, BNPB mencatat sebanyak 165 jiwa meninggal dunia. Sedangkan 114 jiwa lainnya masih hilang. Korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan.

Total pengungsi mencapai 18.624 KK atau 122.683 jiwa, dengan jumlah tertinggi di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Tanah Datar.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *