Tren Mobil Listrik Murah di Asia
Tren mobil listrik murah semakin menggeliat, khususnya di pasar Asia. Di Indonesia, pilihan kendaraan listrik (EV) terjangkau masih terbatas, namun produsen otomotif asal Tiongkok mulai menunjukkan kehadiran yang lebih agresif dengan model-model baru yang memiliki harga ramah kantong.
Salah satu contohnya adalah Besturn Pony EV dari First Automobile Works (FAW). Mobil ini resmi diluncurkan di Changchun, Jilin, China, dan langsung menarik perhatian karena menawarkan fitur modern, desain stylish, serta performa yang cukup untuk kebutuhan mobilitas dalam kota. Dengan harga mulai 34.900 yuan atau sekitar Rp 70–79 jutaan, Besturn Pony EV menjadi pesaing kuat bagi pabrikan lain yang ingin menciptakan EV mungil dengan nilai tinggi.
Desain Eksterior: Micro EV Imut Ala Tiongkok
Secara tampilan, Besturn Pony EV mengusung desain khas micro EV yang saat ini sedang populer. Konsepnya mirip dengan Wuling Air ev atau Geely Panda EV berbodi mungil, kompak, dan menggemaskan. Hampir seluruh sisi mobil dihiasi garis tegas dan aksen mematah yang memperkuat kesan modern.
Dimensi dari mobil ini tergolong ringkas:
– Panjang: 3.000 mm
– Lebar: 1.510 mm
– Tinggi: 1.630 mm
– Wheelbase: 1.953 mm
Dengan ukuran sekecil ini, Pony EV menjadi pilihan ideal untuk konsumen yang membutuhkan kendaraan harian di area perkotaan yang padat. Konfigurasi tiga pintu dengan layout jok 2+2 juga membuatnya cukup fleksibel untuk membawa penumpang atau barang bawaan ringan.
Interior Manis dengan Sentuhan Modern
Masuk ke kabin, nuansa yang ditawarkan terasa manis dan hangat berkat penggunaan warna cocoa brown. Meskipun harganya tergolong sangat murah, FAW tetap memberikan fitur yang cukup lengkap untuk ukuran micro EV.
Beberapa fitur penting yang tersedia, terutama pada varian tertinggi, meliputi:
* Layar kontrol tengah 10,1 inci
Sistem keyless
Passive entry (masuk tanpa kunci)
Update sistem hiburan OTA
Asisten pintar DeepSeek
* Perekam perjalanan
Hadirnya fitur-fitur tersebut membuat Pony EV tidak terlihat seperti mobil murah. Justru, kesan modern dan praktis terasa cukup kuat, menjadikannya salah satu EV entry-level paling menarik di kelasnya.
Performa dan Jangkauan Baterai
Sebagai mobil listrik kompak untuk mobilitas harian, Besturn Pony EV dibekali spesifikasi yang pas untuk keperluan city driving. Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga sekitar 40–42 dk dengan torsi 90 Nm cukup responsif untuk penggunaan dalam kota.
Daya listrik disimpan dalam baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 18,11 kWh, dengan jarak tempuh maksimum mencapai:
* 222 km dalam sekali pengisian penuh
Jarak tempuh ini sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan harian seperti pergi bekerja, mengantar anak sekolah, atau berkunjung ke pusat perbelanjaan.
Harga Super Murah, Cocok untuk Pemula
Di pasar Tiongkok, Besturn Pony EV dipasarkan dalam beberapa varian dengan banderol mulai dari:
* 34.900 yuan (sekitar Rp 70–79 jutaan)
Harga tersebut menjadikannya salah satu EV paling terjangkau yang saat ini tersedia secara resmi. Segmen ini memang tengah booming di Tiongkok karena banyak konsumen pemula atau keluarga muda yang membutuhkan kendaraan kedua dengan biaya operasional rendah.
Dengan desain kompak, fitur modern, dan harga yang sangat kompetitif, Besturn Pony EV berpotensi besar menjadi primadona baru di segmen micro EV. Apalagi, pasar Indonesia sudah mulai terbuka dengan hadirnya model-model seperti Wuling Air ev, Seres E1, dan beberapa merek lain yang masuk ke segmen harga terjangkau.
Jika suatu saat FAW memutuskan membawa Pony EV ke Indonesia, persaingan di kelas mobil listrik murah bisa semakin ketat—bahkan mungkin memaksa merek lain menurunkan harga atau memperkaya fitur.
Mobil listrik murah bukan lagi angan-angan. Di Tiongkok, mobil dengan harga Rp 70 jutaan sudah hadir nyata. Tinggal menunggu waktu apakah Indonesia akan kebagian jatah micro EV semenarik ini.











