Hamish Daud Bongkar Sifat Asli Raisa Andriana Saat Marah
Hamish Daud, aktor ternama Indonesia, kini tengah menghadapi perceraian dengan istri tercintanya, Raisa Andriana. Meski hubungan mereka kini berada di ambang perpisahan, Hamish pernah membeberkan sifat asli Raisa saat marah. Hal ini menarik perhatian publik, terutama karena penampilan Raisa yang biasanya tenang dan tidak emosional.
Sifat Raisa Saat Marah
Dalam wawancara online, Hamish Daud menyampaikan bahwa Raisa tidak pernah berteriak atau menunjukkan emosi yang berlebihan ketika marah. Ia menjelaskan bahwa Raisa lebih memilih untuk menyendiri dan tidak melakukan tindakan agresif.
“Ketika Yaya marah, dia tidak seperti teriak atau emosi. Dia cuma kayak kurang kelihatan aja,” ujar Hamish Daud.
Ia juga menambahkan bahwa Raisa tidak pernah menunjukkan wajah masam atau sikap dingin. Sebaliknya, ia lebih memilih untuk menghindari konflik dengan cara menyendiri, seperti tidak ingin memasak atau hanya membaca di kamar.
“Tapi dia nggak ada muka asem. Dia kayak pengen sendiri, dia gak mau masak, atau dia kayak udah di kamar baca sendiri,” jelas Hamish.
Kehidupan Rumah Tangga yang Tenang
Hamish juga mengungkap bahwa selama masa pernikahannya dengan Raisa, mereka tidak pernah saling berteriak atau bersikap agresif. Bahkan, ketika ia merasa salah, ia langsung sadar dan siap meminta maaf.
“Kita di rumah ini gak pernah teriak atau agresif. Aku tahu kalau aku salah aku tahu. Kalau aku salah, dan dia lagi marah, aku tahu,” tambah Hamish.
Raisa sendiri juga menegaskan bahwa ia akan segera meminta maaf jika dirinya yang bersalah. “Ya, tergantung siapa yang salah,” katanya.
Masalah Fitnah dan Pemulihan Nama Baik
Meskipun kini sedang dalam proses perceraian, Hamish Daud masih menjaga hubungan baik dengan Raisa. Ia juga mengaku kesulitan untuk membantah fitnah yang sempat viral beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, ia memohon kepada media untuk membantu meluruskan informasi yang tidak benar.
“Ya susah untuk difitnah yang sudah viral ya. Tapi sekarang saya bikin statement, mudah-mudahan teman-teman wartawan bisa bantu lurusin nama baik saya. Sekarang saya cuma pengin jadi bapak yang baik, co-parenting yang baik, dan bisa kerja yang lancar ke depannya,” ujarnya.
Agar Anak Tidak Terabaikan
Perceraian antara orang tua tentu memiliki dampak besar pada anak. Mereka membutuhkan dukungan penuh dari kedua orang tua agar tidak merasa terabaikan. Terutama bagi anak yang belum cukup dewasa dan masih memerlukan bimbingan.
Pentingnya Pengasuhan Bersama
Orang tua yang bercerai sebaiknya tetap memprioritaskan kepentingan anak. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan parallel parenting. Metode ini memungkinkan anak diasuh secara bergantian oleh ayah atau ibunya, dengan jadwal yang disepakati.
“Parallel parenting memungkinkan orangtua untuk menghabiskan waktu bersama dan merawat anak-anaknya secara mandiri,” jelas Joleena Louis, Esq., seorang pengacara hukum keluarga.
Perbedaan Parallel Parenting dan Co-Parenting
Parallel parenting berbeda dengan co-parenting. Dalam co-parenting, orang tua bekerja sama secara teratur untuk memenuhi kebutuhan anak. Namun, dalam parallel parenting, komunikasi antara orang tua diminimalkan, kecuali dalam situasi serius seperti pendidikan atau kesehatan anak.
“Co-parenting dan sebagian besar model lainnya bergantung pada komunikasi dan kolaborasi yang efektif. Parallel parenting meminimalkan itu,” tambah Louis.
Kapan Memilih Parallel Parenting
Parallel parenting cocok digunakan jika terdapat konflik antara orang tua yang berpotensi memengaruhi anak. Namun, jika ada indikasi kekerasan fisik atau emosional terhadap anak, maka parallel parenting tidak sesuai.
“Jika salah satu orangtua melakukan kekerasan fisik atau emosional terhadap anak, bahkan parallel parenting tidak sesuai,” kata B. Robert Farzad.
Cara Menyusun Parallel Parenting
Untuk menerapkan parallel parenting, beberapa hal harus diperhatikan:
- Waktu pengasuhan setiap orangtua
- Di mana dan bagaimana pertukaran hak asuh ketika anak berpindah dari satu orangtua ke orangtua lainnya
- Jadwal liburan dan apa yang harus dilakukan jika tanggal mengasuh bertabrakan
- Bagaimana keputusan akan dibuat mengenai sekolah anak, kesehatan, dan lain-lain
- Aturan tentang pembatalan dan penjadwalan ulang waktu mengasuh anak
- Aturan tentang komunikasi.
“Semakin spesifik rencana parallel parenting berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, dan keputusan terkait pendidikan dan waktu pengasuhan khusus setiap orangtua dengan anak, semakin sukses rencana parallel parenting,” jelas Farzad.











