Kebun Raya Bali: Tempat Konservasi yang Menyimpan Keajaiban Alam
Di tengah kegelapan malam, cahaya kecil yang berkelip menjadi daya tarik tersendiri di Kebun Raya Bali. Kunang-kunang yang muncul di kawasan ini tidak hanya menyajikan pemandangan alam yang memukau, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
East Deputy of Horticulture Kebun Raya Wilayah Timur, Hadhiyyah N. Cahyono, menjelaskan bahwa fungsi Kebun Raya Bali tidak hanya sebagai pusat konservasi tumbuhan, tetapi juga sebagai habitat bagi berbagai satwa. “Kebun Raya Bali adalah ruang konservasi hidup. Jika lingkungannya terjaga, maka satwa seperti kunang-kunang dan herpetofauna akan tetap memiliki tempat berlindung,” ujarnya dalam keterangan pers.
Pengamatan Kunang-Kunang di Kebun Raya Bali
Berkolaborasi dengan Nusantara Wilderness, Kebun Raya Bali menggelar kegiatan eksplorasi biodiversitas flora fauna dengan fokus utama pada pengamatan kunang-kunang, herping, pengamatan burung, dan flora. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (10/1/2026) dan diikuti lebih dari 40 peserta dari dalam dan luar negeri.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman publik tentang peran kunang-kunang sebagai indikator lingkungan yang sehat, serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem alami. Para peserta diajak melihat langsung kunang-kunang pada pukul 16.00–21.00 Wita, yang termasuk dalam zona krepuskular, yaitu periode peralihan siang ke malam saat kunang-kunang paling aktif beraktivitas.
Eksplorasi dimulai dengan menyusuri beberapa kawasan, antara lain Lake View, Giant Tree, Hutan Tropis, hingga Taman Tematik Panca Yadnya. Sepanjang jalur eksplorasi, peserta mengamati berbagai kelompok fauna malam, termasuk kunang-kunang dari jenis Lamprigera Spp. dan Abscondita Spp., amfibi, reptile, arachnida serta aves, juga vegetasi seperti Ficus Spp., Bischofia javanica, Cyathea Spp., dan Liquidambar excelsa.
Fungsi Kunang-Kunang dalam Ekosistem
Di area Panca Yadnya dan Lake View, peserta menemukan aktivitas kunang-kunang dalam jumlah melimpah yang didominasi oleh genus Lamprigera Spp. dan Abscondita Spp. Kondisi mikroklimat yang relatif stabil, yang ditandai oleh kelembapan udara tinggi, suhu yang sejuk, sirkulasi udara yang baik, serta rendahnya intensitas cahaya buatan, menciptakan habitat yang optimal bagi kunang-kunang.
Keberadaan dan aktivitas kunang-kunang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kawasan ini masih memiliki kualitas udara dan kondisi lingkungan yang baik, sehingga menjadi indikator bioekologis dari ekosistem yang relatif sehat. Lewat keberadaan kunang-kunang yang masih banyak dan eksis pada malam hari, dapat disimpulkan bahwa kualitas lingkungan dan vegetasi di Kebun Raya Bali masih terjaga dengan baik.
Harapan Masa Depan untuk Konservasi
Melihat hal tersebut, Direktur Pengelola Kebun Raya, Marga Anggrianto, menyampaikan harapannya agar kegiatan eksplorasi biodiversitas ini dapat terus dikembangkan ke depannya. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak kolaborator, komunitas dan masyarakat, sehingga upaya konservasi tidak hanya berhenti pada perlindungan kawasan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.
Sebelumnya, Kebun Raya Bali menemukan dua kelompok kunang-kunang dalam kegiatan eksplorasi pada Desember 2025. Kedua kelompok kunang-kunang tersebut adalah kunang Lamprigera Spp. dan Abscondita Spp. Menurut perwakilan Nusantara Wilderness, Garda Bagus Damastra, kedua jenis ini memiliki karakteristik habitat yang khas.
Hadhiyyah mengatakan bahwa Kebun Raya Bali berencana menggelar trip kunang-kunang pada 2026 mendatang. Namun, belum tahu kapan waktu tepatnya trip tersebut digelar. “Saat ini masih fokus konservasi. Nanti ke depannya akan ada trip dan eksplorasi kunang-kunang di Kebun Raya Bali,” pungkas dia.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











