Wilayah Jawa Barat Dilanda Bencana Hidrometeorologi
Sejumlah wilayah di Jawa Barat dilanda bencana hidrometeorologi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur sejak awal pekan. Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Jawa Barat, empat kabupaten terdampak signifikan yaitu Bandung, Subang, Cianjur, dan Sukabumi.
Banjir dan tanah longsor melaporkan mengganggu aktivitas warga, merusak infrastruktur, serta memaksa ribuan orang untuk mengungsi.
Bandung Jadi Wilayah dengan Dampak Terluas
Kabupaten Bandung tercatat sebagai wilayah yang terdampak paling luas. Sebanyak 3.165 jiwa dari 2.115 KK terkena banjir yang melanda 14 desa di delapan kecamatan: Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, Soreang, Banjaran, Ciwidey, Margaasih, dan Katapang.
Selain merendam ribuan rumah, banjir juga menyebabkan 10 rumah rusak ringan, 2 fasilitas umum terdampak, dan 1 tempat ibadah terendam. BPBD Jabar mencatat ketinggian air di beberapa titik mencapai 70–130 cm. Upaya penanganan meliputi distribusi logistik dan makanan siap saji, serta asesmen lanjutan untuk memetakan kebutuhan warga dan tingkat kerusakan.
Subang Dilanda Banjir Bandang
Di Kabupaten Subang, banjir bandang menerjang Kecamatan Cisalak, khususnya di Desa Mayang serta Kampung Cibogo dan Cikeuyeup. Dampak kerusakan tergolong besar, meliputi 6 rumah rusak berat, 24 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan.
Sebanyak 47 jiwa mengungsi, sementara 64 KK atau 192 jiwa terdampak langsung. Debit air meningkat akibat hujan deras di wilayah hulu. Hingga kini BPBD Subang masih melakukan asesmen dan menyiagakan petugas di titik rawan.
Banjir di Cianjur: Enam Desa Terendam
Di Kabupaten Cianjur, banjir terjadi pada Kamis (4/12/2025) sore dan melanda dua kecamatan: Cibeber dan Bojongpicung. Enam desa terdampak, yaitu Cibaregbeg, Cihaur, Salamnunggal, Peuteuycondong, Sukaraharja, dan Kemang.
Berdasarkan laporan BPBD 93 rumah terendam, sawah dan fasilitas umum ikut terdampak. Hingga Jumat pagi, pembaruan data masih difokuskan pada Desa Peuteuycondong dan Sukaraharja. Tidak ada korban luka maupun jiwa.
Sukabumi Diguncang Tanah Longsor
Tanah longsor terjadi di Kabupaten Sukabumi pada Jumat dini hari pukul 03.30 WIB, menyusul hujan deras yang mengguyur sejak malam. Longsor melanda tiga kecamatan: Ciemas, Parakansalak, dan Sagaranten.
Kerusakan infrastruktur terjadi di tiga desa, meliputi Jembatan Citiis di Desa Mekarsakti, mengalami kerusakan pada pondasi dan sisi kiri–kanannya, Jalan desa di Sukatani longsor sepanjang 7 meter, serta sayap jembatan penghubung Kp. Cipicung–Cikadu ambruk sepanjang 10 meter.
Meski tidak ada korban jiwa, BPBD Sukabumi menyebut kerusakan memerlukan penanganan lanjutan.
BPBD Jabar Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
BPBD Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh daerah terdampak telah mendapat dukungan berupa asesmen cepat, pemantauan tinggi muka air (TMA), dan distribusi logistik. Warga diminta terus mengikuti informasi resmi BPBD, terutama yang tinggal di kawasan rawan luapan sungai dan tebing labil.
Sebelumnya, BPBD Jabar mengingatkan bahwa wilayah Jawa Barat tengah memasuki puncak musim hujan. Berdasarkan BMKG, terdapat dua periode puncak yakni Desember 2025 serta Februari–Maret 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun, menekankan pentingnya mitigasi sejak dini. “Puncak musim hujan berada di depan mata. Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor,” ujarnya.
Teten juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar aliran air tidak tersumbat, serta memantau kondisi sekitar saat hujan deras. Ia menyarankan warga memanfaatkan aplikasi InaRISK Personal untuk mengetahui tingkat kerawanan wilayah.
Masyarakat di wilayah perbukitan diminta peka terhadap tanda pergerakan tanah, seperti munculnya retakan, perubahan kemiringan bangunan, atau suara pergeseran tanah.***
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











