My WordPress Blog

Kisah menyedihkan keluarga Zet Wadu: Putri mereka meninggal dalam kebakaran 5 tahun lalu

Duka yang Berulang: Kehilangan Gery dan Mia dalam Satu Tanggal

Duka lama kembali menyelimuti keluarga Zet Wadu. Kepergian putra tercintanya, Gerson Mengi Dima atau yang akrab disapa Gery, dalam kebakaran di Jalan Tukad Gangga, Panjer, Denpasar, membuat hati Zet kembali terluka. Tanggal 9 Januari, yang sebelumnya menjadi momen berduka bagi kehilangan putrinya, Mia Trestyani Wadu, kini kembali menjadi titik awal kesedihan yang tak tergantikan.

Gery, yang berusia 29 tahun, tewas dalam kebakaran yang terjadi pada tengah malam hari Kamis (8/1) menjelang Jumat (9/1). Kekinian, ia meninggalkan duka yang sama dengan kepergian Mia, yang gugur dalam kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu pada tahun 2021 silam. Bagi Zet, tanggal 9 Januari kini menjadi angka yang menyayat hati, mengingat dua “anak” tercintanya pergi dalam waktu yang sama.

Hubungan yang Sangat Erat antara Gery dan Mia

Zet Wadu, yang merupakan paman dari Gery, menegaskan bahwa tidak ada sekat antara Gery dengan anak-anak kandungnya. Ia mengambil Gery sejak masih kecil, dari Sekolah Dasar hingga tamat SMA, dan membawanya bekerja bersamanya. Menurut Zet, Gery adalah bagian dari keluarganya.

“Saya ambil dia dari kecil, dari SD sampai tamat SMA, sampai dia kerja di sini sama saya. Dia sudah anak saya. Saya tidak pernah membeda-bedakan dia dengan Ardi atau Mia,” kenang Zet.

Kedekatan antara Gery dan Mia juga sangat kuat. Mereka seperti kakak-adik kandung. Mia selalu memenuhi keinginan Gery, baik itu handphone, jam tangan, atau baju saat ulang tahun. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat penyayang terhadap adiknya.

Peristiwa Kebakaran yang Membawa Duka

Kejadian kebakaran terjadi ketika Zet sedang tertidur akibat kondisi kesehatannya yang menurun. Pintu rumah ditendang oleh Viktor, penghuni lain, sehingga Zet bisa bangun dan menyelamatkan diri. Saat itu, api telah menyambar selang AC dan meledak, menyebabkan api membesar.

Gery, yang saat itu berada di lantai dua, terjebak dalam kobaran api. Zet menduga bahwa Gery sudah terbangun karena hawa panas, namun rasa panik membuatnya kehilangan arah. Lantai kamar yang terbuat dari teak block dan dilapisi karpet tidak mampu menahan beban dan panas api, sehingga jebol dan menindih Gery.

Kenangan Terakhir yang Tak Terlupakan

Sehari sebelum kejadian, Gery sempat menawarkan kopi dan teh kepada Zet yang merasa sakit pusing kepala. Itu adalah rutinitas kecil yang kini menjadi kenangan terakhir yang tak ternilai. Kata-kata “Bapak mau minum teh atau kopi?” terus terngiang di telinga Zet.

Gery juga sempat mengabarkan bahwa ia akan mulai bekerja kembali keesokan harinya. Namun, takdir berkata lain. Ia pergi tepat sebulan sebelum hari ulang tahunnya yang ke-30 pada Februari mendatang.

Kenangan yang Tetap Utuh

Meski bangunan di sekitarnya hancur total akibat kebakaran, foto mendiang putrinya, Mia Trestyani, ditemukan dalam kondisi fisik yang masih sangat baik. Zet Wadu memegang bingkai foto tersebut, yang utuh meskipun beberapa bagian lainnya hangus terbakar.

“Ini saja yang utuh. Yang lain hangus terbakar. Di meja ini, utuh ini. Tapi jatuh sudah, ketindih juga. Enggak pecah juga kacanya. Yang lain hancur. Iya, ini saja yang utuh,” tuturnya.

Kehilangan yang Mendalam

Kehilangan Gery meninggalkan duka mendalam bagi jemaat Gereja Maranatha. Beberapa tahun terakhir, Gery aktif sebagai pelayan gereja. Ia sering hadir dari pagi hingga sore di gereja. Seharusnya, ia akan mulai bekerja lagi setelah libur Natal dan Tahun Baru, namun nasib tidak membiarkannya.

Seluruh isi rumah Zet ludes dilalap api. Ia hanya sempat menyelamatkan kotak kecil berisi surat berharga dan ponsel dengan cara melemparkannya keluar saat api mulai mendekat. Baju pun tidak ada yang tersisa. Ia hanya berhasil memakai baju dari jemuran kemarin.

Untuk sementara, Zet harus mengungsi dan bermalam di pos jaga terdekat atas tawaran kepala lingkungan setempat, sembari menunggu langkah selanjutnya di tengah duka kehilangan keponakan tersayang.

Setelah dari Sanglah, jenazah Gery akan disemayamkan dulu di rumah duka RSAD, besok dimakamkan di Mumbul.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *