My WordPress Blog

Harga Emas Turun, Data Tenaga Kerja AS Gagalkan Harapan Pemotongan Suku Bunga

Harga Emas Dunia Melemah Akibat Kekuatan Ekonomi AS

Harga emas dunia kembali mengalami penurunan pada hari Jumat (21/11/2025). Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga emas spot turun sebesar 0,1 persen menjadi USD 4.072,87 per ounce. Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk penguatan dolar AS dan data ketenagakerjaan yang kuat.

Data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil yang jauh lebih baik dari perkiraan. Laporan ini membuat pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve (The Fed) belum akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan Desember mendatang. Meskipun pergerakannya tidak terlalu besar, pasar melihat penurunan emas sebagai reaksi langsung terhadap kondisi ekonomi AS yang dianggap masih cukup solid.

Penguatan dolar AS juga berkontribusi terhadap penurunan harga emas. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut berada di jalur penguatan mingguan terbaiknya dalam lebih dari satu bulan. Ketika dolar menguat, harga emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. Kondisi ini biasanya membuat permintaan emas sedikit melemah.

Penyebab utama tekanan terhadap emas datang dari laporan ketenagakerjaan AS bulan September. Laporan yang sebelumnya tertunda karena penutupan pemerintahan federal itu menunjukkan bahwa jumlah pekerjaan non-pertanian (nonfarm payrolls) bertambah 119.000, lebih dari dua kali lipat perkiraan ekonom yang memprediksi hanya 50.000 pekerjaan baru. Data ketenagakerjaan yang kuat biasanya membuat The Fed lebih berhati-hati untuk menurunkan suku bunga karena menandakan perekonomian masih dalam kondisi baik.

Setelah laporan tersebut dirilis, para pelaku pasar memperkirakan peluang pemotongan suku bunga oleh The Fed pada Desember hanya sekitar 39 persen, turun dari prediksi sebelumnya yang lebih optimis. Ini menjadi kabar kurang baik bagi emas yang dikenal sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding). Emas biasanya berkinerja lebih baik saat suku bunga rendah karena biaya peluangnya lebih kecil bagi investor.

Dari sisi kebijakan, risalah pertemuan The Fed bulan Oktober yang dirilis pekan ini menunjukkan bahwa meski ada pembahasan mengenai pemangkasan suku bunga, sebagian pembuat kebijakan menilai langkah tersebut terlalu berisiko. Mereka khawatir pemangkasan suku bunga terlalu cepat dapat memicu inflasi kembali naik atau merusak kepercayaan publik terhadap bank sentral.

Tidak hanya itu, Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, juga menegaskan bahwa ia belum nyaman untuk mendukung pemotongan suku bunga dalam waktu dekat. Menurutnya, kemajuan dalam menurunkan inflasi menuju target 2 persen masih belum cukup stabil, bahkan mulai menunjukkan tanda-tanda kembali meningkat.

Dengan kondisi tersebut, pasar emas diperkirakan masih akan bergerak hati-hati dalam beberapa waktu ke depan, seiring meningkatnya ketidakpastian mengenai arah kebijakan The Fed dan kekuatan ekonomi AS. Para analis memperkirakan bahwa harga emas akan terus menghadapi tekanan dari berbagai faktor eksternal, termasuk pergerakan suku bunga dan fluktuasi nilai tukar mata uang global.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *