My WordPress Blog
Bisnis  

3 Pelaku Industri Keuangan Digital Bekerjasama Gelar Literasi Next-Gen Fintech

3 Pelaku Industri Keuangan Digital Bekerjasama Gelar Literasi Next-Gen Fintech

Dailysurabaya.com PALEMBANG – Industri keuangan digital terus tumbuh pesat di tempat Indonesia, termasuk di dalam Sumatera Selatan (Sumsel). Untuk memberikan pemahaman mengenai perkembangan fintech lending atau Pinjaman Secara Virtual (Pindar) tiga pelaku lapangan usaha keuangan digital berkolaborasi menyelenggarakan literasi Next-Gen Fintech: Ciptakan Vibe Masa Depan Pandai Keuangan Digital, Selasa (25/2/2025).

Kolaborasi ini melibatkan 360Kredi (PT Inovasi Terdepan Nusantara), UangMe (PT Uangme Fintek Indonesia) serta Ivoji (PT Finansia Aira Teknologi), fintech lending berizin lalu diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng Indo Global Mandiri University (UIGM).

Acara ini juga menghadirkan para ahli di tempat bidangnya lalu mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta. Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan UIGM dan juga keynote speech dari Abdul Muin Akmal Padang selaku Analis Senior Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi lalu Perlidungan Pengguna OJK Provinsi Sumatera Selatan & Bangka Belitung, dilanjutkan presentasi mengenai metamorfosis keuangan digital serta pembukaan interaktif talkshow dengan mahasiswa-mahasiswi UIGM.

Diskusi ini mengeksplorasi berbagai aspek fintech lending, termasuk cara bijak meminjam di tempat pinjaman daring, perbedaan antara pinjaman daring legal (Pindar) kemudian pinjaman online ilegal (Pinjol), dan juga perkembangan bidang ini dalam Indonesia.

Public & Government Relation Manager 360Kredi, Habriyanto Rosyidi S menyoroti, pentingnya edukasi penduduk terkait bijak meminjam di menggunakan layanan pinjaman daring.

“Pinjaman daring sebetulnya sebuah solusi yang tersebut memudahkan rakyat untuk mendapatkan dana pada memenuhi keinginan atau keperluan yang dimaksud sifatnya darurat. Namun warga juga perlu memahami bahwa pindar mempunyai risiko lalu melekat kewajiban untuk memulihkan dana pinjaman yang dimaksud sesuai dengan perjanjian yang dimaksud telah disepakati,” ujarnya.

PR GR Department Lead UangMe, Valta LJ menjelaskan, perbedaan utama antara PINDAR dan juga PINJOL. “Pindar memiliki regulasi ketat, transparansi pada biaya, juga mekanisme pemeliharaan konsumen. Sebaliknya, PINJOL ilegal kerap kali menjerat korban dengan bunga tinggi serta metode penagihan yang tiada etis,” jelasnya.

Sementara itu, Efvin Nanda Hardini, Commercial Manager Ivoji, mendiskusikan pertumbuhan fintech lending pada Indonesia.
“Fintech lending telah dilakukan berkontribusi besar di meningkatkan inklusi keuangan, khususnya bagi warga yang tersebut belum terjangkau layanan perbankan konvensional. Literasi keuangan yang dimaksud baik akan membantu warga memanfaatkan layanan ini secara bijak,” katanya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan publik Sumatera Selatan pada tahun 2022 mencapai 39,79%, sementara inklusi keuangan berada di tempat bilangan bulat 86,88%.

Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang tersebut positif, tetapi masih terdapat kesenjangan yang dimaksud perlu diperbaiki melalui edukasi lalu pemahaman yang lebih banyak luas mengenai keuangan digital. Acara Next-Gen Fintech ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan peserta didik mengenai bidang fintech lending dan juga membantu merekan di mengambil langkah keuangan yang mana cerdas lalu aman di dalam era digital ini.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *