My WordPress Blog
Bisnis  

Penelitian Ungkap Dasar Emiten Prajogo CDIA Makin Kuat, Lihat Prospek Sahamnya

Pertumbuhan Signifikan CDIA Dalam Segmen Logistik dan Energi

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten baru dari Grup Prajogo Pangestu, kembali menjadi sorotan pasar setelah riset yang dilakukan oleh Henan Putih Sekuritas memberikan analisis mendalam mengenai kinerja fundamental dan prospek bisnisnya. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada Juli lalu, anak usaha PT Chandra Asri Pacific (TPIA) ini menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang sangat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan laba CDIA adalah peningkatan yang pesat pada segmen logistik, yang kini menjadi pilar utama dengan margin tinggi. Riset Henan Putih Sekuritas juga menilai bahwa struktur keuangan CDIA berada dalam kondisi yang sangat sehat, memberikan ruang untuk ekspansi yang lebih luas. Hal ini didukung oleh strategi perusahaan dalam memperkuat portofolio logistik dan energi.

Kinerja Keuangan yang Solid

Selain membedah kinerja keuangan, Henan Putih Sekuritas turut menyoroti langkah terbaru CDIA melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 4,7 MWp. Proyek ini memperbesar kontribusi CDIA dalam infrastruktur energi bersih. Kombinasi fundamental yang kuat, ekspansi agresif, serta diversifikasi bisnis membuat broker tersebut menempatkan saham CDIA dalam rekomendasi beli dengan target harga yang menarik bagi investor.

Riset terbaru menyebutkan bahwa CDIA mencatatkan momentum pendapatan yang kuat. Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$ 104,8 juta sepanjang periode Januari hingga September 2025. Jumlah ini meningkat 42% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 73,8 juta.

“Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan pendapatan dari segmen logistik yang melonjak dari US$ 1,8 juta menjadi US$ 24,7 juta (naik 1.234% secara tahunan),” tulis tim Henan Putih Riset dalam risetnya.

Margin Tinggi dan Peningkatan Laba Bersih

Dengan kinerja yang solid, kontribusi segmen logistik yang memiliki margin tinggi meningkat dari 2,5% terhadap pendapatan sembilan bulan pertama 2024 menjadi 23,5% pada sembilan bulan pertama 2025. Broker ini juga mencermati laba bersih CDIA yang tumbuh perkasa. Margin laba kotor meningkat dari 10,4% pada triwulan 2024 menjadi 22,9% pada triwulan 2025. Hal ini mencerminkan leverage operasi yang lebih kuat serta pergeseran bauran pendapatan menuju segmen logistik yang memiliki margin lebih tinggi.

“Dengan demikian, laba inti mencapai US$ 38,1 juta (naik 80,5% yoy) atau 76,3% dari target full year 2025 kami,” kata mereka.

Likuiditas yang Sehat dan Strategi Ekspansi

Henan menilai CDIA berada dalam kondisi likuiditas yang sehat. Perseroan mencatat rasio utang terhadap ekuitas (DER) hanya 0,26 kali, jauh di bawah batasan covenant sebesar 0,75 kali. Adapun current ratio mencapai 13,68 kali, menandakan permodalan yang kuat untuk menopang berbagai agenda ekspansi ke depan.

Beralih ke aksi korporasi, perusahaan sekuritas itu menilai CDIA terus memperkuat pilar logistiknya melalui peluncuran divisi rantai dingin (cold chain) di bawah PT Chandra Cold Chain (CCC). Divisi ini menyediakan fasilitas penyimpanan dingin modern dengan kapasitas hingga 700 posisi palet. Selain itu, penguatan pilar logistik juga berlangsung lewat penambahan armada kapal dan truk baru, yang semakin memperluas layanan transportasi terintegrasi CDIA.

Rekomendasi Beli dari Henan Putih Sekuritas

Henan Putih Sekuritas merekomendasikan investor untuk membeli saham CDIA dengan target harga Rp 2.430 per saham. “Keyakinan kami didasarkan pada ekspansi berkelanjutan CDIA sebagai enabler infrastruktur utama, yang kini diperkuat oleh pengembangan segmen logistik bermargin tinggi,” tulis mereka.

Menurut mereka, valuasi yang diberikan mencerminkan alpha sebesar 23,5% dibandingkan benchmark, mengacu pada HPS kuartal ketiga 2025 Market Update.

Operasi PLTS 4,7 MWp

Dalam informasi teranyar, Chandra Daya Investasi melalui anak usahanya, PT Krakatau Chandra Energi (KCE) resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) baru berkapasitas 4,7 megawatt-peak (MWp). Presiden Direktur CDI Group Fransiskus Ruly Aryawan mengatakan fasilitas tersebut telah mencapai tanggal operasi komersial (COD) pada 17 November 2025, lebih cepat satu minggu dari target awal. Dengan beroperasinya PLTS ini, total kapasitas terpasang CDI Group kini mencapai 11 MWp.

Fransiskus menjelaskan energi yang dihasilkan PLTS tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, Banten. Penambahan kapasitas ini, kata dia, turut memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai salah satu kawasan industri strategis nasional.

“Pengoperasian PLTS oleh KCE ini menegaskan komitmen CDI Group untuk menghadirkan infrastruktur energi yang lebih efisien, bersih dan berkelanjutan bagi sektor industri nasional,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin, 24 November.

Proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang CDIA dan CDI Group untuk memperkuat pilar energi melalui pengembangan energi baru terbarukan, sekaligus mendukung target bauran energi nasional. Fasilitas baru ini menambah portofolio energi hijau CDI Group dan berkontribusi pada percepatan transisi energi di sektor industri.

PLTS ground-mounted tersebut dibangun di atas lahan seluas 5 hektare yang sebelumnya tidak produktif. Proyek ini menjadi salah satu langkah strategis CDI Group dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui konversi area nonproduktif menjadi aset energi hijau.

Dengan kapasitas 4,7 MWp, PLTS ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 5.086,74 ton CO?eq per tahun, setara dengan penyerapan lebih dari 243 ribu pohon. Selain itu, fasilitas ini dirancang menggunakan teknologi panel surya dan inverter berperforma tinggi sesuai standar internasional, sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kebutuhan energi industri.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *