Dailysurabaya.com JAKARTA – Sejumlah warganet mengeluhkan inovasi format unggahan di dalam Instagram yang digunakan pada masa kini menjadi 4:5. Perubahan ini mempengaruhi tampilan foto di tempat profil serta feed pengguna akibat menjadi berantakan.
Sebelumnya, Instagram menggunakan format persegi (1:1) untuk foto profil dan juga unggahan. Namun, sekarang ini Instagram mengubahnya menjadi persegi panjang dengan rasio 4:5. Meskipun Anda mengunggah foto berukuran 1:1, Instagram akan melakukan zoom untuk menyesuaikannya dengan format 4:5.
Kecewa dan juga Bingung
Banyak warganet yang tersebut mengungkapkan kekecewaan lalu kebingungan mereka di dalam media sosial Twitter (X). Mereka menilai inovasi ini tidak ada ideal. Yang paling berpengaruh adalah foto yang tersebut sengaja ditata estetik dengan format 1:1 menjadi berantakan.
“Kenapa sih Instagram suka banget ubah-ubah format? Bikin ribet aja!” keluh pribadi warganet di tempat Twitter.
Instagram kemudian Standar Kecantikan di dalam Industri Media Sosial
Perubahan format unggahan berkaitan dengan upaya Instagram untuk menggerakkan format 4:5 yang dimaksud lebih tinggi memanjang secara vertikal sebagai standar baru. ketua eksekutif Instagram Adam Mosseri mengakui bahwa mayoritas konten yang digunakan diunggah sekarang telah tiada lagi memakai standar 1:1 melainkan 4:5. Karena itu, format 1:1 sudah ada dianggap tak lagi relevan juga sesuai dengan tren foto portrait.
Dampak bagi Penggunawan dan juga Kreator Konten
Perubahan ini mengakibatkan beberapa dampak bagi pengguna juga kreator konten:
1. Estetika: Tampilan feed Instagram menjadi lebih banyak seragam dengan format 4:5. Sebagian pengguna protes, tapi banyak yang digunakan merasa baik-baik saja.
2. Kreativitas: Kreator konten perlu menyesuaikan ukuran serta komposisi konten mereka itu agar sesuai dengan format baru.
3. Aksesibilitas: Beberapa konten, khususnya yang dimaksud mengandung teks, menjadi lebih banyak sulit dibaca.
Perubahan format unggahan di area Instagram menjadi 4:5 menuai pro serta kontra dari para pengguna. Meskipun beberapa orang menyambut baik inovasi ini, namun ada juga yang merasa kecewa dan juga menilai pembaharuan ini bukan perlu.
Adam Mosseri mengakui bahwa pembaharuan ini kurang dikomunikasikan ke pengguna sehingga banyak yang digunakan kaget. Ia juga mengaku mendapat banyak responsnegatif.











