My WordPress Blog

FiberStar Pasang Starlink di 5 Titik Bencana Sumatera, Hadapi Tantangan Akses dan Bahan Bakar

Bantuan Layanan Internet Darurat untuk Wilayah Terdampak Banjir

Di tengah situasi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, layanan internet darurat menjadi sangat penting bagi masyarakat terdampak. Sejumlah pihak, termasuk FiberStar sebagai penyedia infrastruktur digital sekaligus Authorized Starlink Reseller, telah menyalurkan bantuan layanan Starlink untuk memastikan konektivitas di wilayah tersebut.

FiberStar tidak hanya menyediakan paket sembako dan bantuan logistik, tetapi juga memberikan akses internet melalui teknologi Starlink. Pemasangan perangkat Starlink telah dilakukan di lima titik posko bencana. Pertama adalah Posko Lanud Soewondo yang disalurkan ke Sibolga Tapanuli Tengah. Kedua, Posko Gedung Bulog Medan untuk disalurkan ke Medan dan sekitarnya. Ketiga, Posko APJII Medan yang akan digunakan untuk Sumatera Utara dan Aceh. Keempat, Posko Sumbar di Pekanbaru yang bertujuan untuk Markas Kodam 19 atau Tuanku Tambusai. Terakhir, Posko BPBD Tarutung, kantor bupati Tapanuli Utara, yang akan disalurkan ke Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.

Pentingnya Akses Internet dalam Penanganan Bencana

Pemasangan akses internet Starlink ini difokuskan pada area terdampak yang membutuhkan dukungan komunikasi cepat demi koordinasi posko, relawan, dan aparat setempat. FiberStar juga menyiapkan tambahan titik instalasi Starlink yang akan dipasang secara bertahap.

Menurut Wisnu Wardhana selaku Customer Service Assurance Division Head FiberStar, kecepatan dalam penanganan bencana sangat penting. Oleh karena itu, FiberStar tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga menghadirkan akses internet yang dapat langsung digunakan oleh tim lapangan dan warga.

“Komunikasi yang lancar memungkinkan distribusi bantuan menjadi lebih tepat sasaran,” katanya saat media gathering FiberStar di Jakarta, Kamis (4/12).

Strategi Digital untuk Wilayah 3T

Langkah FiberStar ini bukan hanya respons terhadap bencana, tetapi juga bagian dari strategi besar perusahaan untuk membuka jalan bagi akselerasi digital di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Banyak titik terdampak berada di area dengan tantangan geografis yang membuat jaringan fiber sulit dijangkau. Teknologi satelit menjadi solusi yang relevan dan efektif.

“Wilayah 3T menghadapi hambatan infrastruktur yang berbeda dari kawasan urban. FiberStar hadir untuk menjembatani kesenjangan digital ini dengan menghadirkan solusi hybrid, menggabungkan infrastruktur terrestrial kami dengan teknologi satelit,” ujarnya.

Manfaat Konektivitas di Era Digital

Konektivitas di era digital kini bukan lagi sekadar layanan tambahan, melainkan kebutuhan dasar. Di banyak wilayah 3T, kehadiran internet menjadi elemen penting untuk mendukung pendidikan, memperluas layanan kesehatan, mendorong aktivitas ekonomi digital, hingga memperkuat administrasi pemerintahan desa.

Tim FiberStar memasang perangkat satelit dengan menyesuaikan kondisi geografis serta kebutuhan operasional posko bencana. Proses instalasi berlangsung cepat sehingga akses internet bisa segera dimanfaatkan para relawan.

Masyarakat di sekitar lokasi juga merasakan manfaatnya, mulai dari berkomunikasi dengan keluarga, mencari informasi bantuan, hingga memantau perkembangan cuaca dan situasi di daerah mereka.

Tantangan dalam Pemasangan Akses Starlink

Meski begitu, terdapat tantangan selama pemasangan akses Starlink. Salah satunya adalah masalah akses ke Kota Langsa, Aceh. Padahal, jarak Langsa ke Medan sebenarnya tidak sampai tiga jam. Namun, jalan tol yang berada di Kota Langsa mengalami banjir di Pangkalan Brandan, sehingga tak bisa dilewati.

Alhasil, tim FiberStar memutuskan untuk melalui jalur udara. “Itu yang pertama saya coba kontak teman-teman yang bisa dapat akses ke TNI. Ini kira-kira ada nggak pesawat buat ke Langsa? Atau misalnya kita coba lewat Lhokseumawe?” ujarnya.

Masalah bensin juga turut menjadi persoalan saat pemasangan ini. Saat ingin mengirimkan bantuan dari Medan ke Kota Sibolga, Sumatera Utara, tim FiberStar diharuskan antri SPBU. Di saat yang sama, banyak orang juga membutuhkan bensin. “Kita digilir dan kita dibatasi juga, nggak boleh sampai banyak ya,” tambahnya.

Dengan adanya bantuan layanan internet darurat, masyarakat di wilayah terdampak tidak lagi merasa terputus dari dunia luar. Mereka mendapatkan kembali rasa aman dan kemampuan untuk mengakses informasi penting. Ini adalah bagian dari misi FiberStar untuk memastikan bahwa teknologi tidak hanya dinikmati oleh masyarakat kota, tetapi juga menjadi penyelamat di saat-saat kritis.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *