BPJS Kesehatan Dikagumi Dunia, Delegasi Afrika Belajar Sistem JKN
Jakarta – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) kembali mendapat perhatian dari dunia internasional. Sejumlah delegasi dari berbagai negara di Afrika yang tergabung dalam L’Afrique qui ose – Afrique Challenge Group mengunjungi Kantor Pusat BPJS Kesehatan pada Jumat (28/11/2025). Mereka datang untuk mempelajari bagaimana Indonesia berhasil menjalankan sistem jaminan kesehatan yang mencakup lebih dari 282,92 juta penduduk.
Visi dan Komitmen BPJS Kesehatan
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyambut baik kedatangan delegasi tersebut. Menurutnya, tidak mudah bagi Indonesia memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat. Namun, berkat komitmen dan kolaborasi dengan berbagai pihak, kini lebih dari 98 persen penduduk Indonesia telah terlindungi oleh Program JKN dan memperoleh predikat Universal Health Coverage (UHC).
Ghufron menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar warga negara Indonesia sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Ia juga menjelaskan bahwa peningkatan jumlah peserta JKN harus diiringi kemudahan akses layanan kesehatan. Per 1 November 2025, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan lebih dari 23.649 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.170 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di seluruh Indonesia.
Investasi dan Pengeluaran
Sejak berdiri pada tahun 2014 hingga akhir 2024, BPJS Kesehatan telah menggelontorkan dana sebesar Rp 1.087 triliun untuk pelayanan kesehatan peserta JKN. Angka ini menunjukkan komitmen besar dalam menjaga kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Transformasi digital menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan Program JKN. Berbagai inovasi telah diinisiasi BPJS Kesehatan. Contohnya, peserta JKN kini hanya perlu menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) tanpa perlu membawa kartu fisik atau fotokopi berkas untuk mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan.
Inovasi Digital dalam Layanan JKN
Terdapat aplikasi Mobile JKN yang memberikan beragam kemudahan bagi peserta JKN dalam mengakses layanan administrasi. Fitur-fitur seperti pengambilan antrean online, Skrining Riwayat Kesehatan, dan i-Care JKN membuat proses layanan kesehatan lebih efisien dan cepat.
Selain itu, peserta dapat mengakses layanan administrasi tanpa harus datang ke kantor. Cukup melalui Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, serta BPJS Kesehatan Care Center 165. Inovasi-inovasi ini memastikan seluruh peserta mendapatkan layanan yang mudah, cepat, dan setara.
Monitoring dan Evaluasi
BPJS Kesehatan juga memiliki Performance Management Center untuk membantu monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program JKN di lapangan. Dari sini dapat dipantau jumlah transaksi dari seluruh fasilitas kesehatan, yang mencapai jutaan transaksi tiap harinya.
Tanggapan dari Delegasi Afrika
CEO L’Afrique qui ose, Alioune Gueye, mengaku kagum atas pencapaian Indonesia dalam membangun ekosistem JKN. Menurutnya, keberhasilan sistem jaminan kesehatan tidak hanya bergantung pada pendanaan, tetapi juga pada visi, kepemimpinan, dan kemampuan membangun ekosistem layanan yang solid.
Alioune menyebut pencapaian UHC dalam satu dekade sebagai hal yang sangat menantang. Namun, Indonesia mampu melakukannya dengan sangat baik, bahkan lebih cepat dibandingkan banyak negara lain. Dengan jumlah penduduk yang tidak sedikit, BPJS Kesehatan tetap dapat menghadirkan sistem jaminan kesehatan yang merata tanpa terkecuali.
Ia juga menyoroti transformasi digital yang dilakukan BPJS Kesehatan sebagai faktor kunci dalam perkembangan Program JKN. Penerapan teknologi seperti pemanfaatan kecerdasan buatan, integrasi data, dan digitalisasi proses administrasi dianggap sebagai langkah yang visioner.
Fitur i-Care JKN dinilai sebagai terobosan penting karena memungkinkan dokter di rumah sakit mengetahui riwayat pelayanan kesehatan peserta JKN, sehingga dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Kesimpulan
Ekosistem JKN yang dibangun BPJS Kesehatan dapat menjadi rujukan bagi banyak negara. Masyarakat Indonesia patut bangga dengan kehadiran Program JKN yang memberikan perlindungan finansial di kala sedang sakit sekalipun.









