My WordPress Blog

Suku Bunga BI Tetap di 4,75%, Ini Tanggapan BSDE dan MTLA

Kondisi Industri Properti dan Dampak Suku Bunga yang Ditetapkan BI

Perusahaan properti di Indonesia masih menilai positif kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) November 2025. Hal ini dinilai sebagai salah satu faktor pendukung bagi sektor properti, terutama karena suku bunga yang rendah dapat mendorong permintaan pasar.

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), salah satu perusahaan properti besar di Indonesia, menyambut baik kebijakan tersebut. Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, mengatakan bahwa suku bunga rendah menjadi katalis positif bagi industri properti. Namun, ia juga menyampaikan bahwa dampak positif dari kebijakan tersebut belum sepenuhnya terlihat dalam peningkatan permintaan properti. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor-faktor lain yang turut memengaruhi permintaan, seperti ketidakpastian ekonomi makro, daya beli masyarakat yang melemah, serta belum sepenuhnya menurunnya suku bunga kredit dari bank komersial.

Meski demikian, BSDE tetap optimistis dalam mencapai target penjualan tahun 2025. Hingga akhir kuartal III-2025, marketing sales perusahaan telah mencapai 71% dari target tahun ini. Total marketing sales BSDE pada periode tersebut mencapai Rp 7,10 triliun, dengan target keseluruhan di tahun 2025 sebesar Rp 10 triliun.

Kontribusi terbesar untuk total marketing sales berasal dari segmen komersial sebesar Rp 3,33 triliun atau sekitar 47%, sementara segmen residensial menyumbang Rp 3,14 triliun atau sekitar 44%. Meskipun demikian, pendapatan usaha BSDE pada kuartal III-2025 turun 12,95% dibandingkan kuartal III tahun lalu, yaitu dari Rp 10,06 triliun menjadi Rp 8,76 triliun. Laba bersih perusahaan juga mengalami penurunan signifikan, turun 49,53% YoY menjadi Rp 1,36 triliun.

Untuk meningkatkan kinerja dan mencapai target marketing sales di tahun 2025, BSDE akan fokus pada pengembangan proyek yang sedang berjalan, baik dari segmen residensial maupun komersial. Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan insentif PPNDTP dari pemerintah.

Perusahaan Lain: PT Metropolitan Land Tbk (MTLA)

PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) juga menyampaikan pandangan serupa. Direktur MTLA, Olivia Surodjo, mengatakan bahwa keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga di level 4,75% adalah hal positif yang membantu menjaga stabilitas pasar. Ia juga menilai bahwa perpanjangan stimulus PPN DTP hingga 2026 sangat membantu perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar.

Namun, Olivia mengakui bahwa pelemahan daya beli menjadi isu utama dalam lesunya penjualan aset hunian. Meskipun permintaan untuk rumah dengan harga di bawah Rp 2 miliar dan pembeli pertama (first home buyer) masih stabil, pembelian untuk rumah kedua atau upgrader dengan harga di atas Rp 3 miliar justru melambat.

Hingga September 2025, MTLA mencatatkan kenaikan marketing sales sebesar 4% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 1,34 triliun. Namun, pendapatan perusahaan pada kuartal III-2025 mengalami penurunan, dari Rp 1,30 triliun menjadi Rp 1,13 triliun. Laba bersih juga turun menjadi Rp 232,45 miliar.

MTLA berencana memanfaatkan momentum perpanjangan insentif PPN DTP dan menghadirkan inovasi produk hunian untuk mencapai target marketing sales di tahun 2025. Strategi ini juga diharapkan bisa mendukung target di tahun 2026.

Namun, baik BSDE maupun MTLA belum memberikan informasi lebih lanjut tentang target marketing sales di tahun 2026. Olivia menyampaikan bahwa target penjualan 2026 masih dalam tahap finalisasi, dan perusahaan menargetkan pertumbuhan di tahun berikutnya.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *