Banjir Merendam Wilayah Kelurahan Gayam, Kota Kediri
Banjir yang terjadi di wilayah Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Minggu (16/11/2025) petang, menimbulkan dampak yang cukup signifikan. Hujan deras dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur sejak pukul 17.21 WIB, menyebabkan sungai yang berhulu di Dusun Kasian, Kabupaten Kediri, meluap dan masuk ke kawasan permukiman warga.
Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh warga pada pukul 18.13 WIB saat debit air mulai meningkat di beberapa titik permukiman. Sejumlah RT di wilayah tersebut tergenang, termasuk RT 4 RW 6, RT 2 RW 7, dan RT 2 RW 8. Total warga yang terdampak mencapai 142 jiwa, namun tidak ada korban yang harus mengungsi.
Titik Terdampak dan Tingkat Genangan
RT 4 RW 6 menjadi salah satu titik yang terdampak cukup parah dengan ketinggian air di akses jalan mencapai 50 cm. Tiga rumah warga turut tergenang, masing-masing dihuni oleh 3 hingga 6 jiwa. Sementara itu, di RT 2 RW 7, genangan mencapai ketinggian 60 cm dan memengaruhi 79 jiwa. Di RT 2 RW 8, genangan mencapai ketinggian sekitar 20 cm dan memengaruhi 50 jiwa.
Selain rumah warga, beberapa fasilitas umum seperti Musala Almanah, Masjid Baitus Sakinah, dan Masjid At-Taqwa juga tercatat mengalami dampak banjir. BPBD menyebut seluruh kerusakan masih dalam kategori ringan.
Respons BPBD dan Penanganan Awal
BPBD Kota Kediri segera menerjunkan Unit Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (URC-PB) pada pukul 19.02 WIB. Setibanya di lokasi, tim segera melakukan asesmen dan penanganan awal. URC langsung membantu pembersihan dan pengurasan air di rumah-rumah warga serta memberikan sandbag untuk mencegah air masuk kembali.
BPBD juga melakukan pemutakhiran data pada Senin dini hari pukul 01.00 WIB untuk memastikan seluruh dampak teridentifikasi. Joko Ariyanto, Kalaksa BPBD Kota Kediri, menjelaskan bahwa koordinasi dengan berbagai unsur terus dilakukan. Destana, perangkat kelurahan, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas semuanya bergerak bersama.
Kondisi Surut dan Imbauan Warga
Meski banjir sempat mengganggu aktivitas warga, BPBD memastikan tidak ada kebutuhan mendesak maupun kendala besar dalam proses penanganan. Hal ini karena air cepat surut dan warga masih bisa bertahan di rumah masing-masing.
Pada pukul 23.19 WIB, banjir dinyatakan surut total di seluruh titik terdampak. “Alhamdulillah, sekitar pukul setengah dua belas malam kondisi sudah sepenuhnya normal,” ujar Joko Ariyanto.
BPBD mengimbau warga tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Kediri dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca dan siap menghadapi potensi bencana alam lainnya.











