Karina Ranau, istri dari aktor Epy Kusnandar, mengungkapkan bahwa ia sempat mengalami kesedihan mendalam setelah kepergian suaminya. Duka yang dirasakan oleh Karina membuatnya harus mencari bantuan dari psikiater.
Epy Kusnandar, yang dikenal sebagai tokoh utama dalam sinetron Preman Pensiun, meninggal dunia pada 3 Desember 2025. Kepergiannya menimbulkan rasa sedih bagi banyak orang, terutama keluarga dan para penggemarnya.
Karina Ranau masih merasa kaget dengan kepergian suaminya. Ia bahkan masih sering menangis saat berkunjung ke makam Epy Kusnandar. Menurutnya, ia tidak percaya bahwa suaminya pergi begitu cepat.
“Sampai hari ke berapa (setelah Epy meninggal) saya sempat pergi ke psikiater,” ujarnya.
Menurut pengakuan Karina, setelah tujuh hari kepergian Epy, ia masih merasa bingung dan tidak tahu harus pergi ke mana. Bahkan, ia dan anak-anaknya terkadang hanya berkeliling Jakarta tanpa tujuan pasti.
“Kayak mimpi, gimana rasanya,” katanya.
“Setelah tujuh hari itu saya bingung, kita berdua (Karina dan anak) di jalan nggak tahu meski harus ke mana, di mobil kita muter-muter Jakarta kita harus ke mana, kita harus ke mana gitu?” imbuhnya.
Kesedihan yang dialami Karina juga membuatnya enggan pulang ke rumah. Ia bahkan sempat berpikir untuk tidur di dekat makam suaminya.
“Nggak berani pulang kita, nggak berani pulang dia juga bingung. Kita akhirnya keliling. Apa kita tidur di makam aja? Pokoknya pengin dekat Papi gitu,” kata Karina.
Selain itu, Karina juga mengungkap pesan terakhir dari Epy Kusnandar. Menurutnya, suaminya ingin dikenal sebagai dirinya sendiri, bukan hanya sebagai Kang Mus dari sinetron Preman Pensiun.
“Terima kasih, Wa. Namanya sangat harum. Namanya menjadi besar. Semua orang mengenal kebaikannya,” ujar Karina.
“Beliau pernah berkata, ‘Aku ingin jadi Epy Kusnandar, Bun, tapi nggak bisa. Semua orang mengenal aku Kang Mus. Bisa nggak aku jadi manusia, seperti manusia biasa?” tuturnya.
Sebelum meninggal, Epy Kusnandar juga menyampaikan pesan kepada sahabatnya, Aris Nugraha. Pesan tersebut disampaikan tiga hari sebelum ia wafat.
“Tiga hari sebelum dia pergi, dia menyampaikan pesan, ‘Bun, nanti di Bandung, Papi sama Kio akan selalu ada di samping, di mana Uwa duduk. Papi sama Kio ada di sebelah Uwa. Papi nggak akan ke mana-mana’. Uwa sampai bilang, ‘Ada misteri apa di balik ini, Bun?'” imbuh Karina.
Selain itu, Karina juga mengungkapkan rencananya untuk memuseumkan barang-barang milik suaminya. Meskipun barang-barang tersebut tidak mewah, namun memiliki nilai sentimental yang tinggi.
“Harga (barang-barangnya) cuma Rp 50.000, cuma Rp 10.000 yang dia beli di Jatinegara, di tempat rongsokan. Tapi itu sangat berharga. Barang-barang suami saya itu semuanya rongsokan ya. Jadi mungkin akan kita museumkan,” ujar Karina.
Menurutnya, hobi Epy Kusnandar mengumpulkan barang-barang tersebut tak lepas dari jiwa seniman yang dimilikinya.
“Karena dia (Epy) seniman yang gila. Dia seniman yang gila, dia jauh dari kata kemewahan,” ucap Karina.
“Semua koleksinya itu barang-barang yang rusak, barang-barang yang hancur. Dan mencari itu susah. Kalau barang-barang yang mahal, yang branded bisa dibeli di mana, di situ. Kalau ini, dia mencarinya tuh susah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Karina Ranau juga mengungkapkan bahwa barang-barang Epy bisa digunakan untuk keperluan syuting. Hal ini mengingat salah satu anaknya, Quentin, mulai terjun dalam dunia akting.
“Jadi rencana akan kita simpan, akan kami abadikan. Karena kebetulan kita berada di dunia panggung seni, terkadang properti yang dia beli itu bisa dipakai untuk kita pentas, untuk kita pertunjukan,” tutur Karina.









