Dailysurabaya.com JAKARTA – Selain untuk kegiatan ekonomi, pemanfaatan teknologi digital di dalam bidang layanan umum ketika ini juga cukup meningkat. Kondisi ini dinilai positif dikarenakan dapat menggerakkan transparansi juga memangkas layanan yang mana rumit.
Bupati OKU Timur Lanosin mengingatkan seluruh Organisasi Alat Daerah (OPD) untuk mengedepankan pelayanan rakyat yang tersebut cepat, efektif serta efisien. Hal ini disampaikannya agar tak ada lagi keluhan publik yang dimaksud merasa terhambat oleh prosedur pelayanan.
“Buat SOP yang dimaksud ringkas, cepat dan juga efisien. Jangan buat penduduk berputar-putar hanya sekali untuk mendapatkan pelayanan dasar,” tegas Lanosin, Selasa (8/4/2025).
Bupati menilai, penyederhanaan pelayanan bukan cuma berlaku dalam RSUD saja, tetapi juga menyeluruh ke OPD teknis lainnya seperti Disdukcapil, Dinas Perizinan, Damkar, Satpol PP, kemudian Dinas Perhubungan. Menurutnya, pelayanan umum harus mencerminkan keterbukaan serta kecepatan kerja.
Pihaknya juga mengingatkan agar setiap ASN benar-benar memahami perannya sebagai pelayan masyarakat. “Jangan sampai ada petugas yang digunakan menimbulkan aturan sendiri. Semua harus berdasarkan SOP,” ujar beliau pada keterangannya, Rabu (9/4/2025).
Dia menegaskan pada setiap rotasi jabatan, Pemkab OKU Timur selalu melakukan evaluasi menyeluruh. Rotasi dilaksanakan demi penyegaran kemudian peningkatan kinerja, teristimewa di tempat bidang pelayanan umum yang dimaksud dengan segera dirasakan masyarakat.
“Evaluasi itu bentuk komitmen kita terhadap mutu pelayanan. Bila perlu, kita lakukan reformasi total terhadap unit pelayanan yang tidaklah berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Menurut beliau atensi khusus terhadap pelayanan di tempat RSUD Martapura kemudian RSUD Tulus Ayu. Menurutnya, pelayanan pada hari libur pun harus tetap saja berjalan agar rakyat bukan merasa ditinggalkan pada waktu membutuhkan pertolongan.
Tak belaka terhadap petugas kesehatan, Lanosin juga memerintahkan seluruh OPD agar meninjau ulang SOP masing-masing. Ia meminta-minta agar SOP dibuat ringkas tanpa menghurangi ketentuan aturan yang digunakan berlaku, guna memberikan rasa nyaman dan juga cepat untuk masyarakat.
Dia berharap, dengan penyederhanaan pelayanan lalu reformasi birokrasi, kepercayaan publik terhadap pemerintah akan meningkat. “Mari kita buktikan bahwa pemerintah hadir untuk melayani, tidak dilayani,” pungkasnya.











